Seputar Kaltim

    Dinkes PPU Waspadai Diare Saat Kemarau, 2.084 Kasus Tercatat hingga Juli

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    29 Agustus 2026 pukul 08:47 WITA

    Ketua Tim Kerja P2M Dinkes PPU, Sri Wiyani. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Selain ISPA, diare menjadi salah satu penyakit yang diwaspadai Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama musim kemarau. Hingga Juli 2026, tercatat 2.084 kasus diare, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.918 kasus.

    Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes PPU, Sri Wiyani, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat sejak Mei. Pada Mei tercatat 253 kasus, naik menjadi 315 kasus pada Juni dan mencapai 361 kasus pada Juli.

    "Sejak Mei kasus mulai meningkat. Tercatat 253 kasus pada Mei, kemudian 315 kasus pada Juni dan 361 kasus pada Juli. Total sampai Juli mencapai 2.084 kasus," kata Yani, Kamis (27/8/2026).

    Kasus diare ditemukan pada seluruh kelompok usia, mulai balita hingga dewasa. Penyebabnya beragam, mulai konsumsi makanan atau minuman yang tidak bersih, gangguan pencernaan, keracunan makanan, hingga infeksi virus dan bakteri seperti rotavirus dan Salmonella.

    Dinkes juga mewaspadai diare karena dapat menyebabkan dehidrasi. Dari seluruh kasus yang ditangani, satu kasus tercatat mengalami dehidrasi berat. Tidak ada laporan kematian akibat diare.

    "Yang paling perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Namun secara umum kasus yang ditemukan masih tanpa dehidrasi," ujarnya.

    Untuk penanganan, Dinkes menyiapkan oralit dan zinc. Oralit diberikan untuk mengganti cairan tubuh dan mencegah dehidrasi, sementara zinc membantu pemulihan saluran pencernaan.

    Yani memastikan stok obat dan kebutuhan penanganan diare masih aman. Masyarakat dapat mengakses layanan di seluruh puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

    Dinkes PPU mengingatkan, pencegahan diare dapat dilakukan dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, merebus air minum hingga mendidih, melengkapi imunisasi rotavirus, tidak buang air besar sembarangan, menghindari jajanan sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinkes PPU Waspadai Diare Saat Kemarau, 2.084 Kasus Tercatat hingga Juli

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    29 Agustus 2026 pukul 08:47 WITA

    Ketua Tim Kerja P2M Dinkes PPU, Sri Wiyani. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Selain ISPA, diare menjadi salah satu penyakit yang diwaspadai Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama musim kemarau. Hingga Juli 2026, tercatat 2.084 kasus diare, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.918 kasus.

    Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes PPU, Sri Wiyani, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat sejak Mei. Pada Mei tercatat 253 kasus, naik menjadi 315 kasus pada Juni dan mencapai 361 kasus pada Juli.

    "Sejak Mei kasus mulai meningkat. Tercatat 253 kasus pada Mei, kemudian 315 kasus pada Juni dan 361 kasus pada Juli. Total sampai Juli mencapai 2.084 kasus," kata Yani, Kamis (27/8/2026).

    Kasus diare ditemukan pada seluruh kelompok usia, mulai balita hingga dewasa. Penyebabnya beragam, mulai konsumsi makanan atau minuman yang tidak bersih, gangguan pencernaan, keracunan makanan, hingga infeksi virus dan bakteri seperti rotavirus dan Salmonella.

    Dinkes juga mewaspadai diare karena dapat menyebabkan dehidrasi. Dari seluruh kasus yang ditangani, satu kasus tercatat mengalami dehidrasi berat. Tidak ada laporan kematian akibat diare.

    "Yang paling perlu diwaspadai adalah dehidrasi. Namun secara umum kasus yang ditemukan masih tanpa dehidrasi," ujarnya.

    Untuk penanganan, Dinkes menyiapkan oralit dan zinc. Oralit diberikan untuk mengganti cairan tubuh dan mencegah dehidrasi, sementara zinc membantu pemulihan saluran pencernaan.

    Yani memastikan stok obat dan kebutuhan penanganan diare masih aman. Masyarakat dapat mengakses layanan di seluruh puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

    Dinkes PPU mengingatkan, pencegahan diare dapat dilakukan dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, merebus air minum hingga mendidih, melengkapi imunisasi rotavirus, tidak buang air besar sembarangan, menghindari jajanan sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

    (Sf/Rs)