Seputar Kaltim

    Dinkes PPU Temukan Penularan Lokal Malaria di Kawasan IKN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    24 Juli 2026 pukul 16:39 WITA

    Fungsional Entomologi Bidang P2P Dinas Kesehatan PPU, Harjito Ponco Waluyo. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan penularan lokal malaria di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kasus tersebut terjadi di lokasi pekerja rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) setelah seorang pekerja yang terinfeksi diduga menularkan penyakit kepada rekan kerjanya.

    Fungsional Entomologi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo, mengatakan hingga Juni 2026 tercatat 85 kasus malaria. Dinkes menargetkan jumlah kasus tahun ini dapat ditekan hingga sekitar separuh dibanding 2025 yang mencapai 178 kasus.

    "Yang cukup mengejutkan justru kasus yang dirawat di RSUD Sepaku. Setelah kami telusuri, sumbernya berasal dari lokasi rehabilitasi DAS di kawasan IKN," kata Ponco, Jumat (24/7/2026).

    Dari hasil investigasi epidemiologi, sedikitnya 13 pekerja di lokasi tersebut terkonfirmasi malaria. Penularan diduga bermula dari satu pekerja yang membawa infeksi dari luar, kemudian menyebar kepada rekan kerja karena lingkungan di sekitar lokasi mendukung perkembangan nyamuk penular malaria.

    Tim Dinkes kemudian menemukan jentik maupun nyamuk Anopheles di sekitar lokasi pekerjaan. Temuan itu memperkuat dugaan terjadinya penularan setempat.

    "Awalnya kasus dibawa oleh pekerja, tetapi kemudian menularkan ke kelompok kerjanya karena vektornya memang ada di lokasi," ujarnya.

    Ponco mengungkapkan, keberadaan nyamuk Anopheles di kawasan IKN sebenarnya telah dipetakan sejak Juli 2025. Bahkan, jumlahnya lebih banyak dibanding sejumlah wilayah penyangga IKN di Kecamatan Sepaku maupun daerah perbatasan Kutai Kartanegara yang saat itu tidak ditemukan vektor malaria.

    Selain di kawasan IKN, kasus malaria masih banyak ditemukan di wilayah yang berdekatan dengan aktivitas perusahaan. Puskesmas Sotek mencatat 31 kasus, RSUD Sepaku 17 kasus, sedangkan wilayah kerja Puskesmas Petung mencatat 12 kasus yang mayoritas berasal dari kawasan KM 24 dan KM 63 di perbatasan Kabupaten Paser.

    Menurut Ponco, sebagian besar penderita merupakan pekerja pembukaan lahan dan pencari kayu yang banyak beraktivitas di kawasan tersebut.

    Saat ini, para pekerja di lokasi rehabilitasi DAS telah menyelesaikan kontrak kerjanya. Dinkes juga telah melakukan pengobatan terhadap pasien positif serta memberikan obat pencegahan malaria kepada sembilan pekerja lainnya untuk memutus rantai penularan.

    Selain penanganan kasus, Dinkes menemukan sedikitnya dua titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles di kawasan IKN, yakni kolam yang kurang terawat di dekat area rest area serta genangan air di tepi jalan yang kerap tergenang saat hujan.

    Temuan tersebut menjadi dasar penguatan pengendalian vektor guna mencegah munculnya penularan malaria di kawasan IKN.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dinkes PPU Temukan Penularan Lokal Malaria di Kawasan IKN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    24 Juli 2026 pukul 16:39 WITA

    Fungsional Entomologi Bidang P2P Dinas Kesehatan PPU, Harjito Ponco Waluyo. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan penularan lokal malaria di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kasus tersebut terjadi di lokasi pekerja rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) setelah seorang pekerja yang terinfeksi diduga menularkan penyakit kepada rekan kerjanya.

    Fungsional Entomologi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo, mengatakan hingga Juni 2026 tercatat 85 kasus malaria. Dinkes menargetkan jumlah kasus tahun ini dapat ditekan hingga sekitar separuh dibanding 2025 yang mencapai 178 kasus.

    "Yang cukup mengejutkan justru kasus yang dirawat di RSUD Sepaku. Setelah kami telusuri, sumbernya berasal dari lokasi rehabilitasi DAS di kawasan IKN," kata Ponco, Jumat (24/7/2026).

    Dari hasil investigasi epidemiologi, sedikitnya 13 pekerja di lokasi tersebut terkonfirmasi malaria. Penularan diduga bermula dari satu pekerja yang membawa infeksi dari luar, kemudian menyebar kepada rekan kerja karena lingkungan di sekitar lokasi mendukung perkembangan nyamuk penular malaria.

    Tim Dinkes kemudian menemukan jentik maupun nyamuk Anopheles di sekitar lokasi pekerjaan. Temuan itu memperkuat dugaan terjadinya penularan setempat.

    "Awalnya kasus dibawa oleh pekerja, tetapi kemudian menularkan ke kelompok kerjanya karena vektornya memang ada di lokasi," ujarnya.

    Ponco mengungkapkan, keberadaan nyamuk Anopheles di kawasan IKN sebenarnya telah dipetakan sejak Juli 2025. Bahkan, jumlahnya lebih banyak dibanding sejumlah wilayah penyangga IKN di Kecamatan Sepaku maupun daerah perbatasan Kutai Kartanegara yang saat itu tidak ditemukan vektor malaria.

    Selain di kawasan IKN, kasus malaria masih banyak ditemukan di wilayah yang berdekatan dengan aktivitas perusahaan. Puskesmas Sotek mencatat 31 kasus, RSUD Sepaku 17 kasus, sedangkan wilayah kerja Puskesmas Petung mencatat 12 kasus yang mayoritas berasal dari kawasan KM 24 dan KM 63 di perbatasan Kabupaten Paser.

    Menurut Ponco, sebagian besar penderita merupakan pekerja pembukaan lahan dan pencari kayu yang banyak beraktivitas di kawasan tersebut.

    Saat ini, para pekerja di lokasi rehabilitasi DAS telah menyelesaikan kontrak kerjanya. Dinkes juga telah melakukan pengobatan terhadap pasien positif serta memberikan obat pencegahan malaria kepada sembilan pekerja lainnya untuk memutus rantai penularan.

    Selain penanganan kasus, Dinkes menemukan sedikitnya dua titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles di kawasan IKN, yakni kolam yang kurang terawat di dekat area rest area serta genangan air di tepi jalan yang kerap tergenang saat hujan.

    Temuan tersebut menjadi dasar penguatan pengendalian vektor guna mencegah munculnya penularan malaria di kawasan IKN.

    (Sf/Lo)