Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Mulai Pemeriksaan Beban Virus HIV, Tahun ini Target 3.771 Pasien

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2024 pukul 18:42 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mulai jalankan kembali pemeriksaan Viral Load (VL) HIV atau yang biasa disebut sebagai beban virus yang terdapat dalam tubuh Orang Dengan HIV (OD HIV). 

    Pelaksanaan ini merupakan bagian dari target pengendalian HIV/AIDS yang telah disepakati global untuk mengakhiri epidemi HIV AIDS pada tahun 2030. Yakni berupa target khusus melalui pencapaian 95–95–95 (target triple 95), yang mana 95 persen orang hidup dengan HIV mengetahui status HIV, 95 persen ODHIV mendapatkan pengobatan ARV dan 95 persen ODHIV mendapatkan pengobatan ARV mengalami supresi virus. 

    Melalui Lokakarya pemeriksaan VL HIV yang dilaksanakan Dinkes Kaltim pada Kamis (20/6/2024) yang juga berlangsung di 38 provinsi di Indonesia. Menurut Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin perlu dilakukan untuk pemantauan efektivitas terapi antiretroviral  (ARV) bagi ODHIV dalam pengobatan.

    Jaya menyebut di Indonesia pada 2023 terdapat 391.598 orang dengan HIV yang mengetahui statusnya dan baru 140.622 yang baru mendapatkan pengobatan ARV.

    "Untuk pemantauan pengobatan ARV
    adalah pemeriksaan VL HIV. Sedangkan jumlah ODHIV dalam pengobatan yang diperiksa VL HIV hingga 31 Desember 2023 baru sebanyak 106.591 orang se-Indonesia," ungkap Jaya Mualimin di Samarinda.

    Jaya menyebut pelaksanaan lokakarya VL HIV ini bagi tenaga kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan untuk mendukung upaya mencapai target 95 persen yang ketiga yaitu ODHIV dalam terapi
    antiretroviral (ART) viral load tersupresi.

    "Target pemeriksaan VL HIV di Kaltim tahun 2024 ini sejumlah 3.771 pasien," ucapnya.

    Menurut Jaya, keberhasilan eliminasi HIV ditentukan oleh kontribusi dan kolaborasi lintas sektor dari berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat secar berkesinambungan. 

    "Setiap sektor mempunyai peran penting, dan semua harus berpartisipasi untuk menyukseskan target eliminasi HIV sebelum tahun 2030. Koordinasi dengan seluruh kabupaten dan kota juga kita perlukan untuk meninjau perjalanan program pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS di Indonesia," tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Mulai Pemeriksaan Beban Virus HIV, Tahun ini Target 3.771 Pasien

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2024 pukul 18:42 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mulai jalankan kembali pemeriksaan Viral Load (VL) HIV atau yang biasa disebut sebagai beban virus yang terdapat dalam tubuh Orang Dengan HIV (OD HIV). 

    Pelaksanaan ini merupakan bagian dari target pengendalian HIV/AIDS yang telah disepakati global untuk mengakhiri epidemi HIV AIDS pada tahun 2030. Yakni berupa target khusus melalui pencapaian 95–95–95 (target triple 95), yang mana 95 persen orang hidup dengan HIV mengetahui status HIV, 95 persen ODHIV mendapatkan pengobatan ARV dan 95 persen ODHIV mendapatkan pengobatan ARV mengalami supresi virus. 

    Melalui Lokakarya pemeriksaan VL HIV yang dilaksanakan Dinkes Kaltim pada Kamis (20/6/2024) yang juga berlangsung di 38 provinsi di Indonesia. Menurut Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin perlu dilakukan untuk pemantauan efektivitas terapi antiretroviral  (ARV) bagi ODHIV dalam pengobatan.

    Jaya menyebut di Indonesia pada 2023 terdapat 391.598 orang dengan HIV yang mengetahui statusnya dan baru 140.622 yang baru mendapatkan pengobatan ARV.

    "Untuk pemantauan pengobatan ARV
    adalah pemeriksaan VL HIV. Sedangkan jumlah ODHIV dalam pengobatan yang diperiksa VL HIV hingga 31 Desember 2023 baru sebanyak 106.591 orang se-Indonesia," ungkap Jaya Mualimin di Samarinda.

    Jaya menyebut pelaksanaan lokakarya VL HIV ini bagi tenaga kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan untuk mendukung upaya mencapai target 95 persen yang ketiga yaitu ODHIV dalam terapi
    antiretroviral (ART) viral load tersupresi.

    "Target pemeriksaan VL HIV di Kaltim tahun 2024 ini sejumlah 3.771 pasien," ucapnya.

    Menurut Jaya, keberhasilan eliminasi HIV ditentukan oleh kontribusi dan kolaborasi lintas sektor dari berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat secar berkesinambungan. 

    "Setiap sektor mempunyai peran penting, dan semua harus berpartisipasi untuk menyukseskan target eliminasi HIV sebelum tahun 2030. Koordinasi dengan seluruh kabupaten dan kota juga kita perlukan untuk meninjau perjalanan program pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS di Indonesia," tuturnya.

    (Sf/Rs)