Seputar Kaltim

    Dinkes PPU Optimis Capai Nol Kasus Malaria pada 2029

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    09 Juni 2025 pukul 13:23 WITA

    Kantor Dinkes PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mengaku optimis bisa menuntaskan penularan penyakit malaria hingga nol kasus pada 2029 mendatang.

    Kepercayaan diri ini muncul karena Dinkes PPU berhasil menurunkan angka penularan malaria dari 1.315 kasus pada 2023 lalu hingga 98 kasus di pertengahan 2025.

    Keberhasilan itu membuat daerah PPU masuk zona hijau penularan malaria setelah beberapa tahun terakhir berstatus kuning dan merah.

    “Eliminasi malaria yang ditargetkan secara nasional itu pada 2030 mendatang, tapi kita (yakin) bisa mengeliminasi malaria pada 2029 nanti,” ucap Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes, Ponco, Senin (9/6/2025).

    Ponco mengaku telah memetakan wilayah endemis malaria sebagai tempat aktif penularan penyakit yang disebabkan parasit plasmodium akibat gigitan nyamuk anopheles betina. Lokasinya berada di Kelurahan Sotek yang berbatasan langsung dengan Paser.

    “Kita menemukan ada dua indigenous malaria kemarin (belum lama ini) di wilayah Sotek RT 16 yang berbatasan dengan Kabupaten Paser,” ungkap Ponco.

    Dinkes PPU kini tengah menggencarkan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah endemis malaria melalui kader kesehatan.

    Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan masifnya penularan malaria, serta langkah percepatan mencapai target eliminasi.

    “Kami berharap upaya yang dilakukan ini, kita pada 2026 nanti sudah tidak ada kasus indigenous (malaria) lagi. Apabila tiga tahun berturut-turut tidak ada penularan di wilayah setempat, maka kita bisa mempercepat eliminasi malaria dan mencapai nol kasus pada 2029,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dinkes PPU Optimis Capai Nol Kasus Malaria pada 2029

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    09 Juni 2025 pukul 13:23 WITA

    Kantor Dinkes PPU.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mengaku optimis bisa menuntaskan penularan penyakit malaria hingga nol kasus pada 2029 mendatang.

    Kepercayaan diri ini muncul karena Dinkes PPU berhasil menurunkan angka penularan malaria dari 1.315 kasus pada 2023 lalu hingga 98 kasus di pertengahan 2025.

    Keberhasilan itu membuat daerah PPU masuk zona hijau penularan malaria setelah beberapa tahun terakhir berstatus kuning dan merah.

    “Eliminasi malaria yang ditargetkan secara nasional itu pada 2030 mendatang, tapi kita (yakin) bisa mengeliminasi malaria pada 2029 nanti,” ucap Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes, Ponco, Senin (9/6/2025).

    Ponco mengaku telah memetakan wilayah endemis malaria sebagai tempat aktif penularan penyakit yang disebabkan parasit plasmodium akibat gigitan nyamuk anopheles betina. Lokasinya berada di Kelurahan Sotek yang berbatasan langsung dengan Paser.

    “Kita menemukan ada dua indigenous malaria kemarin (belum lama ini) di wilayah Sotek RT 16 yang berbatasan dengan Kabupaten Paser,” ungkap Ponco.

    Dinkes PPU kini tengah menggencarkan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah endemis malaria melalui kader kesehatan.

    Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan masifnya penularan malaria, serta langkah percepatan mencapai target eliminasi.

    “Kami berharap upaya yang dilakukan ini, kita pada 2026 nanti sudah tidak ada kasus indigenous (malaria) lagi. Apabila tiga tahun berturut-turut tidak ada penularan di wilayah setempat, maka kita bisa mempercepat eliminasi malaria dan mencapai nol kasus pada 2029,” tandasnya.

    (Sf/Lo)