Seputar Kaltim

    Dinas DPPKUKM Kaltim Masih Menanti SK Pusat Terkait Penempatan Manajer Koperasi Merah Putih

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2026 pukul 16:41 WITA

    Kepala Dinas PPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Aset miliki seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) penempatan resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) terkait para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang baru saja merampungkan pelatihan.

    Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa seluruh proses rekrutmen hingga pembekalan para calon manajer tersebut dikoordinir sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Meskipun Kaltim menjadi salah satu lokus pelaksanaan, peserta pelatihan yang hadir berasal dari berbagai daerah.

    "Seleksinya di pusat, kalau dari dinas belum pegang data itu. Nanti kan ada SK penempatan, jadi yang daftar ya mungkin saja peluangnya terbuka untuk umum. Jadi kita belum tahu nanti siapa saja yang sesuai SK penempatan manajer koperasi di Kaltim, ya kita menunggu SK penempatan," ujar Heni saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

    Heni menambahkan, rangkaian pembekalan bagi para calon manajer baik yang mencakup wawasan kebangsaan maupun materi teknis seputar bisnis dan pengelolaan koperasi secara umum telah selesai dilaksanakan.

    Kendati data rinci mengenai jumlah pasti warga Kaltim yang lolos sebagai manajer masih menunggu penugasan resmi dari pusat, pihak dinas memastikan kesiapan ekosistem koperasi di lapangan terus dimatangkan.

    Berdasarkan data existing DPPKUKM Kaltim, dari total lebih dari 1.000 unit Koperasi Merah Putih yang tercatat, ratusan di antaranya kini bersiap untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di 10 kabupaten/kota.

    "Ada 1.037 Koperasi Merah Putih. Yang sudah siap gerai atau 100 persen siap operasional ada 234 unit, dan yang sudah berjalan usahanya ada 82 unit tersebar di 10 kabupaten/kota," rincinya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dinas DPPKUKM Kaltim Masih Menanti SK Pusat Terkait Penempatan Manajer Koperasi Merah Putih

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2026 pukul 16:41 WITA

    Kepala Dinas PPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Aset miliki seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) penempatan resmi dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) terkait para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang baru saja merampungkan pelatihan.

    Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa seluruh proses rekrutmen hingga pembekalan para calon manajer tersebut dikoordinir sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Meskipun Kaltim menjadi salah satu lokus pelaksanaan, peserta pelatihan yang hadir berasal dari berbagai daerah.

    "Seleksinya di pusat, kalau dari dinas belum pegang data itu. Nanti kan ada SK penempatan, jadi yang daftar ya mungkin saja peluangnya terbuka untuk umum. Jadi kita belum tahu nanti siapa saja yang sesuai SK penempatan manajer koperasi di Kaltim, ya kita menunggu SK penempatan," ujar Heni saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

    Heni menambahkan, rangkaian pembekalan bagi para calon manajer baik yang mencakup wawasan kebangsaan maupun materi teknis seputar bisnis dan pengelolaan koperasi secara umum telah selesai dilaksanakan.

    Kendati data rinci mengenai jumlah pasti warga Kaltim yang lolos sebagai manajer masih menunggu penugasan resmi dari pusat, pihak dinas memastikan kesiapan ekosistem koperasi di lapangan terus dimatangkan.

    Berdasarkan data existing DPPKUKM Kaltim, dari total lebih dari 1.000 unit Koperasi Merah Putih yang tercatat, ratusan di antaranya kini bersiap untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di 10 kabupaten/kota.

    "Ada 1.037 Koperasi Merah Putih. Yang sudah siap gerai atau 100 persen siap operasional ada 234 unit, dan yang sudah berjalan usahanya ada 82 unit tersebar di 10 kabupaten/kota," rincinya.

    (Sf/Lo)