Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan (Dok: BPBD Kukar)
Tenggarong - Seorang bocah di Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) nekat melompat ke sungai, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 00.35 WITA.
Aksi berbahaya itu dilakukannya usai diduga tidak tahan dimarahi sang ibu, sehingga bocah tersebut tanpa berpikir panjang menceburkan diri ke sungai dan berakhir tidak sadarkan diri setelah terbentur benda keras di dalam air.
“Jadi kronologinya itu, ibu korban memarahi anaknya. Kemudian anaknya ini, yaitu si korban, lompat ke sungai dan diperkirakan korban terbentur hingga tidak sadarkan diri,” ujar Koorlap BPBD Kukar, Eko.
Mengetahui adanya insiden ini, tim SAR gabungan bergerak cepat melompat ke sungai dan berhasil mengevakuasi tubuh korban setelah mendengar teriakan dari orang tua bocah tersebut.
Beruntung berkat aksi sigap yang dilakukan tim SAR gabungan, kini kondisi korban telah membaik usai mendapatkan perawatan insentif di klinik terdekat.
“Kondisi korban saat dievakuasi itu dalam keadaan siup (tidak sadarkan diri), tapi alhamdulillah korban selamat dan kini kondisinya dalam keadaan baik,” terang Eko.
Insiden ini menjadi pembelajaran sekaligus alarm pengingat bagi seluruh orang tua agar tidak bersikap berlebihan dalam memarahi anak dan dianjurkan untuk melakukan pendekatan secara humanis untuk menghindari peristiwa serupa di kemudian hari.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan (Dok: BPBD Kukar)
Tenggarong - Seorang bocah di Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) nekat melompat ke sungai, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 00.35 WITA.
Aksi berbahaya itu dilakukannya usai diduga tidak tahan dimarahi sang ibu, sehingga bocah tersebut tanpa berpikir panjang menceburkan diri ke sungai dan berakhir tidak sadarkan diri setelah terbentur benda keras di dalam air.
“Jadi kronologinya itu, ibu korban memarahi anaknya. Kemudian anaknya ini, yaitu si korban, lompat ke sungai dan diperkirakan korban terbentur hingga tidak sadarkan diri,” ujar Koorlap BPBD Kukar, Eko.
Mengetahui adanya insiden ini, tim SAR gabungan bergerak cepat melompat ke sungai dan berhasil mengevakuasi tubuh korban setelah mendengar teriakan dari orang tua bocah tersebut.
Beruntung berkat aksi sigap yang dilakukan tim SAR gabungan, kini kondisi korban telah membaik usai mendapatkan perawatan insentif di klinik terdekat.
“Kondisi korban saat dievakuasi itu dalam keadaan siup (tidak sadarkan diri), tapi alhamdulillah korban selamat dan kini kondisinya dalam keadaan baik,” terang Eko.
Insiden ini menjadi pembelajaran sekaligus alarm pengingat bagi seluruh orang tua agar tidak bersikap berlebihan dalam memarahi anak dan dianjurkan untuk melakukan pendekatan secara humanis untuk menghindari peristiwa serupa di kemudian hari.
(Sf/Lo)