Seputar Kaltim

    Dinsos Balikpapan Akui Masih Kekurangan Rumah Singgah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2024 pukul 12:08 WITA

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan Edy Gunawan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Kota Balikpapan tentu harus melakukan pembenahan, salah satunya menyediakan rumah singgah untuk anak-anak jalanan.

    Mengingat saat ini Balikpapan masih kekurangan tempat. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan Edy Gunawan.

    "Kami saat ini hanya memiliki satu rumah singgah yang baru sebagian selesai perbaikan," ucap Edy kepada awak media, Selasa (14/5/2024).

    Dia mengatakan, satu rumah singgah itu terletak di Jalan Milono, Gunung Pasir, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, tepatnya di Panti Asuhan Manuntung, dan saat ini masih dilakukan perbaikan agar memenuhi syarat.

    "Standarnya untuk rumah singgah itu ada tempat tidur, lemari, tempat kunjungan, dan tempat pendampingan," jelasnya.

    Untuk perbaikan tersebut, Dinsos Balikpapan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp200 juta, dimana angka itu selain untuk perbaikan juga untuk pembangunan satu rumah singgah baru, sehingga Balikpapan akan memiliki dua rumah singgah.

    "Mudah-mudahan awal atau akhir tahun ini bisa segera dibangun," harapnya.

    Kalaupun dua rumah singgah itu sudah jadi, ia menyebut jika itu masih kurang, lebih lagi Balikpapan adalah beranda IKN yang harus siap menjawab tantangan salah satunya adalah urbanisasi.

    "Rumah singgah ini penting untuk memanusiakan manusia, paling tidak mereka bisa berteduh, berlindung, dan hidup sambil menunggu mereka di kembalikan ke tempat asal atau dicarikan pekerjaan," terangnya.

    Dijelaskan, selama berada di rumah singgah, mereka juga dipastikan mendapatkan makanan tiga kali dalam sehari.

    "Ini tanggung jawab dari Dinsos baik Pemkot maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov), artinya anggaran makan mereka juga dari kami," imbuhnya.

    Lanjut Edy, Dinsos memiliki anggaran Rp21 miliar yang digunakan untuk beragam keperluan termasuk untuk keperluan makan untuk mereka.

    "Jadi Rp21 miliar itu dibagi, selain untuk makan, pengiriman orang terlantar, warga yang tidak memiliki identitas, sakit, termasuk pelatihan-pelatihan buat mereka yang terlantar," paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinsos Balikpapan Akui Masih Kekurangan Rumah Singgah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2024 pukul 12:08 WITA

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan Edy Gunawan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Kota Balikpapan tentu harus melakukan pembenahan, salah satunya menyediakan rumah singgah untuk anak-anak jalanan.

    Mengingat saat ini Balikpapan masih kekurangan tempat. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan Edy Gunawan.

    "Kami saat ini hanya memiliki satu rumah singgah yang baru sebagian selesai perbaikan," ucap Edy kepada awak media, Selasa (14/5/2024).

    Dia mengatakan, satu rumah singgah itu terletak di Jalan Milono, Gunung Pasir, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, tepatnya di Panti Asuhan Manuntung, dan saat ini masih dilakukan perbaikan agar memenuhi syarat.

    "Standarnya untuk rumah singgah itu ada tempat tidur, lemari, tempat kunjungan, dan tempat pendampingan," jelasnya.

    Untuk perbaikan tersebut, Dinsos Balikpapan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp200 juta, dimana angka itu selain untuk perbaikan juga untuk pembangunan satu rumah singgah baru, sehingga Balikpapan akan memiliki dua rumah singgah.

    "Mudah-mudahan awal atau akhir tahun ini bisa segera dibangun," harapnya.

    Kalaupun dua rumah singgah itu sudah jadi, ia menyebut jika itu masih kurang, lebih lagi Balikpapan adalah beranda IKN yang harus siap menjawab tantangan salah satunya adalah urbanisasi.

    "Rumah singgah ini penting untuk memanusiakan manusia, paling tidak mereka bisa berteduh, berlindung, dan hidup sambil menunggu mereka di kembalikan ke tempat asal atau dicarikan pekerjaan," terangnya.

    Dijelaskan, selama berada di rumah singgah, mereka juga dipastikan mendapatkan makanan tiga kali dalam sehari.

    "Ini tanggung jawab dari Dinsos baik Pemkot maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov), artinya anggaran makan mereka juga dari kami," imbuhnya.

    Lanjut Edy, Dinsos memiliki anggaran Rp21 miliar yang digunakan untuk beragam keperluan termasuk untuk keperluan makan untuk mereka.

    "Jadi Rp21 miliar itu dibagi, selain untuk makan, pengiriman orang terlantar, warga yang tidak memiliki identitas, sakit, termasuk pelatihan-pelatihan buat mereka yang terlantar," paparnya.

    (Sf/Rs)