Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Pastikan Kesiapan Vaksin Haji, Tiga Jenis ini Wajib Bagi Jemaah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2026 pukul 14:03 WITA

    Ilustrasi seorang pria yang sedang vaksin untuk ibadah haji. (Foto: Freepik.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi calon jemaah haji tahun ini, khususnya terkait pemberian vaksin wajib.

    Saat ini, distribusi vaksin ke seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim telah berjalan sesuai kuota jemaah.

    Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kaltim, Andalusia, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota untuk memastikan seluruh calon jemaah mendapatkan hak perlindungan kesehatannya sebelum berangkat.

    "Saat ini Dinkes Provinsi telah mendistribusikan vaksin haji reguler, dalam hal ini vaksin meningitis, ke Dinkes Kabupaten/Kota yang mendapatkan kuota. Jumlahnya sudah dikoordinasikan sesuai penetapan Kementerian Haji," ujar Andalusia dihubungi di Samarinda, Jum'at (6/2/2026).

    Andalusia menegaskan, sesuai edaran terbaru dari Kementerian Haji dan otoritas Arab Saudi, terdapat tiga jenis vaksin yang menjadi syarat mutlak bagi jemaah. Ketiga vaksin tersebut adalah Meningitis Meningokokus, Polio, dan Covid-19.

    "Vaksin wajib bagi seluruh jemaah. Sebelumnya, jemaah sudah diedukasi dan dilakukan pembinaan oleh tenaga kesehatan di wilayahnya masing-masing," jelasnya.

    Terkait pelaksanaan di lapangan, Andalusia menyebut bahwa penunjukan Puskesmas atau fasilitas kesehatan sebagai lokasi vaksinasi merupakan wewenang masing-masing Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Ia juga menjamin ketersediaan stok vaksin yang ada saat ini.

    "Stok vaksin sudah diperhitungkan. Kalaupun ada kekurangan, akan segera kami susulkan," tambahnya.

    Lebih lanjut, Dinkes Kaltim menekankan bahwa vaksinasi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan upaya krusial untuk melindungi jemaah dari risiko penularan penyakit di luar negeri, terutama mengantisipasi adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) atau outbreak.

    Selama masa tunggu, Dinkes di seluruh Kabupaten/Kota juga terus melakukan pembinaan kesehatan. Jemaah diimbau untuk menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga agar kondisi fisik tetap prima.

    "Vaksinasi adalah upaya pencegahan jemaah kita dari penyakit menular yang terjadi di negara lain. Dengan upaya ini, diharapkan seluruh jemaah Indonesia, khususnya Kaltim, mendapat kekebalan tubuh (herd immunity) maksimal," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Pastikan Kesiapan Vaksin Haji, Tiga Jenis ini Wajib Bagi Jemaah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2026 pukul 14:03 WITA

    Ilustrasi seorang pria yang sedang vaksin untuk ibadah haji. (Foto: Freepik.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi calon jemaah haji tahun ini, khususnya terkait pemberian vaksin wajib.

    Saat ini, distribusi vaksin ke seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim telah berjalan sesuai kuota jemaah.

    Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kaltim, Andalusia, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota untuk memastikan seluruh calon jemaah mendapatkan hak perlindungan kesehatannya sebelum berangkat.

    "Saat ini Dinkes Provinsi telah mendistribusikan vaksin haji reguler, dalam hal ini vaksin meningitis, ke Dinkes Kabupaten/Kota yang mendapatkan kuota. Jumlahnya sudah dikoordinasikan sesuai penetapan Kementerian Haji," ujar Andalusia dihubungi di Samarinda, Jum'at (6/2/2026).

    Andalusia menegaskan, sesuai edaran terbaru dari Kementerian Haji dan otoritas Arab Saudi, terdapat tiga jenis vaksin yang menjadi syarat mutlak bagi jemaah. Ketiga vaksin tersebut adalah Meningitis Meningokokus, Polio, dan Covid-19.

    "Vaksin wajib bagi seluruh jemaah. Sebelumnya, jemaah sudah diedukasi dan dilakukan pembinaan oleh tenaga kesehatan di wilayahnya masing-masing," jelasnya.

    Terkait pelaksanaan di lapangan, Andalusia menyebut bahwa penunjukan Puskesmas atau fasilitas kesehatan sebagai lokasi vaksinasi merupakan wewenang masing-masing Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Ia juga menjamin ketersediaan stok vaksin yang ada saat ini.

    "Stok vaksin sudah diperhitungkan. Kalaupun ada kekurangan, akan segera kami susulkan," tambahnya.

    Lebih lanjut, Dinkes Kaltim menekankan bahwa vaksinasi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan upaya krusial untuk melindungi jemaah dari risiko penularan penyakit di luar negeri, terutama mengantisipasi adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) atau outbreak.

    Selama masa tunggu, Dinkes di seluruh Kabupaten/Kota juga terus melakukan pembinaan kesehatan. Jemaah diimbau untuk menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga agar kondisi fisik tetap prima.

    "Vaksinasi adalah upaya pencegahan jemaah kita dari penyakit menular yang terjadi di negara lain. Dengan upaya ini, diharapkan seluruh jemaah Indonesia, khususnya Kaltim, mendapat kekebalan tubuh (herd immunity) maksimal," pungkasnya.

    (Sf/Rs)