Seputar Kaltim

    Dinsos Balikpapan Kejar Target Pendataan Perlinsos, Libatkan RT hingga Layanan Jemput Bola

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    09 Juli 2026 pukul 10:29 WITA

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Arfiansyah saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan terus mengoptimalkan pendataan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) dengan menggandeng RT, kelurahan, serta menerapkan layanan jemput bola bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

    Kepala Dinsos Balikpapan, Arfiansyah mengatakan, hingga kini pendataan baru mencapai sekitar 4 persen atau sekitar 11 ribu warga. Sementara itu, pemerintah menargetkan proses uji coba pendataan selesai pada 25 Juli 2026 dengan capaian minimal 70 persen.

    “Strateginya adalah memperkuat kolaborasi antara lurah dan RT agar pendataan bisa lebih maksimal. Target kami paling tidak mencapai 70 persen sebelum masa uji coba berakhir,” kata Arfiansyah saat ditemui awak media, Kamis (9/7/2026).

    Untuk mencapai target tersebut, Dinsos membuka akses pendataan seluas mungkin. Masyarakat dapat mendatangi kantor kelurahan untuk bertemu agen Perlinsos yang bertugas melakukan pendataan.

    Bagi warga yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD), ia memastikan proses pendataan tetap dapat dilakukan menggunakan aplikasi pada telepon seluler milik agen Perlinsos. Setelah terdaftar, warga tetap diarahkan untuk mengaktifkan IKD.

    “Kalau warga belum punya IKD, pendaftaran bisa dibantu melalui aplikasi di telepon seluler milik agen Perlinsos. Setelah itu, warga tetap diarahkan untuk mengaktifkan IKD,” jelasnya.

    Sementara itu, warga yang tidak dapat datang ke kantor kelurahan, seperti lanjut usia (lansia) maupun penyandang disabilitas akan mendapatkan layanan pendataan langsung di rumah.

    “Kalau ada warga yang tidak bisa datang ke kelurahan, RT cukup melapor kepada lurah. Nanti agen Perlinsos yang datang ke rumah warga,” imbuhnya.

    Selain memperkuat koordinasi dengan RT dan kelurahan, Dinsos juga terus menggencarkan sosialisasi melalui media cetak, media daring dan media sosial agar semakin banyak masyarakat mengikuti pendataan.

    Layanan pendataan juga dibuka dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Salah satunya saat pelaksanaan tabligh akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.

    “Dalam kegiatan itu tim kami membuka layanan langsung dan berhasil melayani sekitar 300 warga. Ke depan kami juga akan membuka stan pada sejumlah kegiatan masyarakat lainnya,” akunya.

    Ke depan, Dinsos juga berencana menghadirkan layanan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam berbagai kegiatan publik. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengaktifkan IKD sekaligus mengikuti pendataan Perlinsos.

    Saat ini, pendataan Perlinsos didukung sekitar 350 agen yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Balikpapan. Dinsos masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan terkait kemungkinan penambahan jumlah agen untuk mempercepat proses pendataan dan mencapai target yang telah ditetapkan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dinsos Balikpapan Kejar Target Pendataan Perlinsos, Libatkan RT hingga Layanan Jemput Bola

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    09 Juli 2026 pukul 10:29 WITA

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Arfiansyah saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan terus mengoptimalkan pendataan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) dengan menggandeng RT, kelurahan, serta menerapkan layanan jemput bola bagi warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

    Kepala Dinsos Balikpapan, Arfiansyah mengatakan, hingga kini pendataan baru mencapai sekitar 4 persen atau sekitar 11 ribu warga. Sementara itu, pemerintah menargetkan proses uji coba pendataan selesai pada 25 Juli 2026 dengan capaian minimal 70 persen.

    “Strateginya adalah memperkuat kolaborasi antara lurah dan RT agar pendataan bisa lebih maksimal. Target kami paling tidak mencapai 70 persen sebelum masa uji coba berakhir,” kata Arfiansyah saat ditemui awak media, Kamis (9/7/2026).

    Untuk mencapai target tersebut, Dinsos membuka akses pendataan seluas mungkin. Masyarakat dapat mendatangi kantor kelurahan untuk bertemu agen Perlinsos yang bertugas melakukan pendataan.

    Bagi warga yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD), ia memastikan proses pendataan tetap dapat dilakukan menggunakan aplikasi pada telepon seluler milik agen Perlinsos. Setelah terdaftar, warga tetap diarahkan untuk mengaktifkan IKD.

    “Kalau warga belum punya IKD, pendaftaran bisa dibantu melalui aplikasi di telepon seluler milik agen Perlinsos. Setelah itu, warga tetap diarahkan untuk mengaktifkan IKD,” jelasnya.

    Sementara itu, warga yang tidak dapat datang ke kantor kelurahan, seperti lanjut usia (lansia) maupun penyandang disabilitas akan mendapatkan layanan pendataan langsung di rumah.

    “Kalau ada warga yang tidak bisa datang ke kelurahan, RT cukup melapor kepada lurah. Nanti agen Perlinsos yang datang ke rumah warga,” imbuhnya.

    Selain memperkuat koordinasi dengan RT dan kelurahan, Dinsos juga terus menggencarkan sosialisasi melalui media cetak, media daring dan media sosial agar semakin banyak masyarakat mengikuti pendataan.

    Layanan pendataan juga dibuka dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Salah satunya saat pelaksanaan tabligh akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.

    “Dalam kegiatan itu tim kami membuka layanan langsung dan berhasil melayani sekitar 300 warga. Ke depan kami juga akan membuka stan pada sejumlah kegiatan masyarakat lainnya,” akunya.

    Ke depan, Dinsos juga berencana menghadirkan layanan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam berbagai kegiatan publik. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengaktifkan IKD sekaligus mengikuti pendataan Perlinsos.

    Saat ini, pendataan Perlinsos didukung sekitar 350 agen yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Balikpapan. Dinsos masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan terkait kemungkinan penambahan jumlah agen untuk mempercepat proses pendataan dan mencapai target yang telah ditetapkan.

    (Sf/Lo)