Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Ilustrasi orang tenggelam (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang Batita berusia dua tahun di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan tewas mengambang di Sungai Belayan, Sabtu (10/1/2026) 17.45 WITA.
Kasi Trantib Kembang Janggut, Rifani mengatakan jasad ditemukan mengambang di belakang rumah setelah dilakukan pencarian oleh keluarganya.
“Ketika ditemukan mengambang, jasadnya langsung diangkat oleh kedua abangnya dan langsung dilarikan ke bidan setempat,” ujar Rifani, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan insiden ini bermula ketika bocah itu tengah asyik bermain pasir di halaman depan rumah dengan didampingi orang tuanya.
Tidak lama berselang, orang tua masuk ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu. Kala itu batita malang itu masih berada di luar rumah dan luput dari pengawasan.
Saat dicari keberadaannya, ia ditemukan sudah tidak bernyawa dengan tubuh yang telah mengambang di perairan Sungai Belayan.
“Menurut keterangan saksi, korban ingin mengambil air untuk bermain pasir tapi karena posisi sungai naik. Tanpa disadari anak itu terpeleset dan tenggelam,” terang Rifani.
Insiden ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para orang tua untuk tidak membiarkan anak bermain sendirian tanpa pengawasan langsung, terutama di sekitar area perairan yang berisiko membahayakan keselamatan anak.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Ilustrasi orang tenggelam (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang Batita berusia dua tahun di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan tewas mengambang di Sungai Belayan, Sabtu (10/1/2026) 17.45 WITA.
Kasi Trantib Kembang Janggut, Rifani mengatakan jasad ditemukan mengambang di belakang rumah setelah dilakukan pencarian oleh keluarganya.
“Ketika ditemukan mengambang, jasadnya langsung diangkat oleh kedua abangnya dan langsung dilarikan ke bidan setempat,” ujar Rifani, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan insiden ini bermula ketika bocah itu tengah asyik bermain pasir di halaman depan rumah dengan didampingi orang tuanya.
Tidak lama berselang, orang tua masuk ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu. Kala itu batita malang itu masih berada di luar rumah dan luput dari pengawasan.
Saat dicari keberadaannya, ia ditemukan sudah tidak bernyawa dengan tubuh yang telah mengambang di perairan Sungai Belayan.
“Menurut keterangan saksi, korban ingin mengambil air untuk bermain pasir tapi karena posisi sungai naik. Tanpa disadari anak itu terpeleset dan tenggelam,” terang Rifani.
Insiden ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para orang tua untuk tidak membiarkan anak bermain sendirian tanpa pengawasan langsung, terutama di sekitar area perairan yang berisiko membahayakan keselamatan anak.
(Sf/Lo)