Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda turut ambil bagian dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Samarinda. Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menyampaikan bahwa pihaknya beroperasi di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan layanan kesehatan tersedia bagi warga terdampak.
Memasuki hari kelima Samarinda tergenang banjir, Dinkes mengantisipasi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan agar tidak semakin parah di tengah terbatasnya mobilisasi.
“Dinkes kita turun kalau dalam banjir dalam satu komando di bawah BPBD,” ujar Ismid, Rabu (30/1).
Hingga saat ini, Dinkes telah mendirikan dua posko kesehatan di wilayah terdampak, yakni di Perum Griya Mukti, Gunung Lingai dan Perum Bengkuring Raya, Sempaja Timur. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Bengkuring dan Puskesmas Remaja telah dikerahkan untuk memberikan layanan kesehatan.
Selain itu, ada pula tim medis yang bersifat mobile dengan dokter siaga yang siap melayani warga yang membutuhkan pertolongan lewat doctor on call.
Ismid menuturkan bahwa tim medis juga telah melakukan evakuasi pasien dalam kondisi darurat. “Kami sempat mengevakuasi pasien stroke yang harus dipindahkan ke tempat yang tidak terdampak banjir,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi pasca-banjir, Dinkes telah menginstruksikan seluruh kepala puskesmas untuk mempersiapkan surveilans mitigasi guna mencegah potensi lonjakan kasus penyakit. Biasanya, kata dia, pasca-banjir penyakit yang umum muncul seperti diare, ISPA, dan maag.
"Kami juga mengantisipasi penyakit berat, semoga tidak ada,” tambahnya.
Selain itu, Dinkes juga telah mendistribusikan obat-obatan ke posko-posko kesehatan untuk memastikan ketersediaan layanan bagi warga yang membutuhkan sejak hari pertama. Dengan upaya ini, ia berharap kesehatan masyarakat tetap terjaga selama dan setelah banjir surut.
Kondisi di lapangan hingga pagi ini menunjukkan hal yang cukup positif. Beberapa wilayah banjir seperti Jalan Pemuda, Temindung Permai mulai surut jika dibandingkan dengan kondisi pada Rabu (29/1/2025) malam.
Kemudian elevasi air di bendungan Benanga Lempake juga mengalami penurunan, berada di angka 7,8 meter.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda turut ambil bagian dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Samarinda. Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menyampaikan bahwa pihaknya beroperasi di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan layanan kesehatan tersedia bagi warga terdampak.
Memasuki hari kelima Samarinda tergenang banjir, Dinkes mengantisipasi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan agar tidak semakin parah di tengah terbatasnya mobilisasi.
“Dinkes kita turun kalau dalam banjir dalam satu komando di bawah BPBD,” ujar Ismid, Rabu (30/1).
Hingga saat ini, Dinkes telah mendirikan dua posko kesehatan di wilayah terdampak, yakni di Perum Griya Mukti, Gunung Lingai dan Perum Bengkuring Raya, Sempaja Timur. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Bengkuring dan Puskesmas Remaja telah dikerahkan untuk memberikan layanan kesehatan.
Selain itu, ada pula tim medis yang bersifat mobile dengan dokter siaga yang siap melayani warga yang membutuhkan pertolongan lewat doctor on call.
Ismid menuturkan bahwa tim medis juga telah melakukan evakuasi pasien dalam kondisi darurat. “Kami sempat mengevakuasi pasien stroke yang harus dipindahkan ke tempat yang tidak terdampak banjir,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi pasca-banjir, Dinkes telah menginstruksikan seluruh kepala puskesmas untuk mempersiapkan surveilans mitigasi guna mencegah potensi lonjakan kasus penyakit. Biasanya, kata dia, pasca-banjir penyakit yang umum muncul seperti diare, ISPA, dan maag.
"Kami juga mengantisipasi penyakit berat, semoga tidak ada,” tambahnya.
Selain itu, Dinkes juga telah mendistribusikan obat-obatan ke posko-posko kesehatan untuk memastikan ketersediaan layanan bagi warga yang membutuhkan sejak hari pertama. Dengan upaya ini, ia berharap kesehatan masyarakat tetap terjaga selama dan setelah banjir surut.
Kondisi di lapangan hingga pagi ini menunjukkan hal yang cukup positif. Beberapa wilayah banjir seperti Jalan Pemuda, Temindung Permai mulai surut jika dibandingkan dengan kondisi pada Rabu (29/1/2025) malam.
Kemudian elevasi air di bendungan Benanga Lempake juga mengalami penurunan, berada di angka 7,8 meter.
(Sf/Rs)