Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kanker terus menjadi perhatian utama di bidang kesehatan, terutama karena tingginya angka kejadian di kalangan masyarakat produktif.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menyatakan bahwa kanker merupakan sebuah penyakit yang hingga saat ini belum bisa diketahui secara pasti apa penyebabnya.
Dikutip dari Panduan Pelaksanaan Hari Kanker Sedunia Tahun 2024 Kementerian Kesehatan RI, sekitar 70 persen kematian akibat kanker ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.
Di tahun 2022, The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengestimasikan terdapat kasus baru kanker di Indonesia mencapai 408.661 kasus dengan kasus kematian mencapai 242.988 orang dan akan terus meningkat apabila tidak dilakukan upaya penanggulangan kanker.
Kemudian, IARC juga mengestimasikan kenaikan jumlah kasus baru kanker di Indonesia menjadi 522.000 kasus dan 320.000 kematian pada tahun 2030.
Pria yang juga berprofesi sebagai dokter itu juga menjelaskan bahwa kanker sering kali tidak terdeteksi hingga memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, skrining Human Papillomavirus (HPV) diupayakan menjadi gerakan masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.
"Skrining HPV menjadi prioritas karena kanker umumnya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Melalui skrining, kami dapat mendeteksi risiko lebih awal dan memberikan intervensi yang tepat," kata Ismid, Rabu (20/11/2024 ada).
Menurutnya, infeksi HPV tidak hanya berdampak pada perempuan, tetapi juga pada laki-laki, sehingga program ini relevan untuk semua kalangan. Dikatakan juga, saat ini metode pemeriksaan melalui urine mulai diperkenalkan sebagai cara yang lebih mudah dan nyaman.
Selain kanker serviks, kanker nasofaring juga menjadi perhatian. Faktor risiko utama seperti kebiasaan merokok terus disosialisasikan agar masyarakat lebih sadar akan bahaya yang mengintai.
"Kami terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya merokok yang dapat memicu kanker nasofaring. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah perkembangan kanker ini," tambahnya.
Selain program skrining, Dinkes Samarinda juga akan mengintegrasikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat seperti wacana pemerintah pusat saat hari ulang tahunnya, termasuk tes darah dan urine, yang diadakan secara berkala. Ia menilai program ini bertujuan untuk mendeteksi tidak hanya kanker, tetapi juga penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan hipertensi.
"Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan ini sebaik mungkin. Dengan mendeteksi penyakit lebih awal, peluang penyembuhan akan jauh lebih besar," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kusasih. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kanker terus menjadi perhatian utama di bidang kesehatan, terutama karena tingginya angka kejadian di kalangan masyarakat produktif.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismid Kusasih, menyatakan bahwa kanker merupakan sebuah penyakit yang hingga saat ini belum bisa diketahui secara pasti apa penyebabnya.
Dikutip dari Panduan Pelaksanaan Hari Kanker Sedunia Tahun 2024 Kementerian Kesehatan RI, sekitar 70 persen kematian akibat kanker ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.
Di tahun 2022, The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengestimasikan terdapat kasus baru kanker di Indonesia mencapai 408.661 kasus dengan kasus kematian mencapai 242.988 orang dan akan terus meningkat apabila tidak dilakukan upaya penanggulangan kanker.
Kemudian, IARC juga mengestimasikan kenaikan jumlah kasus baru kanker di Indonesia menjadi 522.000 kasus dan 320.000 kematian pada tahun 2030.
Pria yang juga berprofesi sebagai dokter itu juga menjelaskan bahwa kanker sering kali tidak terdeteksi hingga memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, skrining Human Papillomavirus (HPV) diupayakan menjadi gerakan masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.
"Skrining HPV menjadi prioritas karena kanker umumnya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Melalui skrining, kami dapat mendeteksi risiko lebih awal dan memberikan intervensi yang tepat," kata Ismid, Rabu (20/11/2024 ada).
Menurutnya, infeksi HPV tidak hanya berdampak pada perempuan, tetapi juga pada laki-laki, sehingga program ini relevan untuk semua kalangan. Dikatakan juga, saat ini metode pemeriksaan melalui urine mulai diperkenalkan sebagai cara yang lebih mudah dan nyaman.
Selain kanker serviks, kanker nasofaring juga menjadi perhatian. Faktor risiko utama seperti kebiasaan merokok terus disosialisasikan agar masyarakat lebih sadar akan bahaya yang mengintai.
"Kami terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya merokok yang dapat memicu kanker nasofaring. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah perkembangan kanker ini," tambahnya.
Selain program skrining, Dinkes Samarinda juga akan mengintegrasikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat seperti wacana pemerintah pusat saat hari ulang tahunnya, termasuk tes darah dan urine, yang diadakan secara berkala. Ia menilai program ini bertujuan untuk mendeteksi tidak hanya kanker, tetapi juga penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan hipertensi.
"Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan ini sebaik mungkin. Dengan mendeteksi penyakit lebih awal, peluang penyembuhan akan jauh lebih besar," pungkasnya.
(Sf/Rs)