Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi pemukiman warga RT 1 Desa Api-api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara yang terendam banjir, Selasa (18/2/2025) malam.(Tangkapan layar)
Penajam - Sebanyak delapan rumah di RT 1 Desa Api-api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terendam banjir setelah dilanda hujan dari sekitar pukul 21.10 WITA hingga menjelang dini hari, Selasa (18/2/2025) malam.
Banjir yang diduga kuat disebabkan meluapnya air sungai di dekat pemukiman warga RT 1 Desa Api-api itu memiliki Tinggi Permukaan Air (TMA) diperkirakan mencapai 30 Cm.
“Hujan dengan intensitas tinggi membuat air sungai meluap hingga ke pemukiman warga dan informasinya ada delapan rumah yang terdampak, termasuk Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA),” ucap Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Gusti, Rabu (19/2/2025).
Kini, kondisi banjir yang telah merendam pemukiman warga selama berjam-jam itu telah berangsur surut. Kawasan tersebut rupanya telah menjadi wilayah langganan banjir setiap tahunnya karena sungai yang berada di dekat pemukiman warga itu sudah tidak mampu menampung debit air hujan dalam jumlah besar, sehingga air sungai meluap kemana-mana.
BPBD PPU pun akan melakukan normalisasi sungai lebih dalam lagi sebagai upaya penanganan dan langkah mitigasi banjir agar tidak terjadi kembali di kawasan tersebut.”Kami masih melakukan pendataan lagi untuk memastikan ada berapa korban jiwa yang terdampak banjir ini,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi pemukiman warga RT 1 Desa Api-api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara yang terendam banjir, Selasa (18/2/2025) malam.(Tangkapan layar)
Penajam - Sebanyak delapan rumah di RT 1 Desa Api-api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terendam banjir setelah dilanda hujan dari sekitar pukul 21.10 WITA hingga menjelang dini hari, Selasa (18/2/2025) malam.
Banjir yang diduga kuat disebabkan meluapnya air sungai di dekat pemukiman warga RT 1 Desa Api-api itu memiliki Tinggi Permukaan Air (TMA) diperkirakan mencapai 30 Cm.
“Hujan dengan intensitas tinggi membuat air sungai meluap hingga ke pemukiman warga dan informasinya ada delapan rumah yang terdampak, termasuk Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA),” ucap Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Gusti, Rabu (19/2/2025).
Kini, kondisi banjir yang telah merendam pemukiman warga selama berjam-jam itu telah berangsur surut. Kawasan tersebut rupanya telah menjadi wilayah langganan banjir setiap tahunnya karena sungai yang berada di dekat pemukiman warga itu sudah tidak mampu menampung debit air hujan dalam jumlah besar, sehingga air sungai meluap kemana-mana.
BPBD PPU pun akan melakukan normalisasi sungai lebih dalam lagi sebagai upaya penanganan dan langkah mitigasi banjir agar tidak terjadi kembali di kawasan tersebut.”Kami masih melakukan pendataan lagi untuk memastikan ada berapa korban jiwa yang terdampak banjir ini,” tandasnya.
(Sf/By)