Cari disini...
Seputar Kaltim
Kantor Dinkes PPU. (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mencanangkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dinamai Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) untuk Kecamatan Waru.
Gerakan ini dicanangkan karena kasus DBD di Kecamatan Waru relatif cukup tinggi dengan jumlah terjangkit mencapai 224 orang hingga Oktober 2025.
“Desa Bangun Mulyo menjadi yang tertinggi kasusnya. Kondisi itu menjadi alasan terpilihnya Waru sebagai pusat pencanangan gerakan PSN tingkat kabupaten,” ujar Kepala Dinkes PPU, Grace Makisurat, Jumat (14/11/2025).
Ia menjelaskan kasus DBD di PPU sempat mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir karena dipengaruhi mobilitas penduduk yang tinggi, terutama di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pada 2024, PPU menjadi peringkat pertama nasional penyumbang kasus DBD dengan total kasus mencapai 1.484 dan jumlah tertinggi terjadi di Desa Bumi Harapan. Di Kecamatan Waru sendiri terdapat 184 kasus,” terangnya.
Selain DBD, Grace juga menyampaikan perkembangan penanganan malaria. Pada 2023, terdapat 1.315 kasus malaria dengan annual parasite index (API) di atas lima. Pada 2024 angka tersebut turun menjadi 2,1 dan hingga Oktober 2025 kembali turun menjadi 0,8.
“Ini kemajuan besar. Semoga tetap di bawah satu agar kita bisa mulai tahapan eliminasi malaria pada 2026 dan mencapai target eliminasi 2027, lebih cepat dari target nasional 2030,” papar Grace.
Dinkes PPU juga melaksanakan aksi PSN secara serentak di 11 puskesmas dengan fokus utama wilayah yang memiliki kasus DBD tinggi.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh jentik. Karena itu kerja bakti membersihkan tempat penampungan air jauh lebih efektif,” tegasnya.
Guna mencegah masyarakat terjangkit DBD dan Malaria, Dinkes PPU turut membagikan kelambu dan larvasida kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penerima.
“Semoga gerakan yang kita canangkan ini dapat menekan kasus DBD dan Malaria di PPU, terutama di Waru,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kantor Dinkes PPU. (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mencanangkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dinamai Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) untuk Kecamatan Waru.
Gerakan ini dicanangkan karena kasus DBD di Kecamatan Waru relatif cukup tinggi dengan jumlah terjangkit mencapai 224 orang hingga Oktober 2025.
“Desa Bangun Mulyo menjadi yang tertinggi kasusnya. Kondisi itu menjadi alasan terpilihnya Waru sebagai pusat pencanangan gerakan PSN tingkat kabupaten,” ujar Kepala Dinkes PPU, Grace Makisurat, Jumat (14/11/2025).
Ia menjelaskan kasus DBD di PPU sempat mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir karena dipengaruhi mobilitas penduduk yang tinggi, terutama di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pada 2024, PPU menjadi peringkat pertama nasional penyumbang kasus DBD dengan total kasus mencapai 1.484 dan jumlah tertinggi terjadi di Desa Bumi Harapan. Di Kecamatan Waru sendiri terdapat 184 kasus,” terangnya.
Selain DBD, Grace juga menyampaikan perkembangan penanganan malaria. Pada 2023, terdapat 1.315 kasus malaria dengan annual parasite index (API) di atas lima. Pada 2024 angka tersebut turun menjadi 2,1 dan hingga Oktober 2025 kembali turun menjadi 0,8.
“Ini kemajuan besar. Semoga tetap di bawah satu agar kita bisa mulai tahapan eliminasi malaria pada 2026 dan mencapai target eliminasi 2027, lebih cepat dari target nasional 2030,” papar Grace.
Dinkes PPU juga melaksanakan aksi PSN secara serentak di 11 puskesmas dengan fokus utama wilayah yang memiliki kasus DBD tinggi.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh jentik. Karena itu kerja bakti membersihkan tempat penampungan air jauh lebih efektif,” tegasnya.
Guna mencegah masyarakat terjangkit DBD dan Malaria, Dinkes PPU turut membagikan kelambu dan larvasida kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penerima.
“Semoga gerakan yang kita canangkan ini dapat menekan kasus DBD dan Malaria di PPU, terutama di Waru,” tandasnya.
(Sf/Rs)