Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan keamanan dan kenyamanan wisatawan dengan memperketat pengawasan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengungkapkan bahwa fokus utama pengawasan tahun ini adalah meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan seluruh operator pariwisata menjalankan standar keselamatan.
"Evaluasi keamanan dan keselamatan menjadi entry point utama kami," tegas Ririn Sari Dewi di Kantor Gubernur Samarinda, Selasa (16/12/2025).
"Surat edaran tentang kesiapan Nataru dari Kemenpar sudah kami sampaikan kepada seluruh mitra pariwisata, mulai dari PHRI, ASITA, APPBI, hingga desa-desa wisata," tambahnya.
Ia menjelaskan, surat edaran tersebut mencakup aturan main dan kesiapan di lapangan, dengan harapan wisatawan dapat menikmati liburan Nataru dengan aman, nyaman, dan tertib.
Ririn juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap faktor alam, terutama cuaca ekstrem. Dinas Pariwisata Kaltim telah menjalin kerja sama erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Kaltim.
"Kami update kondisi cuaca di IG kami. Karena bencana klimatologi sekarang menjadi hal yang kurang terprediksi (unpredictable). Ini menjadi bahan prepare bagi wisatawan," jelasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berasal dari pengelola destinasi, tetapi juga dari OPD terkait lainnya.
Pengawasan ketat ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden kecelakaan di tempat wisata, seperti kasus tenggelam yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya di Bontang.
"Ini jangan sampai terulang lagi. Perlu adanya kesiapsiagaan semua OPD terkait," katanya.
Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota diinstruksikan untuk melakukan monitoring intensif di lapangan guna memastikan kondisi di tempat-tempat destinasi.
Selain faktor keamanan, aspek hospitality juga menjadi perhatian utama Dispar Kaltim.
"Yang jelas, kita fokus ke situ. Kenyamanan dan hospitality menjadi perhatian pertama," tambahnya.
Terkait isu permainan harga tiket dan retribusi, Ririn memastikan bahwa keluhan terkait hal tersebut sejauh ini sangat jarang terjadi di Kaltim.
"Kami mengimbau seluruh wisatawan, ayo berwisata ke Kaltim. Jangan lupa tetap menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan hospitality kepada seluruh para pengunjung," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan keamanan dan kenyamanan wisatawan dengan memperketat pengawasan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengungkapkan bahwa fokus utama pengawasan tahun ini adalah meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan seluruh operator pariwisata menjalankan standar keselamatan.
"Evaluasi keamanan dan keselamatan menjadi entry point utama kami," tegas Ririn Sari Dewi di Kantor Gubernur Samarinda, Selasa (16/12/2025).
"Surat edaran tentang kesiapan Nataru dari Kemenpar sudah kami sampaikan kepada seluruh mitra pariwisata, mulai dari PHRI, ASITA, APPBI, hingga desa-desa wisata," tambahnya.
Ia menjelaskan, surat edaran tersebut mencakup aturan main dan kesiapan di lapangan, dengan harapan wisatawan dapat menikmati liburan Nataru dengan aman, nyaman, dan tertib.
Ririn juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap faktor alam, terutama cuaca ekstrem. Dinas Pariwisata Kaltim telah menjalin kerja sama erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Kaltim.
"Kami update kondisi cuaca di IG kami. Karena bencana klimatologi sekarang menjadi hal yang kurang terprediksi (unpredictable). Ini menjadi bahan prepare bagi wisatawan," jelasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berasal dari pengelola destinasi, tetapi juga dari OPD terkait lainnya.
Pengawasan ketat ini dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden kecelakaan di tempat wisata, seperti kasus tenggelam yang pernah terjadi pada tahun sebelumnya di Bontang.
"Ini jangan sampai terulang lagi. Perlu adanya kesiapsiagaan semua OPD terkait," katanya.
Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota diinstruksikan untuk melakukan monitoring intensif di lapangan guna memastikan kondisi di tempat-tempat destinasi.
Selain faktor keamanan, aspek hospitality juga menjadi perhatian utama Dispar Kaltim.
"Yang jelas, kita fokus ke situ. Kenyamanan dan hospitality menjadi perhatian pertama," tambahnya.
Terkait isu permainan harga tiket dan retribusi, Ririn memastikan bahwa keluhan terkait hal tersebut sejauh ini sangat jarang terjadi di Kaltim.
"Kami mengimbau seluruh wisatawan, ayo berwisata ke Kaltim. Jangan lupa tetap menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan hospitality kepada seluruh para pengunjung," tutupnya.
(Sf/Rs)