Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Fit Nawati. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengakui Pos Pelayanan terpadu (Posyandu) masih belum maksimal.
Sehingga, kata dia, untuk meningkatkan tersebut akan diterapkan integrasi layanan primer. "Nanti itu akan ada integrasi layanan primer, Posyandu itu nanti kepada pengawalan siklus kehidupan. Kalau dulu Posyandu lansia, remaja, balita dan bayi itu masing-masing, sekarang akan terintregasi menjadi satu tempat," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kaltim, Fit Nawati, Jum'at (14/7/2023).
Siklus kehidupan ditawarka, kata Fit Nawati, sebagai wujud pemantik bagaimana masyarakat dapat memaksimalkan Posyandu. "Contohnya saja ketika ada satu keluarga yang terdiri dari bayi dan lansia, bukan hanya bayinya saja yang bisa ke posyandu melainkan lansia juga bisa sekalian untuk dilakukan pemantauan. Sebab penyebaran juga bisa terjadi pada lansia dan kita harapkan menjadi sehat," jelasnya.
Menurutnya, angka stunting di Kaltim meningkat sebanyak 1,1 persen di 2022 sesuai data BPS. Ini terjadi salah satu penyebabnya adalah jarangnya masyarakat datang ke Posyandu.
"Tentu kami akan lakukan tindakan dengan memaksimalkan posyandu dengan adanya pemantauan dan harus adanya keterlibatan dinas lainnya, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD)," terangnya.
Dalam pantauan, kata dia, adanya indikator penting. "Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan bayi, saat ini pemantauan pertumbuhan bayi baru 40 persen dan harapannya bisa sampai 90 persen. Dengan pemantauan ini, kita mengetahui jika ada gangguan gizi dan melakukan intevensi sejak dini," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Fit Nawati. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengakui Pos Pelayanan terpadu (Posyandu) masih belum maksimal.
Sehingga, kata dia, untuk meningkatkan tersebut akan diterapkan integrasi layanan primer. "Nanti itu akan ada integrasi layanan primer, Posyandu itu nanti kepada pengawalan siklus kehidupan. Kalau dulu Posyandu lansia, remaja, balita dan bayi itu masing-masing, sekarang akan terintregasi menjadi satu tempat," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kaltim, Fit Nawati, Jum'at (14/7/2023).
Siklus kehidupan ditawarka, kata Fit Nawati, sebagai wujud pemantik bagaimana masyarakat dapat memaksimalkan Posyandu. "Contohnya saja ketika ada satu keluarga yang terdiri dari bayi dan lansia, bukan hanya bayinya saja yang bisa ke posyandu melainkan lansia juga bisa sekalian untuk dilakukan pemantauan. Sebab penyebaran juga bisa terjadi pada lansia dan kita harapkan menjadi sehat," jelasnya.
Menurutnya, angka stunting di Kaltim meningkat sebanyak 1,1 persen di 2022 sesuai data BPS. Ini terjadi salah satu penyebabnya adalah jarangnya masyarakat datang ke Posyandu.
"Tentu kami akan lakukan tindakan dengan memaksimalkan posyandu dengan adanya pemantauan dan harus adanya keterlibatan dinas lainnya, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD)," terangnya.
Dalam pantauan, kata dia, adanya indikator penting. "Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan bayi, saat ini pemantauan pertumbuhan bayi baru 40 persen dan harapannya bisa sampai 90 persen. Dengan pemantauan ini, kita mengetahui jika ada gangguan gizi dan melakukan intevensi sejak dini," pungkasnya.
(Sf/By)