Cari disini...
Seputar Kaltim
Contoh masyarakat yang sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun baru saja memuji adanya penurunan terhadap kebiasaan buruk masyarakat yang buang sampah sembarangan di Teras Samarinda, Minggu (15/9/2024) kemarin. Lalu pada Senin (16/9/2024) pagi tadi sudah banyak sampah tercecer lagi di tempat itu.
Salah seorang warga Samarinda, Ria yang hampir setiap hari mengunjungi tempat itu merasa sedih dengan sikap buruk masyarakat yang dirasa malas untuk membuang sampah pada tempatnya.
"Sering saya lihat beberapa pengunjung juga suka ninggalin sampah mereka, bukannya dibawa atau dibuang," ucap Ria saat ditanya Seputar Fakta, Senin (16/9/2024).
Padahal menurutnya, seberapa kecil pun bentuknya itu tetaplah sampah yang membuat kotor lingkungan. Ia kerap kali melihat sampah plastik bekas segel tutup botol, sedotan, dan puntung rokok.
"Saya rasa masyarakat tau dan sadar apa yang mereka lakukan itu salah, dan merasa ada pihak lain yang berkewajiban membersihkan, kayanya harus ada sanksi tegas," ungkapnya.
Lalu ada masyarakat Samarinda yang lain, Nabil juga merasa kecewa dengan tindakan buang sampah sembarangan itu. Apalagi Teras Samarinda sudah dibuat sedemikian rupa agar nyaman dan estetik.
"Jujur aja, cukup bikin kecewa. Padahal, tempat itu kan udah dibikin bagus banget buat kenyamanan kita semua, tapi malah ada aja yang nggak peduli sama kebersihan," ujar Nabil.
Ia menyadari bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau masyarakat saja. Tapi butuh kolaborasi bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih.
"Teras Samarinda yang awalnya keren, malah kelihatan kumuh. kayaknya perlu lebih banyak edukasi soal pentingnya menjaga kebersihan, dan kalau perlu, sanksi juga biar pada jera," ungkapnya.
Tak hanya Ria dan Nabil yang cukup geram dengan itu, Founder Puan Lestari, Hanna Pertiwi juga merasa miris dengan kondisi yang terjadi di Teras Samarinda. Tempat yang dibangun dengan nilai puluhan miliar itu menjadi tak terjaga kebersihannya akibat ulah masyarakat sendiri.
"Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan ini harus tumbuh dari diri kita sendiri, jangan hanya pemerintah,” kata Hanna.
Suasana tempat itu pun kata Hanna sudah nyaman dan apik. Dari segi penataan bangunan, tanaman, dan lampu-lampu yang menghiasi membuat suasana menjadi nyaman.
"Kesadaran untuk menjaga kebersihan harus ada dalam diri kita masing-masing,” tegasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Contoh masyarakat yang sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun baru saja memuji adanya penurunan terhadap kebiasaan buruk masyarakat yang buang sampah sembarangan di Teras Samarinda, Minggu (15/9/2024) kemarin. Lalu pada Senin (16/9/2024) pagi tadi sudah banyak sampah tercecer lagi di tempat itu.
Salah seorang warga Samarinda, Ria yang hampir setiap hari mengunjungi tempat itu merasa sedih dengan sikap buruk masyarakat yang dirasa malas untuk membuang sampah pada tempatnya.
"Sering saya lihat beberapa pengunjung juga suka ninggalin sampah mereka, bukannya dibawa atau dibuang," ucap Ria saat ditanya Seputar Fakta, Senin (16/9/2024).
Padahal menurutnya, seberapa kecil pun bentuknya itu tetaplah sampah yang membuat kotor lingkungan. Ia kerap kali melihat sampah plastik bekas segel tutup botol, sedotan, dan puntung rokok.
"Saya rasa masyarakat tau dan sadar apa yang mereka lakukan itu salah, dan merasa ada pihak lain yang berkewajiban membersihkan, kayanya harus ada sanksi tegas," ungkapnya.
Lalu ada masyarakat Samarinda yang lain, Nabil juga merasa kecewa dengan tindakan buang sampah sembarangan itu. Apalagi Teras Samarinda sudah dibuat sedemikian rupa agar nyaman dan estetik.
"Jujur aja, cukup bikin kecewa. Padahal, tempat itu kan udah dibikin bagus banget buat kenyamanan kita semua, tapi malah ada aja yang nggak peduli sama kebersihan," ujar Nabil.
Ia menyadari bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau masyarakat saja. Tapi butuh kolaborasi bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih.
"Teras Samarinda yang awalnya keren, malah kelihatan kumuh. kayaknya perlu lebih banyak edukasi soal pentingnya menjaga kebersihan, dan kalau perlu, sanksi juga biar pada jera," ungkapnya.
Tak hanya Ria dan Nabil yang cukup geram dengan itu, Founder Puan Lestari, Hanna Pertiwi juga merasa miris dengan kondisi yang terjadi di Teras Samarinda. Tempat yang dibangun dengan nilai puluhan miliar itu menjadi tak terjaga kebersihannya akibat ulah masyarakat sendiri.
"Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan ini harus tumbuh dari diri kita sendiri, jangan hanya pemerintah,” kata Hanna.
Suasana tempat itu pun kata Hanna sudah nyaman dan apik. Dari segi penataan bangunan, tanaman, dan lampu-lampu yang menghiasi membuat suasana menjadi nyaman.
"Kesadaran untuk menjaga kebersihan harus ada dalam diri kita masing-masing,” tegasnya.
(Sf/Rs)