Seputar Kaltim

    Dinkes Kutim Pastikan Tak Ada Puskesmas Kekurangan Obat, Termasuk di Daerah Terpencil

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2025 pukul 13:04 WITA

    Plt. Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur memastikan kebutuhan obat di seluruh Puskesmas, termasuk yang berada di daerah terpencil, selalu dipantau dan dipenuhi sesuai kebutuhan.

    Plt. Kepala Dinkes Kutim, Sumarno menyampaikan setiap Puskesmas menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) untuk menentukan kebutuhan obat selama satu tahun. Usulan ini kemudian diteruskan ke Dinas Kesehatan dan selanjutnya ke Gudang Farmasi.

    “Puskesmas sudah memetakan kebutuhan obat dalam satu tahun. Dari situ diajukan ke dinas, lalu ke gudang farmasi. Nantinya gudang farmasi yang mendistribusikan obat ke Puskesmas,” ujar Sumarno.

    Ia menambahkan, distribusi obat dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus dalam satu tahun. “Usulannya per satu tahun, tapi di dropnya tidak langsung satu kali setahun. Biasanya per tiga bulan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

    Sementara untuk obat program seperti penanganan TBC, HIV, hingga obat cacing, pemerintah pusat langsung melakukan suplai tanpa menunggu permintaan daerah.

    “Kalau untuk obat program itu langsung drop dari pusat. Itu tidak pernah kekurangan,” jelasnya.

    Sumarno memastikan, hingga kini tidak ada laporan kekurangan obat di Puskesmas manapun, termasuk di wilayah yang jauh dan sulit akses.

    "Selama ini tidak ada keluhan terkait obat-obatan. Semua kebutuhan sudah terpenuhi karena gudang farmasi mendistribusikannya sesuai dengan usulan yang kami ajukan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinkes Kutim Pastikan Tak Ada Puskesmas Kekurangan Obat, Termasuk di Daerah Terpencil

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2025 pukul 13:04 WITA

    Plt. Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur memastikan kebutuhan obat di seluruh Puskesmas, termasuk yang berada di daerah terpencil, selalu dipantau dan dipenuhi sesuai kebutuhan.

    Plt. Kepala Dinkes Kutim, Sumarno menyampaikan setiap Puskesmas menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) untuk menentukan kebutuhan obat selama satu tahun. Usulan ini kemudian diteruskan ke Dinas Kesehatan dan selanjutnya ke Gudang Farmasi.

    “Puskesmas sudah memetakan kebutuhan obat dalam satu tahun. Dari situ diajukan ke dinas, lalu ke gudang farmasi. Nantinya gudang farmasi yang mendistribusikan obat ke Puskesmas,” ujar Sumarno.

    Ia menambahkan, distribusi obat dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus dalam satu tahun. “Usulannya per satu tahun, tapi di dropnya tidak langsung satu kali setahun. Biasanya per tiga bulan sesuai kebutuhan,” tambahnya.

    Sementara untuk obat program seperti penanganan TBC, HIV, hingga obat cacing, pemerintah pusat langsung melakukan suplai tanpa menunggu permintaan daerah.

    “Kalau untuk obat program itu langsung drop dari pusat. Itu tidak pernah kekurangan,” jelasnya.

    Sumarno memastikan, hingga kini tidak ada laporan kekurangan obat di Puskesmas manapun, termasuk di wilayah yang jauh dan sulit akses.

    "Selama ini tidak ada keluhan terkait obat-obatan. Semua kebutuhan sudah terpenuhi karena gudang farmasi mendistribusikannya sesuai dengan usulan yang kami ajukan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)