Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Luruskan Isu Dugaan Malapraktik Bayi di RSUD AWS

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    08 April 2026 pukul 16:35 WITA

    RSUD AWS baru-baru ini diterpa isu malparaktek medis. (Foto: Aset milik seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) angkat bicara terkait ramainya isu dugaan malapraktik penanganan seorang bayi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

    Setelah Komisi IV DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak), Dinkes memastikan hingga kini belum ada kesimpulan yang mengarah pada malapraktik medis.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menyebut luka melepuh pada lengan bayi tersebut bukan dibiarkan oleh pihak rumah sakit, melainkan memburuk ketika pasien berada di rumah.

    "Saat dipulangkan, kondisinya tidak separah itu. Memang ada infeksi di bekas infus atau dalam bahasa medisnya flebitis. Pasien dianjurkan untuk berobat jalan, namun ternyata ada keterlambatan dari pihak keluarga untuk segera membawa pasien kembali kontrol," jelas Jaya Mualimin ditemui di Samarinda, Rabu (8/4/2026).

    Kondisi infeksi tersebut diduga semakin parah akibat penggunaan pengobatan alternatif oleh pihak keluarga, seperti menempelkan dedaunan pada area luka.

    Dinkes mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan terapi tradisional pada luka terbuka tanpa pengawasan fasilitas kesehatan demi mencegah terjadinya infeksi sekunder.

    Meski demikian, Dinkes Kaltim mengapresiasi langkah cepat tanggap manajemen RSUD AWS yang langsung menjemput pasien begitu mengetahui kondisi lukanya meluas. Kini bayi tersebut telah dirawat kembali secara intensif di rumah sakit.

    "Pihak RSUD AWS sudah mengambil tindakan cepat. Rencananya akan dilakukan operasi skin graft atau cangkok kulit untuk memulihkan dan menyambung jaringan kulit yang menghitam agar bisa mulus kembali," tambahnya.

    Saat ini manajemen RSUD AWS dan Dinkes Kaltim masih menunggu laporan resmi secara terperinci dari Komite Mutu dan Keselamatan Pasien terkait kronologi pasti pelayanan yang diterima oleh balita tersebut.

    Dinkes berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama, baik bagi peningkatan edukasi medis oleh rumah sakit maupun kepatuhan pasien terhadap anjuran kontrol.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Luruskan Isu Dugaan Malapraktik Bayi di RSUD AWS

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    08 April 2026 pukul 16:35 WITA

    RSUD AWS baru-baru ini diterpa isu malparaktek medis. (Foto: Aset milik seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) angkat bicara terkait ramainya isu dugaan malapraktik penanganan seorang bayi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

    Setelah Komisi IV DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak), Dinkes memastikan hingga kini belum ada kesimpulan yang mengarah pada malapraktik medis.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin menyebut luka melepuh pada lengan bayi tersebut bukan dibiarkan oleh pihak rumah sakit, melainkan memburuk ketika pasien berada di rumah.

    "Saat dipulangkan, kondisinya tidak separah itu. Memang ada infeksi di bekas infus atau dalam bahasa medisnya flebitis. Pasien dianjurkan untuk berobat jalan, namun ternyata ada keterlambatan dari pihak keluarga untuk segera membawa pasien kembali kontrol," jelas Jaya Mualimin ditemui di Samarinda, Rabu (8/4/2026).

    Kondisi infeksi tersebut diduga semakin parah akibat penggunaan pengobatan alternatif oleh pihak keluarga, seperti menempelkan dedaunan pada area luka.

    Dinkes mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan terapi tradisional pada luka terbuka tanpa pengawasan fasilitas kesehatan demi mencegah terjadinya infeksi sekunder.

    Meski demikian, Dinkes Kaltim mengapresiasi langkah cepat tanggap manajemen RSUD AWS yang langsung menjemput pasien begitu mengetahui kondisi lukanya meluas. Kini bayi tersebut telah dirawat kembali secara intensif di rumah sakit.

    "Pihak RSUD AWS sudah mengambil tindakan cepat. Rencananya akan dilakukan operasi skin graft atau cangkok kulit untuk memulihkan dan menyambung jaringan kulit yang menghitam agar bisa mulus kembali," tambahnya.

    Saat ini manajemen RSUD AWS dan Dinkes Kaltim masih menunggu laporan resmi secara terperinci dari Komite Mutu dan Keselamatan Pasien terkait kronologi pasti pelayanan yang diterima oleh balita tersebut.

    Dinkes berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama, baik bagi peningkatan edukasi medis oleh rumah sakit maupun kepatuhan pasien terhadap anjuran kontrol.

    (Sf/Lo)