Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu gedung sekolah untuk Jenjang SMA yang telah rampung 100 persen. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan kawasan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 2 di Palaran, Kota Samarinda, kini telah menyentuh angka 90 persen.
Proyek fasilitas pendidikan di atas lahan seluas 7,5 hektare ini terus dikebut agar dapat beroperasi penuh pada 9 Agustus mendatang, sekaligus menyambut tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan segera bergulir.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Achmad Rasyidi, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik terus dipacu guna mengejar target kontrak.
Pada tahun ajaran ini, SRT Palaran akan menerima 270 siswa baru yang terbagi rata, yakni 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Mereka merupakan anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berasal dari delapan kabupaten/kota di Benua Etam.
“Secara keseluruhan progres sudah 90 persen. Sesuai kontrak, tanggal 9 Agustus harus sudah selesai semua. Makanya pengerjaan di lapangan terus dikebut karena lokasi dan gedung ini akan segera dipakai untuk persiapan MPLS, dan siswa lama juga harus segera bergeser ke sini semua,” ungkap Rasyidi ditemui di Samarinda, Kamis (30/7/2026).
Nantinya, ratusan siswa tersebut tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga fasilitas asrama yang sangat memadai.
Rasyidi merincikan, di lahan 7,5 hektare tersebut telah dibangun gedung sekolah terpadu (SD, SMP, SMA), asrama putra dan putri yang terpisah, dapur, kantin untuk tiap jenjang, serta masjid.
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dua asrama guru, guest house, aula besar, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan basket, lapangan voli, dan lapangan sepak bola yang rumputnya kini sedang dalam tahap penanaman.
Mitigasi Keamanan Siswa di Tengah Proyek
Mengingat tahapan MPLS akan segera dimulai sementara beberapa titik masih dalam tahap penyelesaian akhir (finishing), pihak sekolah telah menyiapkan langkah mitigasi.
Keamanan para peserta didik, khususnya anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) yang masih sangat aktif, menjadi prioritas utama.
Kepala SRT 2 Samarinda Jenjang SD, Pahrijal, memastikan bahwa kekhawatiran terkait keamanan anak-anak di lingkungan proyek sudah diantisipasi secara matang bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Untuk ruangan kelas dan asrama jenjang SD, pembangunannya sudah 100 persen clear dan tidak ada masalah. Memang di area SMP masih ada pengerjaan, tetapi itu sudah kami tutup dengan pagar pengaman. Sedangkan untuk gedung SMA tinggal finishing sedikit saja,” tegas Pahrijal.
Untuk meminimalisasi risiko kecelakaan saat anak-anak beraktivitas, pihak sekolah memusatkan seluruh kegiatan kumpul siswa di area yang dijamin aman.
“Ruang terbuka di lapangan upacara itu menjadi arena full kita untuk berkumpul, mulai dari kegiatan senam, apel pagi, hingga malam hari. Selain itu, ruang asrama anak-anak juga cukup luas untuk mereka beraktivitas dengan aman di dalam,” tambahnya.
Beroperasinya Sekolah Rakyat Terpadu di Palaran ini, total keseluruhan siswa yang akan menempati kawasan tersebut mencapai sekitar 522 anak (gabungan dari 270 siswa baru dan siswa existing).
"Melalui fasilitas fisik yang megah dan jaminan biaya pendidikan penuh dari negara, program afirmasi ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah Kaltim," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu gedung sekolah untuk Jenjang SMA yang telah rampung 100 persen. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Pembangunan kawasan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 2 di Palaran, Kota Samarinda, kini telah menyentuh angka 90 persen.
Proyek fasilitas pendidikan di atas lahan seluas 7,5 hektare ini terus dikebut agar dapat beroperasi penuh pada 9 Agustus mendatang, sekaligus menyambut tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan segera bergulir.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Achmad Rasyidi, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik terus dipacu guna mengejar target kontrak.
Pada tahun ajaran ini, SRT Palaran akan menerima 270 siswa baru yang terbagi rata, yakni 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Mereka merupakan anak-anak dari keluarga prasejahtera yang berasal dari delapan kabupaten/kota di Benua Etam.
“Secara keseluruhan progres sudah 90 persen. Sesuai kontrak, tanggal 9 Agustus harus sudah selesai semua. Makanya pengerjaan di lapangan terus dikebut karena lokasi dan gedung ini akan segera dipakai untuk persiapan MPLS, dan siswa lama juga harus segera bergeser ke sini semua,” ungkap Rasyidi ditemui di Samarinda, Kamis (30/7/2026).
Nantinya, ratusan siswa tersebut tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga fasilitas asrama yang sangat memadai.
Rasyidi merincikan, di lahan 7,5 hektare tersebut telah dibangun gedung sekolah terpadu (SD, SMP, SMA), asrama putra dan putri yang terpisah, dapur, kantin untuk tiap jenjang, serta masjid.
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dua asrama guru, guest house, aula besar, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan basket, lapangan voli, dan lapangan sepak bola yang rumputnya kini sedang dalam tahap penanaman.
Mitigasi Keamanan Siswa di Tengah Proyek
Mengingat tahapan MPLS akan segera dimulai sementara beberapa titik masih dalam tahap penyelesaian akhir (finishing), pihak sekolah telah menyiapkan langkah mitigasi.
Keamanan para peserta didik, khususnya anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) yang masih sangat aktif, menjadi prioritas utama.
Kepala SRT 2 Samarinda Jenjang SD, Pahrijal, memastikan bahwa kekhawatiran terkait keamanan anak-anak di lingkungan proyek sudah diantisipasi secara matang bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Untuk ruangan kelas dan asrama jenjang SD, pembangunannya sudah 100 persen clear dan tidak ada masalah. Memang di area SMP masih ada pengerjaan, tetapi itu sudah kami tutup dengan pagar pengaman. Sedangkan untuk gedung SMA tinggal finishing sedikit saja,” tegas Pahrijal.
Untuk meminimalisasi risiko kecelakaan saat anak-anak beraktivitas, pihak sekolah memusatkan seluruh kegiatan kumpul siswa di area yang dijamin aman.
“Ruang terbuka di lapangan upacara itu menjadi arena full kita untuk berkumpul, mulai dari kegiatan senam, apel pagi, hingga malam hari. Selain itu, ruang asrama anak-anak juga cukup luas untuk mereka beraktivitas dengan aman di dalam,” tambahnya.
Beroperasinya Sekolah Rakyat Terpadu di Palaran ini, total keseluruhan siswa yang akan menempati kawasan tersebut mencapai sekitar 522 anak (gabungan dari 270 siswa baru dan siswa existing).
"Melalui fasilitas fisik yang megah dan jaminan biaya pendidikan penuh dari negara, program afirmasi ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah Kaltim," tutupnya.
(Sf/Rs)