Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Air Sungai Belayan yang sempat meluap hingga ke badan jalan di Kecamatan Tabang (Dok: istimewa)
Tenggarong - Air Sungai Belayan yang ada di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) meluap hingga ke badan jalan dan permukiman warga di Desa Sidomulyo dan Kampung Baru, Kamis (8/1/2026) sore.
Kondisi ini dikarenakan sebagian wilayah Kukar, salah satunya Tabang sempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak 7 Januari malam hingga dini hari. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat hingga meluap ke berbagai titik.
“Usai diguyur hujan semalam, hingga pagi tadi debit air di Tabang naik,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang diprediksi akan terjadi di Tabang, apabila hujan deras terus-menerus mengguyur kawasan tersebut.
“Warga harus berhati-hati saat dilanda banjir, terutama terhadap serangan hewan buas, seperti buaya, ular dan lainnya,” terangnya.
Jika wilayah hulu seperti Tabang dilanda banjir, maka dampaknya berpotensi menjalar ke sejumlah kecamatan lain yang berada di dataran rendah.
“Kalau Tabang banjir, otomatis daerah yang berada di bawahnya seperti Muara Muntai, Kota Bangun, Muara Kaman dan lainnya ikut terdampak banjir karena airnya mengalir ke sana,” ungkapnya.
Pihaknya bersama salah satu perusahaan di kawasan tersebut sempat membahas rencana normalisasi Sungai Belayan sebagai solusi untuk mengatasi banjir. Tapi hingga kini rencana tersebut tidak kunjung terealisasi karena alasan tertentu.
“Normalisasi sungai itu membutuhkan rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Semoga apa yang sempat kita bahas bersama itu dapat segera ditindaklanjuti dan luapan air Sungai Belayan semoga cepat surut,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Air Sungai Belayan yang sempat meluap hingga ke badan jalan di Kecamatan Tabang (Dok: istimewa)
Tenggarong - Air Sungai Belayan yang ada di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) meluap hingga ke badan jalan dan permukiman warga di Desa Sidomulyo dan Kampung Baru, Kamis (8/1/2026) sore.
Kondisi ini dikarenakan sebagian wilayah Kukar, salah satunya Tabang sempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak 7 Januari malam hingga dini hari. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat hingga meluap ke berbagai titik.
“Usai diguyur hujan semalam, hingga pagi tadi debit air di Tabang naik,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir yang diprediksi akan terjadi di Tabang, apabila hujan deras terus-menerus mengguyur kawasan tersebut.
“Warga harus berhati-hati saat dilanda banjir, terutama terhadap serangan hewan buas, seperti buaya, ular dan lainnya,” terangnya.
Jika wilayah hulu seperti Tabang dilanda banjir, maka dampaknya berpotensi menjalar ke sejumlah kecamatan lain yang berada di dataran rendah.
“Kalau Tabang banjir, otomatis daerah yang berada di bawahnya seperti Muara Muntai, Kota Bangun, Muara Kaman dan lainnya ikut terdampak banjir karena airnya mengalir ke sana,” ungkapnya.
Pihaknya bersama salah satu perusahaan di kawasan tersebut sempat membahas rencana normalisasi Sungai Belayan sebagai solusi untuk mengatasi banjir. Tapi hingga kini rencana tersebut tidak kunjung terealisasi karena alasan tertentu.
“Normalisasi sungai itu membutuhkan rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Semoga apa yang sempat kita bahas bersama itu dapat segera ditindaklanjuti dan luapan air Sungai Belayan semoga cepat surut,” tandasnya.
(Sf/Lo)