Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Skrining TBC di Kecamatan Loa Kulu, Kukar. (Foto: Puskesmas Loa Kulu).
Tenggarong - Puskesmas Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara telah melaksanakan kegiatan skrining untuk mendeteksi kasus Tuberkulosis (TBC) aktif di wilayah tersebut.
Pemeriksaan menggunakan alat rontgen bergerak ini melibatkan 163 peserta dari berbagai kalangan masyarakat yang dianggap berisiko tinggi terhadap TBC.
"Kegiatan ini tujuannya untuk menemukan kasus TBC yang belum terdeteksi," kata Penanggung jawab Program TBC Puskesmas Loa Kulu, Astuti Nurhasanah, Jumat (10/1/2024).
Ia menyebut pemeriksaan ini difokuskan pada individu yang berisiko tinggi terhadap TBC seperti warga yang berkontak erat dengan pasien TBC, penderita diabetes melitus, pasien HIV/AIDS, penderita malnutrisi, perokok dankontak serumah pasien kusta.
"Melalui pendekatan ini kita ingin lebih banyak individu yang terdeteksi dan segera mendapat penanganan. Skrining aktif dengan mobile X-Ray sangat efektif untuk menemukan kasus TBC yang mungkin belum terdeteksi sebelumnya. Dengan mengidentifikasi kasus lebih awal, kita bisa berikan pengobatan yang lebih cepat,” ujarnya.
Kata dia, Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini sedang gencar melakukan skrining TBC di kecamatan-kecamatan lainnya di Kukar.
“Kami berharap masyarakat jadi lebih sadar terkait pentingnya kesehatan. Kami juga ingin kegiatan ini dapat menekan angka penularan TBC. Sejauh ini belum ada warga yang terkena TBC," tutupnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Skrining TBC di Kecamatan Loa Kulu, Kukar. (Foto: Puskesmas Loa Kulu).
Tenggarong - Puskesmas Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara telah melaksanakan kegiatan skrining untuk mendeteksi kasus Tuberkulosis (TBC) aktif di wilayah tersebut.
Pemeriksaan menggunakan alat rontgen bergerak ini melibatkan 163 peserta dari berbagai kalangan masyarakat yang dianggap berisiko tinggi terhadap TBC.
"Kegiatan ini tujuannya untuk menemukan kasus TBC yang belum terdeteksi," kata Penanggung jawab Program TBC Puskesmas Loa Kulu, Astuti Nurhasanah, Jumat (10/1/2024).
Ia menyebut pemeriksaan ini difokuskan pada individu yang berisiko tinggi terhadap TBC seperti warga yang berkontak erat dengan pasien TBC, penderita diabetes melitus, pasien HIV/AIDS, penderita malnutrisi, perokok dankontak serumah pasien kusta.
"Melalui pendekatan ini kita ingin lebih banyak individu yang terdeteksi dan segera mendapat penanganan. Skrining aktif dengan mobile X-Ray sangat efektif untuk menemukan kasus TBC yang mungkin belum terdeteksi sebelumnya. Dengan mengidentifikasi kasus lebih awal, kita bisa berikan pengobatan yang lebih cepat,” ujarnya.
Kata dia, Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini sedang gencar melakukan skrining TBC di kecamatan-kecamatan lainnya di Kukar.
“Kami berharap masyarakat jadi lebih sadar terkait pentingnya kesehatan. Kami juga ingin kegiatan ini dapat menekan angka penularan TBC. Sejauh ini belum ada warga yang terkena TBC," tutupnya.
(Sf/By)