Seputar Kaltim

    Dinkes  Sebut Penghentian Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Kaltim Sudah Lama

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Mei 2024 pukul 18:49 WITA

    Vaksin Astrazeneca yang saat ini sudah ditarik peredarannya di dunia. (Foto: Pexels.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyebut penghentian penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Kaltim sendiri sudah lama dilakukan dan beralih kepada vaksin lain yang lebih aman. Masyarakat diminta tak perlu khawatir atas keberadaan vaksin ini. 

    Adapun keputusan tersebut sebelumnya diambil karena efek samping serius yang meliputi pembekuan darah dan penurunan jumlah trombosit. 

    "Sudah lama kami telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca karena risiko kesehatan yang ditimbulkannya, jadi tak perlu khawatir, masih banyak varian vaksin lain," ujar Jaya.

    Penarikan vaksin AstraZeneca juga terjadi di tingkat global. Pada 7 Mei 2024, Badan Obat Eropa secara resmi menghentikan penggunaan vaksin ini. 

    Langkah serupa diambil oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, yang mengumumkan penghentian vaksin tersebut dalam program imunisasi nasional pada 5 Mei 2024.

    Vaksin AstraZeneca, yang kini dikenal dengan nama Vaxzevria, telah dipasok lebih dari 3 miliar dosis secara global sejak pertama kali digunakan. 

    Namun, kekhawatiran terkait keselamatan telah mendorong beberapa negara, termasuk Australia, untuk menghentikan penggunaannya sejak Maret 2023.

    Penurunan permintaan vaksin AstraZeneca juga dipengaruhi oleh ketersediaan berbagai merek vaksin COVID-19 lainnya. Sebagai respons, AstraZeneca mengajukan permohonan penarikan vaksin mulai 5 Maret 2024, yang kemudian dilaksanakan pada 7 Mei 2024.

    AstraZeneca kini beralih fokus ke pengembangan vaksin untuk virus pernapasan dan obat-obatan untuk obesitas, sejalan dengan penurunan permintaan vaksin Covid-19. 

    Perubahan strategi ini mencerminkan dinamika pasar yang berubah dan kebutuhan kesehatan global yang terus berkembang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinkes  Sebut Penghentian Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Kaltim Sudah Lama

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Mei 2024 pukul 18:49 WITA

    Vaksin Astrazeneca yang saat ini sudah ditarik peredarannya di dunia. (Foto: Pexels.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyebut penghentian penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Kaltim sendiri sudah lama dilakukan dan beralih kepada vaksin lain yang lebih aman. Masyarakat diminta tak perlu khawatir atas keberadaan vaksin ini. 

    Adapun keputusan tersebut sebelumnya diambil karena efek samping serius yang meliputi pembekuan darah dan penurunan jumlah trombosit. 

    "Sudah lama kami telah menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca karena risiko kesehatan yang ditimbulkannya, jadi tak perlu khawatir, masih banyak varian vaksin lain," ujar Jaya.

    Penarikan vaksin AstraZeneca juga terjadi di tingkat global. Pada 7 Mei 2024, Badan Obat Eropa secara resmi menghentikan penggunaan vaksin ini. 

    Langkah serupa diambil oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia, yang mengumumkan penghentian vaksin tersebut dalam program imunisasi nasional pada 5 Mei 2024.

    Vaksin AstraZeneca, yang kini dikenal dengan nama Vaxzevria, telah dipasok lebih dari 3 miliar dosis secara global sejak pertama kali digunakan. 

    Namun, kekhawatiran terkait keselamatan telah mendorong beberapa negara, termasuk Australia, untuk menghentikan penggunaannya sejak Maret 2023.

    Penurunan permintaan vaksin AstraZeneca juga dipengaruhi oleh ketersediaan berbagai merek vaksin COVID-19 lainnya. Sebagai respons, AstraZeneca mengajukan permohonan penarikan vaksin mulai 5 Maret 2024, yang kemudian dilaksanakan pada 7 Mei 2024.

    AstraZeneca kini beralih fokus ke pengembangan vaksin untuk virus pernapasan dan obat-obatan untuk obesitas, sejalan dengan penurunan permintaan vaksin Covid-19. 

    Perubahan strategi ini mencerminkan dinamika pasar yang berubah dan kebutuhan kesehatan global yang terus berkembang.

    (Sf/Rs)