Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Pelayanan Puskesmas yang masih berjalan dengan jadwal normal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan seluruh pelayanan kesehatan di Benua Etam, baik di tingkat pertama maupun rujukan akan tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan.
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir mengenai jam operasional fasilitas kesehatan, karena tidak akan ada pemangkasan waktu layanan di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin menegaskan pelayanan kepada masyarakat akan tetap mengikuti jadwal yang berlaku seperti hari-hari biasa.
"Pastinya selama bulan Ramadan kita tetap melayani masyarakat sesuai jam pelayanan. Kita juga berharap rumah sakit maupun puskesmas tidak ada yang mengurangi jam pelayanannya," ujar Jaya, Rabu (18/2/2026).
Terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari Jumat, Jaya memastikan hal tersebut tidak akan berdampak pada kualitas dan akses pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit.
"Untuk rumah sakit, kami pastikan tidak ada pengurangan layanan meskipun ada kebijakan WFA ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Dinkes Kaltim terus mendorong peningkatan layanan di sejumlah rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) atau Unit Bisnis Kesehatan (UBK). Salah satu contohnya adalah RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan yang kini telah membuka layanan poliklinik setiap hari Sabtu.
"Selain itu, kita juga mengupayakan pembukaan layanan poliklinik pada sore hari agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu berobat selama Ramadan," tambah Jaya.
Sementara untuk fasilitas kesehatan primer, jam operasional puskesmas dipastikan tidak berubah. Jaya turut mengapresiasi puskesmas di Kota Samarinda yang kini telah dilengkapi dengan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam.
Ia berharap pola pelayanan maksimal ini dapat direplikasi oleh puskesmas di kabupaten/kota lainnya di Kaltim.
Terkait potensi penyesuaian jam kerja ASN selama Ramadan, Jaya menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dari Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.
"Biasanya jam masuk dimajukan menjadi pukul 08.00. Tahun lalu dari 07.30 menjadi 08.00 dan jam pulang juga dimajukan setengah jam," jelasnya.
Meski akan ada pergeseran jam kerja pegawai secara administratif, ia kembali menjamin bahwa hal tersebut sama sekali tidak akan memengaruhi optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat di lapangan.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Pelayanan Puskesmas yang masih berjalan dengan jadwal normal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan seluruh pelayanan kesehatan di Benua Etam, baik di tingkat pertama maupun rujukan akan tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadan.
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir mengenai jam operasional fasilitas kesehatan, karena tidak akan ada pemangkasan waktu layanan di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin menegaskan pelayanan kepada masyarakat akan tetap mengikuti jadwal yang berlaku seperti hari-hari biasa.
"Pastinya selama bulan Ramadan kita tetap melayani masyarakat sesuai jam pelayanan. Kita juga berharap rumah sakit maupun puskesmas tidak ada yang mengurangi jam pelayanannya," ujar Jaya, Rabu (18/2/2026).
Terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari Jumat, Jaya memastikan hal tersebut tidak akan berdampak pada kualitas dan akses pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit.
"Untuk rumah sakit, kami pastikan tidak ada pengurangan layanan meskipun ada kebijakan WFA ini," tegasnya.
Lebih lanjut, Dinkes Kaltim terus mendorong peningkatan layanan di sejumlah rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) atau Unit Bisnis Kesehatan (UBK). Salah satu contohnya adalah RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan yang kini telah membuka layanan poliklinik setiap hari Sabtu.
"Selain itu, kita juga mengupayakan pembukaan layanan poliklinik pada sore hari agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu berobat selama Ramadan," tambah Jaya.
Sementara untuk fasilitas kesehatan primer, jam operasional puskesmas dipastikan tidak berubah. Jaya turut mengapresiasi puskesmas di Kota Samarinda yang kini telah dilengkapi dengan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam.
Ia berharap pola pelayanan maksimal ini dapat direplikasi oleh puskesmas di kabupaten/kota lainnya di Kaltim.
Terkait potensi penyesuaian jam kerja ASN selama Ramadan, Jaya menerangkan bahwa pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dari Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim.
"Biasanya jam masuk dimajukan menjadi pukul 08.00. Tahun lalu dari 07.30 menjadi 08.00 dan jam pulang juga dimajukan setengah jam," jelasnya.
Meski akan ada pergeseran jam kerja pegawai secara administratif, ia kembali menjamin bahwa hal tersebut sama sekali tidak akan memengaruhi optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat di lapangan.
(Sf/Lo)