Cari disini...
Seputar Kaltim
Rapat Koordinasi Kebijakan dan Strategi Upaya Pencegahan Stunting serta Persiapan Operasi Timbang Serentak Kota Bontang Tahun 2026. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wakil Wali Kota Bontang menyoroti tingginya angka stunting di wilayah Kecamatan Bontang Utara, khususnya di Kelurahan Loktuan dan Guntung, yang dinilai tidak sebanding dengan keberadaan kawasan industri dan perusahaan besar di sekitarnya.
Berdasarkan data hasil pendataan kelurahan periode Januari hingga Mei 2026, jumlah balita usia 0–59 bulan yang mengalami stunting di Kecamatan Bontang Utara tercatat sebanyak 599 kasus.
Dari total tersebut, Kelurahan Loktuan menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi yakni 258 kasus, disusul Kelurahan Gunung Elai sebanyak 59 kasus.
Sementara itu, jumlah keluarga berisiko stunting di enam kelurahan di wilayah tersebut mencapai 3.517 keluarga.
Wakil Wali Kota Bontang menilai angka tersebut menjadi perhatian serius, terutama karena wilayah Loktuan dan Guntung berada di sekitar kawasan perusahaan besar.
“Di wilayah ini kan dikelilingi perusahaan besar, seharusnya angka stunting tidak setinggi ini. Ini yang perlu kita evaluasi bersama,” ujar Agus Haris dalam Rapat Koordinasi Kebijakan dan Strategi Pencegahan Stunting sekaligus persiapan Operasi Timbang Serentak Tahun 2026, Jumat (5/6/2026).
Ia juga meminta agar program penurunan stunting tidak hanya bersifat umum, tetapi lebih spesifik melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Pemkot Bontang mendorong agar perusahaan dapat menjadikan penurunan stunting sebagai bagian dari prioritas program tanggung jawab sosial (CSR), terutama di wilayah dengan angka kerentanan tinggi.
Selain Bontang Utara, data di Kecamatan Bontang Selatan juga menunjukkan terdapat 689 kasus stunting dengan jumlah keluarga berisiko stunting mencapai 2.503 keluarga.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penguatan intervensi berbasis data hingga tingkat kelurahan menjadi kunci dalam mempercepat penurunan stunting secara tepat sasaran.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rapat Koordinasi Kebijakan dan Strategi Upaya Pencegahan Stunting serta Persiapan Operasi Timbang Serentak Kota Bontang Tahun 2026. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Wakil Wali Kota Bontang menyoroti tingginya angka stunting di wilayah Kecamatan Bontang Utara, khususnya di Kelurahan Loktuan dan Guntung, yang dinilai tidak sebanding dengan keberadaan kawasan industri dan perusahaan besar di sekitarnya.
Berdasarkan data hasil pendataan kelurahan periode Januari hingga Mei 2026, jumlah balita usia 0–59 bulan yang mengalami stunting di Kecamatan Bontang Utara tercatat sebanyak 599 kasus.
Dari total tersebut, Kelurahan Loktuan menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi yakni 258 kasus, disusul Kelurahan Gunung Elai sebanyak 59 kasus.
Sementara itu, jumlah keluarga berisiko stunting di enam kelurahan di wilayah tersebut mencapai 3.517 keluarga.
Wakil Wali Kota Bontang menilai angka tersebut menjadi perhatian serius, terutama karena wilayah Loktuan dan Guntung berada di sekitar kawasan perusahaan besar.
“Di wilayah ini kan dikelilingi perusahaan besar, seharusnya angka stunting tidak setinggi ini. Ini yang perlu kita evaluasi bersama,” ujar Agus Haris dalam Rapat Koordinasi Kebijakan dan Strategi Pencegahan Stunting sekaligus persiapan Operasi Timbang Serentak Tahun 2026, Jumat (5/6/2026).
Ia juga meminta agar program penurunan stunting tidak hanya bersifat umum, tetapi lebih spesifik melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Pemkot Bontang mendorong agar perusahaan dapat menjadikan penurunan stunting sebagai bagian dari prioritas program tanggung jawab sosial (CSR), terutama di wilayah dengan angka kerentanan tinggi.
Selain Bontang Utara, data di Kecamatan Bontang Selatan juga menunjukkan terdapat 689 kasus stunting dengan jumlah keluarga berisiko stunting mencapai 2.503 keluarga.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penguatan intervensi berbasis data hingga tingkat kelurahan menjadi kunci dalam mempercepat penurunan stunting secara tepat sasaran.
(Sf/Rs)