Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Bakal Teruskan Kebutuhan Medis Korban Banjir Kutim-Berau ke Pusat, Obat-obatan Siap Didrop

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Desember 2025 pukul 15:17 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Berau, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. 

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim memastikan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan bagi korban terdampak akan diupayakan secara maksimal, bahkan hingga diteruskan ke pemerintah pusat.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan kesehatan pascabanjir. Menurutnya, pemantauan ketat terus dilakukan di lokasi-lokasi terdampak.

    "Laporan kemarin dari Kutim, terutama di Wahau ya. Memang air sempat naik tapi turun lagi. Dan fungsi Pelayanan Kesehatan Puskesmas masih cukup bisa melayani. Jadi kita masih pantau," ujar Jaya Mualimin, saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).

    Meski pelayanan kesehatan primer di Puskesmas masih berjalan, Jaya Mualimin mengakui adanya beberapa kebutuhan pelayanan kesehatan yang disampaikan oleh petugas di lapangan. Kebutuhan-kebutuhan ini akan segera ditindaklanjuti.

    "Walaupun dari kesehatan di sana juga menyampaikan beberapa kebutuhan untuk Pelayanan Kesehatan, kita akan teruskan ke pusat krisis, juga ke Kementerian Kesehatan," tegasnya.

    Selain itu, Jaya Mualimin juga memastikan ketersediaan logistik obat-obatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan warga korban banjir. 

    "Dan juga barangkali obat-obatan juga kita akan drop kalau memang dibutuhkan," tambahnya.

    Sebelumnya, kondisi mengkhawatirkan dialami warga Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, yang sudah tiga hari berturut-turut dikepung banjir. 

    Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, melumpuhkan aktivitas dan mengganggu akses warga.

    Ironisnya, banjir ini juga disertai dengan pemadaman listrik yang tidak menentu. Aliran listrik kerap mati-nyala selama tiga hari, memperburuk kesulitan warga.

    Hingga berita ini diturunkan, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka sangat mengharapkan respon cepat dari pemerintah kabupaten, baik terkait penanganan banjir maupun perbaikan mesin listrik, di tengah jaminan bantuan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kaltim.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinkes Kaltim Bakal Teruskan Kebutuhan Medis Korban Banjir Kutim-Berau ke Pusat, Obat-obatan Siap Didrop

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Desember 2025 pukul 15:17 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Berau, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. 

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim memastikan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan bagi korban terdampak akan diupayakan secara maksimal, bahkan hingga diteruskan ke pemerintah pusat.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan kesehatan pascabanjir. Menurutnya, pemantauan ketat terus dilakukan di lokasi-lokasi terdampak.

    "Laporan kemarin dari Kutim, terutama di Wahau ya. Memang air sempat naik tapi turun lagi. Dan fungsi Pelayanan Kesehatan Puskesmas masih cukup bisa melayani. Jadi kita masih pantau," ujar Jaya Mualimin, saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).

    Meski pelayanan kesehatan primer di Puskesmas masih berjalan, Jaya Mualimin mengakui adanya beberapa kebutuhan pelayanan kesehatan yang disampaikan oleh petugas di lapangan. Kebutuhan-kebutuhan ini akan segera ditindaklanjuti.

    "Walaupun dari kesehatan di sana juga menyampaikan beberapa kebutuhan untuk Pelayanan Kesehatan, kita akan teruskan ke pusat krisis, juga ke Kementerian Kesehatan," tegasnya.

    Selain itu, Jaya Mualimin juga memastikan ketersediaan logistik obat-obatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan warga korban banjir. 

    "Dan juga barangkali obat-obatan juga kita akan drop kalau memang dibutuhkan," tambahnya.

    Sebelumnya, kondisi mengkhawatirkan dialami warga Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, yang sudah tiga hari berturut-turut dikepung banjir. 

    Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, melumpuhkan aktivitas dan mengganggu akses warga.

    Ironisnya, banjir ini juga disertai dengan pemadaman listrik yang tidak menentu. Aliran listrik kerap mati-nyala selama tiga hari, memperburuk kesulitan warga.

    Hingga berita ini diturunkan, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka sangat mengharapkan respon cepat dari pemerintah kabupaten, baik terkait penanganan banjir maupun perbaikan mesin listrik, di tengah jaminan bantuan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kaltim.

    (Sf/Rs)