Seputar Kaltim

    Digitalisasi Musik Membuka Peluang bagi Musisi Lokal di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    09 Maret 2024 pukul 17:19 WITA

    Pelaksanaan peluang digitalisasi musik di Kalimantan Timur yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf dan DPR RI. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Komisi X DPR RI mengeksplorasi peluang digitalisasi musik di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Inisiatif ini diharapkan dapat membuka jalan bagi para musisi di Kaltim untuk mempublikasikan dan memproduksi karya tanpa terikat oleh keterbatasan geografis.

    Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf, Mohammad Amin mengungkapkan optimisme terhadap teknologi yang memungkinkan materi dikirim secara digital.

    "Dengan kemajuan teknologi saat ini, vokal dan materi dapat direkam di Kaltim, sementara proses mastering dilakukan di Jakarta yang menawarkan fasilitas lebih mumpuni," ujar Amin di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Sabtu (9/3/2024).

    Era digitalisasi ini telah mengubah landskap industri musik, di mana produktivitas tidak lagi terpusat di Jakarta.

    Amin pun menekankan pentingnya pemasaran digital yang efektif untuk mendukung produksi musik. "Sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim akan mendapat banyak perhatian dan berpotensi memberikan dampak signifikan bagi musisi lokal," tambahnya.

    Ia pun menyarankan para musisi lokal untuk mempelajari strategi pemasaran di era digital, termasuk menentukan waktu yang tepat untuk mengunggah konten ke YouTube dan platform digital lainnya. "Digitalisasi bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang pemasaran. Seniman harus memperkuat promosi karya mereka," pesannya.

    Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menekankan tujuan eksplorasi ini adalah untuk memotivasi musisi lokal di Kaltim dan mendengarkan aspirasi mereka. "Kami berharap terbentuk kolaborasi yang kuat dan mendapatkan masukan yang dapat kami tanggapi secara spesifik," kata Hetifah.

    Inisiatif ini menandai langkah penting mendukung musisi lokal di Kaltim, memberikan akses ke pasar yang lebih luas melalui digitalisasi dan pada akhirnya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

    Hetifah berharap masyarakat Kaltim akan lebih mencintai dan menghargai musik lokal yang merupakan bagian integral dari ekonomi kreatif serta sumber pendapatan bagi pelaku maupun daerah.

    "Di era digital ini, kami berupaya menggodok para musisi lokal bersama Kemenparekraf untuk memahami konsep pemasaran yang efektif di era teknologi informasi," tutupnya.

    (sf/by)

    Seputar Kaltim

    Digitalisasi Musik Membuka Peluang bagi Musisi Lokal di Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    09 Maret 2024 pukul 17:19 WITA

    Pelaksanaan peluang digitalisasi musik di Kalimantan Timur yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf dan DPR RI. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Komisi X DPR RI mengeksplorasi peluang digitalisasi musik di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Inisiatif ini diharapkan dapat membuka jalan bagi para musisi di Kaltim untuk mempublikasikan dan memproduksi karya tanpa terikat oleh keterbatasan geografis.

    Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf, Mohammad Amin mengungkapkan optimisme terhadap teknologi yang memungkinkan materi dikirim secara digital.

    "Dengan kemajuan teknologi saat ini, vokal dan materi dapat direkam di Kaltim, sementara proses mastering dilakukan di Jakarta yang menawarkan fasilitas lebih mumpuni," ujar Amin di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Sabtu (9/3/2024).

    Era digitalisasi ini telah mengubah landskap industri musik, di mana produktivitas tidak lagi terpusat di Jakarta.

    Amin pun menekankan pentingnya pemasaran digital yang efektif untuk mendukung produksi musik. "Sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim akan mendapat banyak perhatian dan berpotensi memberikan dampak signifikan bagi musisi lokal," tambahnya.

    Ia pun menyarankan para musisi lokal untuk mempelajari strategi pemasaran di era digital, termasuk menentukan waktu yang tepat untuk mengunggah konten ke YouTube dan platform digital lainnya. "Digitalisasi bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang pemasaran. Seniman harus memperkuat promosi karya mereka," pesannya.

    Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menekankan tujuan eksplorasi ini adalah untuk memotivasi musisi lokal di Kaltim dan mendengarkan aspirasi mereka. "Kami berharap terbentuk kolaborasi yang kuat dan mendapatkan masukan yang dapat kami tanggapi secara spesifik," kata Hetifah.

    Inisiatif ini menandai langkah penting mendukung musisi lokal di Kaltim, memberikan akses ke pasar yang lebih luas melalui digitalisasi dan pada akhirnya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

    Hetifah berharap masyarakat Kaltim akan lebih mencintai dan menghargai musik lokal yang merupakan bagian integral dari ekonomi kreatif serta sumber pendapatan bagi pelaku maupun daerah.

    "Di era digital ini, kami berupaya menggodok para musisi lokal bersama Kemenparekraf untuk memahami konsep pemasaran yang efektif di era teknologi informasi," tutupnya.

    (sf/by)