Cari disini...
Seputar Kaltim
Suasana kepulauan para jamaah haji di Bandara Kalimarau Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Suasana haru keluarga dan penuh syukur mewarnai penyambutan kepulangan 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau pada Sabtu (27/6/2026) di Bandara Kalimarau. Setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci selama kurang lebih 40 hari, seluruh jemaah akhirnya kembali ke daerah dalam keadaan sehat dan siap berkumpul bersama keluarga.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah. Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan yang penuh perjuangan, baik secara fisik maupun spiritual, sehingga para jemaah patut bersyukur dapat menyelesaikannya dengan baik.
"Dengan menyandang gelar haji dan hajah, mudah-mudahan kita tetap Istiqamah menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim dan mampu memberikan pengaruh yang positif di mana pun kita berada," kata Sri Juniarsih.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, petugas haji, dan tim kesehatan yang telah mendampingi para jemaah sejak proses pemberangkatan hingga kepulangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau, Kabul Budiono, menjelaskan kuota haji Berau semula berjumlah 215 orang. Namun, dua calon jemaah tidak dapat berangkat karena mengalami gangguan kesehatan menjelang keberangkatan. Salah satu kuota kemudian digantikan oleh istri calon jemaah sehingga total jemaah yang berangkat dan kembali ke Berau sebanyak 212 orang.
"Alhamdulillah, hari ini seluruh jemaah yang berjumlah 212 orang kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat setelah melewati puncak haji di Armuzna, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina," jelas Kabul.
Dirinya pun menyampaikan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinilai berhasil melalui tiga indikator utama. Pertama, sukses ritual karena seluruh jemaah dapat melaksanakan rukun, wajib, dan sunnah haji dengan baik.
"Kedua, sukses ekosistem ekonomi yang tercermin dari besarnya perputaran ekonomi selama musim haji, mulai dari penyediaan perlengkapan jemaah, layanan katering, hingga ekspor bahan pangan Indonesia ke Arab Saudi," tambahnya.
Kemudian yang ketiga, sukses budaya haji. Kabul mengatakan para jemaah diharapkan membawa pulang kebiasaan-kebiasaan baik yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.
"Semangat memakmurkan masjid, menjaga salat lima waktu tepat waktu, serta kecintaan terhadap ibadah hendaknya terus dipelihara dan menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing," ungkapnya.
Kabul berharap dengan kepulangan seluruh jemaah haji, nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kehadiran para haji dan hajah diharapkan mampu memperkuat kehidupan sosial dan religius serta menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat Berau yang lebih harmonis dan sejahtera," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Suasana kepulauan para jamaah haji di Bandara Kalimarau Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Suasana haru keluarga dan penuh syukur mewarnai penyambutan kepulangan 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau pada Sabtu (27/6/2026) di Bandara Kalimarau. Setelah menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci selama kurang lebih 40 hari, seluruh jemaah akhirnya kembali ke daerah dalam keadaan sehat dan siap berkumpul bersama keluarga.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah. Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan yang penuh perjuangan, baik secara fisik maupun spiritual, sehingga para jemaah patut bersyukur dapat menyelesaikannya dengan baik.
"Dengan menyandang gelar haji dan hajah, mudah-mudahan kita tetap Istiqamah menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim dan mampu memberikan pengaruh yang positif di mana pun kita berada," kata Sri Juniarsih.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, petugas haji, dan tim kesehatan yang telah mendampingi para jemaah sejak proses pemberangkatan hingga kepulangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau, Kabul Budiono, menjelaskan kuota haji Berau semula berjumlah 215 orang. Namun, dua calon jemaah tidak dapat berangkat karena mengalami gangguan kesehatan menjelang keberangkatan. Salah satu kuota kemudian digantikan oleh istri calon jemaah sehingga total jemaah yang berangkat dan kembali ke Berau sebanyak 212 orang.
"Alhamdulillah, hari ini seluruh jemaah yang berjumlah 212 orang kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat setelah melewati puncak haji di Armuzna, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina," jelas Kabul.
Dirinya pun menyampaikan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinilai berhasil melalui tiga indikator utama. Pertama, sukses ritual karena seluruh jemaah dapat melaksanakan rukun, wajib, dan sunnah haji dengan baik.
"Kedua, sukses ekosistem ekonomi yang tercermin dari besarnya perputaran ekonomi selama musim haji, mulai dari penyediaan perlengkapan jemaah, layanan katering, hingga ekspor bahan pangan Indonesia ke Arab Saudi," tambahnya.
Kemudian yang ketiga, sukses budaya haji. Kabul mengatakan para jemaah diharapkan membawa pulang kebiasaan-kebiasaan baik yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.
"Semangat memakmurkan masjid, menjaga salat lima waktu tepat waktu, serta kecintaan terhadap ibadah hendaknya terus dipelihara dan menjadi contoh bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing," ungkapnya.
Kabul berharap dengan kepulangan seluruh jemaah haji, nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kehadiran para haji dan hajah diharapkan mampu memperkuat kehidupan sosial dan religius serta menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat Berau yang lebih harmonis dan sejahtera," tandasnya.
(Sf/Rs)