Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemberian nomor antrean untuk pembelian elpiji 3 kilogram di pangkalan elpiji Ahmad Yani, Temindung Permai, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda merencanakan adanya kartu pembelian khusus untuk elpiji subsidi 3 kilogram.
Kepala Disdag Samarinda, Marnabas Patiroy menerangkan, pihaknya telah mengantongi desain kartu dan data penerima manfaat kartu tersebut.
Marnabas mengungkap, gagasan tersebut bermula dari adanya masalah sosial yang kerap terjadi terkait dengan tabung subsidi itu. Banyak dugaan, penerima manfaat dari tabung subsidi itu tidak tepat sasaran.
"Orang yang memang seharusnya mendapatkan bisa dapat bagiannya. Itu yang mau kita proteksi,” tegas Marnabas, Jumat (7/6/2024).
Dengan adanya kartu itu Marnabas meyakini bahwa penimbunan gas elpiji yang sering dilakukan oleh beberapa oknum tertentu dapat teratasi.
“Jadi ada kepastian bagi masyarakat penerima manfaat ini sehingga mereka tidak berbondong-bondong, tidak pakai mengantri lama-lama," ujarnya.
Terkait untuk data penerima kartu tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda melalui data Social Security Number (SSN).
Secara teknis ia menggambarkan, misalnya di dalam satu Kartu Keluarga (KK), terdapat tujuh anggota keluarga. Maka akan ada pengkajian lebih lanjut dengan beberapa pertimbangan, berapa jumlah tabung yang dapat diterimanya selama satu bulan.
"Saya akan kaji berapa sih layaknya dia dapat dalam satu bulan. Katakan dia dapat 5 tabung, artinya dia berhak mendapat lima tabung dalam satu bulan," jelasnya.
Jatah tabung itu bisa diambil tiap minggunya. Apabila bagiannya tidak diambil dalam minggu tertentu, maka jatahnya akan hangus.
Marnabas mengungkap lokasi pertama yang akan menjadi tempat uji coba realisasi kartu tersebut adalah di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Di sana ada lima pangkalan gas elpiji, dan data SSN yang kita terima ada 281 KK. Nanti lurah akan membagikan kartu tersebut ke rumah-rumah warga yang terdata sebagai penerima kartu,” imbuhnya.
Namun, untuk merealisasikan gagasan ini, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Pertamina. Setelah itu ia akan meminta persetujuan dari wali kota sebelum diimplementasikan ke masyarakat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemberian nomor antrean untuk pembelian elpiji 3 kilogram di pangkalan elpiji Ahmad Yani, Temindung Permai, Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda merencanakan adanya kartu pembelian khusus untuk elpiji subsidi 3 kilogram.
Kepala Disdag Samarinda, Marnabas Patiroy menerangkan, pihaknya telah mengantongi desain kartu dan data penerima manfaat kartu tersebut.
Marnabas mengungkap, gagasan tersebut bermula dari adanya masalah sosial yang kerap terjadi terkait dengan tabung subsidi itu. Banyak dugaan, penerima manfaat dari tabung subsidi itu tidak tepat sasaran.
"Orang yang memang seharusnya mendapatkan bisa dapat bagiannya. Itu yang mau kita proteksi,” tegas Marnabas, Jumat (7/6/2024).
Dengan adanya kartu itu Marnabas meyakini bahwa penimbunan gas elpiji yang sering dilakukan oleh beberapa oknum tertentu dapat teratasi.
“Jadi ada kepastian bagi masyarakat penerima manfaat ini sehingga mereka tidak berbondong-bondong, tidak pakai mengantri lama-lama," ujarnya.
Terkait untuk data penerima kartu tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda melalui data Social Security Number (SSN).
Secara teknis ia menggambarkan, misalnya di dalam satu Kartu Keluarga (KK), terdapat tujuh anggota keluarga. Maka akan ada pengkajian lebih lanjut dengan beberapa pertimbangan, berapa jumlah tabung yang dapat diterimanya selama satu bulan.
"Saya akan kaji berapa sih layaknya dia dapat dalam satu bulan. Katakan dia dapat 5 tabung, artinya dia berhak mendapat lima tabung dalam satu bulan," jelasnya.
Jatah tabung itu bisa diambil tiap minggunya. Apabila bagiannya tidak diambil dalam minggu tertentu, maka jatahnya akan hangus.
Marnabas mengungkap lokasi pertama yang akan menjadi tempat uji coba realisasi kartu tersebut adalah di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.
“Di sana ada lima pangkalan gas elpiji, dan data SSN yang kita terima ada 281 KK. Nanti lurah akan membagikan kartu tersebut ke rumah-rumah warga yang terdata sebagai penerima kartu,” imbuhnya.
Namun, untuk merealisasikan gagasan ini, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Pertamina. Setelah itu ia akan meminta persetujuan dari wali kota sebelum diimplementasikan ke masyarakat.
(Sf/Rs)