Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edi Gunawan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Fenomena meningkatnya jumlah anak jalanan (Anjal) dan manusia gerobak selama bulan Ramadan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan.
Menyusul tingginya aktivitas sedekah di kalangan masyarakat, fenomena ini sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan.
Kepala Dinsos Balikpapan, Edi Gunawan menerangkan, bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan untuk menangani masalah ini. Salah satunya mendirikan posko pengawasan di beberapa titik strategis, serta meningkatkan patroli dari petugas Dinsos.
“Kegiatan sedekah selalu melonjak selama Ramadan, dan ini bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami berusaha menjaga agar suasana tetap aman dan nyaman,” ucap Edi kepada media, Jumat (7/3/2025).
Dinsos Balikpapan juga berkolaborasi dengan Satpol PP dan instansi lainnya untuk memperkuat pengawasan, terutama di lokasi-lokasi keramaian seperti pasar Ramadan, yang sering menjadi tempat favorit bagi Anjal dan manusia gerobak.
Pengawasan lebih ketat akan dilakukan menjelang akhir Ramadan, saat angka mereka diperkirakan meningkat.
Dinsos juga memperhatikan potensi eksploitasi anak yang sering terjadi di lokasi-lokasi tersebut. Beberapa dugaan menunjukkan bahwa beberapa Anjal sengaja diorganisir untuk meminta-minta di tempat ramai.
“Mereka datang dengan pola yang sudah bisa kami identifikasi. Kami ingin mencegah hal ini berkembang lebih jauh,” jelasnya.
Pendekatan yang diambil Dinsos lebih bersifat persuasif, yakni dengan memberikan pembinaan kepada mereka agar tidak terus mengemis di jalan. Namun, jika ditemukan pelanggaran yang lebih serius, Dinsos siap bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengambil langkah tegas.
Dengan pengawasan ketat, Dinsos berharap fenomena Anjal dan manusia gerobak dapat berkurang, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman.
“Kami ingin memastikan Balikpapan tetap tertib dan aman bagi semua warganya, terutama selama bulan Ramadan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edi Gunawan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Fenomena meningkatnya jumlah anak jalanan (Anjal) dan manusia gerobak selama bulan Ramadan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan.
Menyusul tingginya aktivitas sedekah di kalangan masyarakat, fenomena ini sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan.
Kepala Dinsos Balikpapan, Edi Gunawan menerangkan, bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan untuk menangani masalah ini. Salah satunya mendirikan posko pengawasan di beberapa titik strategis, serta meningkatkan patroli dari petugas Dinsos.
“Kegiatan sedekah selalu melonjak selama Ramadan, dan ini bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami berusaha menjaga agar suasana tetap aman dan nyaman,” ucap Edi kepada media, Jumat (7/3/2025).
Dinsos Balikpapan juga berkolaborasi dengan Satpol PP dan instansi lainnya untuk memperkuat pengawasan, terutama di lokasi-lokasi keramaian seperti pasar Ramadan, yang sering menjadi tempat favorit bagi Anjal dan manusia gerobak.
Pengawasan lebih ketat akan dilakukan menjelang akhir Ramadan, saat angka mereka diperkirakan meningkat.
Dinsos juga memperhatikan potensi eksploitasi anak yang sering terjadi di lokasi-lokasi tersebut. Beberapa dugaan menunjukkan bahwa beberapa Anjal sengaja diorganisir untuk meminta-minta di tempat ramai.
“Mereka datang dengan pola yang sudah bisa kami identifikasi. Kami ingin mencegah hal ini berkembang lebih jauh,” jelasnya.
Pendekatan yang diambil Dinsos lebih bersifat persuasif, yakni dengan memberikan pembinaan kepada mereka agar tidak terus mengemis di jalan. Namun, jika ditemukan pelanggaran yang lebih serius, Dinsos siap bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengambil langkah tegas.
Dengan pengawasan ketat, Dinsos berharap fenomena Anjal dan manusia gerobak dapat berkurang, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman.
“Kami ingin memastikan Balikpapan tetap tertib dan aman bagi semua warganya, terutama selama bulan Ramadan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)