Seputar Kaltim

    Dinkes Berau dan BBPOM Samarinda Uji 27 Sampel Takjil, Semua Dipastikan Aman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2025 pukul 10:22 WITA

    Dinkes Berau bersama BBPOM Samarinda saat melakukan pengawasan pangan dan pengujian sampel takjil di Halaman Masjid Agung Baitul Hikmah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda melakukan pengawasan pangan dan pengujian sampel pada Rabu, (19/03/2025).

    Pasar Ramadan yang ada di Halaman depan masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk dilakukan uji coba pada makanan dan minuman yang dijual. 

    Kepala BBPOM Samarinda, Sam Lapik mengatakan tujuan melakukan pengawasan ini dalam rangka untuk menjamin keamanan dan kebersihan dari produk yang dijual atau dijajakan dalam rangka Ramadan dan Idulfitri.

    "Alhamdulillah, aman dari semua sampel yang kita uji. Hari ini kita fokus untuk takjil. Kita melakukan pengujian untuk bahan berbahaya," ungkap Sam Lapik, Rabu, (19/03/2025).

    BBPOM mengambil sebanyak 27 sampel takjil untuk diperiksa apakah bahannya mengandung formalin, boraks, rhomadin B atau metanil yellow. Setelah dilakukan pengujian cepat di halaman masjid tersebut, tidak ditemukan adanya takjil yang terindikasi menggunakan bahan makanan berbahaya beracun. 

    "Semua sudah mengikuti arahan yang disampaikan pengurus. Jadi katanya sebelum diadakan ini, pengurus sudah memberikan arahan sebelumnya. Kita buktikan hari ini setelah melakukan pengujian, seperti yang bapak-bapak dan ibu lihat di pengujian kita tidak ada yang menghadapi bahan berbahaya. Alhamdulillah," tuturnya.

    Untuk proses pengujian sampel yakni membutuhkan waktu sekitar satu jam. Menurutnya, perlu dilakukan edukasi kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar makanan yang dijual dalam keadaan tertutup agar tidak dihinggapi lalat dan lebih higienis.

    "Kita lihat banyak yang kipas-kipas tadi, artinya ada lalat sehingga perlu dijaga juga kebersihannya," tandasnya.

    Selain itu, Sam mengatakan bahwa di Kabupaten Berau juga sudah ada tim koordinasi pengawasan obat dan makanan yang melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dinkes Berau dan BBPOM Samarinda Uji 27 Sampel Takjil, Semua Dipastikan Aman

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    20 Maret 2025 pukul 10:22 WITA

    Dinkes Berau bersama BBPOM Samarinda saat melakukan pengawasan pangan dan pengujian sampel takjil di Halaman Masjid Agung Baitul Hikmah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda melakukan pengawasan pangan dan pengujian sampel pada Rabu, (19/03/2025).

    Pasar Ramadan yang ada di Halaman depan masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk dilakukan uji coba pada makanan dan minuman yang dijual. 

    Kepala BBPOM Samarinda, Sam Lapik mengatakan tujuan melakukan pengawasan ini dalam rangka untuk menjamin keamanan dan kebersihan dari produk yang dijual atau dijajakan dalam rangka Ramadan dan Idulfitri.

    "Alhamdulillah, aman dari semua sampel yang kita uji. Hari ini kita fokus untuk takjil. Kita melakukan pengujian untuk bahan berbahaya," ungkap Sam Lapik, Rabu, (19/03/2025).

    BBPOM mengambil sebanyak 27 sampel takjil untuk diperiksa apakah bahannya mengandung formalin, boraks, rhomadin B atau metanil yellow. Setelah dilakukan pengujian cepat di halaman masjid tersebut, tidak ditemukan adanya takjil yang terindikasi menggunakan bahan makanan berbahaya beracun. 

    "Semua sudah mengikuti arahan yang disampaikan pengurus. Jadi katanya sebelum diadakan ini, pengurus sudah memberikan arahan sebelumnya. Kita buktikan hari ini setelah melakukan pengujian, seperti yang bapak-bapak dan ibu lihat di pengujian kita tidak ada yang menghadapi bahan berbahaya. Alhamdulillah," tuturnya.

    Untuk proses pengujian sampel yakni membutuhkan waktu sekitar satu jam. Menurutnya, perlu dilakukan edukasi kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar makanan yang dijual dalam keadaan tertutup agar tidak dihinggapi lalat dan lebih higienis.

    "Kita lihat banyak yang kipas-kipas tadi, artinya ada lalat sehingga perlu dijaga juga kebersihannya," tandasnya.

    Selain itu, Sam mengatakan bahwa di Kabupaten Berau juga sudah ada tim koordinasi pengawasan obat dan makanan yang melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    (Sf/Rs)