Seputar Kaltim

    Dinsos Kukar Berikan Bantuan ke 52 Warga, Respon Dugaan Pencemaran Limbah di Muara Badak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    07 Maret 2025 pukul 19:51 WITA

    Dinas Sosial Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar)

    Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan sembako kepada 52 nelayan pembudidaya kerang dara di Kecamatan Muara Badak beberapa waktu lalu. 

    Bantuan ini diberikan sebagai respons terhadap kerugian yang dialami oleh 299 para pembudidaya akibat dugaan pencemaran limbah oleh PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris mengatakan bantuan yang diberikan seperti beras, minyak, gula dan kebutuhan pokok lainnya.

    Sementara penerima bantuan ini telah disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Jumlah pembudidaya kerang dara yang terdampak ada 299 orang, kami sudah mendata ada 52 yang akan kami berikan bantuan,” kata Yuliandris Jumat (7/3/2025).

    Setelah mencocokkan data dengan DTKS, hanya 52 orang pembudidaya yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan. Pembudidaya lainnya yang tidak menerima bantuan itu bukan berarti tidak terdaftar, melainkan karena tidak termasuk dalam kategori keluarga pra-sejahtera menurut data DTKS.

    “Pembudidaya yang masuk DTKS ini keluarga prasejahtera, sedangkan sebagian besar pembudidaya kerang dara di sana ada juga yang sejahtera karena banyak yang memiliki tambak sendiri,” ungkapnya. 

    Meski bantuan ini belum mencakup seluruh pembudidaya yang terdampak, pihaknya berupaya mencari solusi lain. "Rencana kami akan koordinasi dengan perbankan supaya mereka bisa berikan relaksasi kredit untuk nelayan pembudidaya yang memiliki pinjaman usaha," ungkapnya. 

    Dinas Sosial Kukar juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang terdampak tetapi belum terdaftar dalam DTKS untuk segera mengajukan pendataan agar dapat memperoleh bantuan sosial.

    "Kita harap, warga segera mendaftarkan di DTKS ini untuk meringankan beban para pembudidaya kerang dara, semoga dapat  memulihkan ekonomi mereka," tutupnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Dinsos Kukar Berikan Bantuan ke 52 Warga, Respon Dugaan Pencemaran Limbah di Muara Badak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    07 Maret 2025 pukul 19:51 WITA

    Dinas Sosial Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar)

    Tenggarong - Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan sembako kepada 52 nelayan pembudidaya kerang dara di Kecamatan Muara Badak beberapa waktu lalu. 

    Bantuan ini diberikan sebagai respons terhadap kerugian yang dialami oleh 299 para pembudidaya akibat dugaan pencemaran limbah oleh PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS).

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris mengatakan bantuan yang diberikan seperti beras, minyak, gula dan kebutuhan pokok lainnya.

    Sementara penerima bantuan ini telah disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Jumlah pembudidaya kerang dara yang terdampak ada 299 orang, kami sudah mendata ada 52 yang akan kami berikan bantuan,” kata Yuliandris Jumat (7/3/2025).

    Setelah mencocokkan data dengan DTKS, hanya 52 orang pembudidaya yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan. Pembudidaya lainnya yang tidak menerima bantuan itu bukan berarti tidak terdaftar, melainkan karena tidak termasuk dalam kategori keluarga pra-sejahtera menurut data DTKS.

    “Pembudidaya yang masuk DTKS ini keluarga prasejahtera, sedangkan sebagian besar pembudidaya kerang dara di sana ada juga yang sejahtera karena banyak yang memiliki tambak sendiri,” ungkapnya. 

    Meski bantuan ini belum mencakup seluruh pembudidaya yang terdampak, pihaknya berupaya mencari solusi lain. "Rencana kami akan koordinasi dengan perbankan supaya mereka bisa berikan relaksasi kredit untuk nelayan pembudidaya yang memiliki pinjaman usaha," ungkapnya. 

    Dinas Sosial Kukar juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang terdampak tetapi belum terdaftar dalam DTKS untuk segera mengajukan pendataan agar dapat memperoleh bantuan sosial.

    "Kita harap, warga segera mendaftarkan di DTKS ini untuk meringankan beban para pembudidaya kerang dara, semoga dapat  memulihkan ekonomi mereka," tutupnya. 

    (Sf/By)