Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin saat melakukan pemeriksaan tekanan darah pada acara gebyar Hari Hipertensi Sedunia 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memperingati Hari Hipertensi Sedunia (HHS) 2024 dengan tema "Ukur Tekanan Darahmu dengan Tepat, Kontrol dengan Minum Obat Teratur untuk Hidup Lebih Lama". Dalam puncak gebyar HHS ini Dinkes Kaltim meraih rekor MURI dengan menghadirkan 20.695 peserta atas penyelenggaraan pemeriksaan tekanan darah di seluruh kabupaten kota di Kaltim.
Jumlah ini melibihi target yang ditetapkan sebelumnya yakni 16.500 orang. Namun, sepanjang rangkaian acara masyarakat berdatangan dengan antusias, apalagi ditambah doorprize di akhir sesi acara.
Adapun rincian peserta yang hadir dan terdaftar namanya, Balikpapan (3.527 orang), Berau (1.819), Bontang (1.052), Kutai Barat (454), Kutai Kartanegara (5.224), Kutai Timur (2.494), Mahakam Ulu (52), Paser (922), Penajam Paser Utara (1.814) dan Samarinda (3.335).
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menyebut langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam menekankan komitmennya untuk menanggulangi penyakit hipertensi. Pernyataan tegas tersebut dibacakan oleh Jaya Mualimin dalam Penandatanganan Komitmen Penanggulangan Hipertensi pada peringatan HHS di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Minggu (9/6/2024) pagi.
"Kami berkomitmen untuk mendukung upaya penanggulangan penyakit hipertensi yang merupakan salah satu indikator pelayanan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan," kata Jaya.
Lebih lanjut, Jaya menjelaskan, hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular namun memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Hipertensi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke tanya dulu masih dan gagal ginjal.
Adapun beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Pemprov Kaltim, di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, mengembangkan dan menyebarluaskan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang hipertensi, termasuk faktor risiko, gejala, dan juga cara pencegahannya. "Kedua, menyelenggarakan kampanye kesehatan secara berkala melalui berbagai media, termasuk media sosial, radio, televisi dan kegiatan masyarakat," tambahnya.
Mengenai rekor MURI, Customer Relation Manager MURI Bryan Razu Ramadhan, mengatakan bahwa untuk dalam kategori yang sama sebelumnya sudah dipecahkan oleh DKI Jakarta dengan jumlah peserta 6.100 orang, dan kedua pernah di raih Bengkulu sebanyak 15.000 orang. "Untuk ini kami meminta Dinkes Kaltim melebihi rekor sebelumnya," kata Bryan.
Dengan Raihan rekor MURI yang baru ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hipertensi ini dapat lebih peduli lagi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin saat melakukan pemeriksaan tekanan darah pada acara gebyar Hari Hipertensi Sedunia 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memperingati Hari Hipertensi Sedunia (HHS) 2024 dengan tema "Ukur Tekanan Darahmu dengan Tepat, Kontrol dengan Minum Obat Teratur untuk Hidup Lebih Lama". Dalam puncak gebyar HHS ini Dinkes Kaltim meraih rekor MURI dengan menghadirkan 20.695 peserta atas penyelenggaraan pemeriksaan tekanan darah di seluruh kabupaten kota di Kaltim.
Jumlah ini melibihi target yang ditetapkan sebelumnya yakni 16.500 orang. Namun, sepanjang rangkaian acara masyarakat berdatangan dengan antusias, apalagi ditambah doorprize di akhir sesi acara.
Adapun rincian peserta yang hadir dan terdaftar namanya, Balikpapan (3.527 orang), Berau (1.819), Bontang (1.052), Kutai Barat (454), Kutai Kartanegara (5.224), Kutai Timur (2.494), Mahakam Ulu (52), Paser (922), Penajam Paser Utara (1.814) dan Samarinda (3.335).
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menyebut langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam menekankan komitmennya untuk menanggulangi penyakit hipertensi. Pernyataan tegas tersebut dibacakan oleh Jaya Mualimin dalam Penandatanganan Komitmen Penanggulangan Hipertensi pada peringatan HHS di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Minggu (9/6/2024) pagi.
"Kami berkomitmen untuk mendukung upaya penanggulangan penyakit hipertensi yang merupakan salah satu indikator pelayanan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan," kata Jaya.
Lebih lanjut, Jaya menjelaskan, hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular namun memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Hipertensi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke tanya dulu masih dan gagal ginjal.
Adapun beberapa langkah strategis yang akan dilakukan Pemprov Kaltim, di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, mengembangkan dan menyebarluaskan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang hipertensi, termasuk faktor risiko, gejala, dan juga cara pencegahannya. "Kedua, menyelenggarakan kampanye kesehatan secara berkala melalui berbagai media, termasuk media sosial, radio, televisi dan kegiatan masyarakat," tambahnya.
Mengenai rekor MURI, Customer Relation Manager MURI Bryan Razu Ramadhan, mengatakan bahwa untuk dalam kategori yang sama sebelumnya sudah dipecahkan oleh DKI Jakarta dengan jumlah peserta 6.100 orang, dan kedua pernah di raih Bengkulu sebanyak 15.000 orang. "Untuk ini kami meminta Dinkes Kaltim melebihi rekor sebelumnya," kata Bryan.
Dengan Raihan rekor MURI yang baru ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hipertensi ini dapat lebih peduli lagi.
(Sf/Rs)