Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Ilustrasi uang (Dok: freepik)
Tenggarong - Masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya yang bermukim di Kecamatan Tenggarong belum lama ini dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu di tengah masyarakat.
Kabar ini pertama kali mencuat setelah adanya temuan uang yang diduga palsu di salah satu warung milik warga dengan warna dan tekstur yang berbeda saat dibandingkan dengan uang asli.
Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar mengatakan aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan dan penelusuran guna mengungkap asal-usul dugaan uang palsu tersebut.
“Kita sedang melakukan penyelidikan dan kembangkan kasus ini untuk mengungkap asal-usulnya,” ujar AKBP Khairul, Senin (9/3/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang dalam setiap transaksi dengan memperhatikan ciri-ciri keaslian uang.
Langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan keaslian uang, yakni dengan meraba-raba tekstur kertas, memperhatikan tanda air serta benang pengaman.
“Bisa juga diterawang ke cahaya untuk melihat tanda airnya apabila hendak membedakan antara uang asli dan palsu,” terangnya.
AKBP Khairul mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menerima uang palsu saat bertransaksi agar kasus itu dapat langsung ditindaklanjuti.
“Jadi jika menemukan adanya kecurigaan pada uang yang diterima, langsung laporkan ke polisi agar bisa ditindak,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Ilustrasi uang (Dok: freepik)
Tenggarong - Masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya yang bermukim di Kecamatan Tenggarong belum lama ini dihebohkan dengan dugaan peredaran uang palsu di tengah masyarakat.
Kabar ini pertama kali mencuat setelah adanya temuan uang yang diduga palsu di salah satu warung milik warga dengan warna dan tekstur yang berbeda saat dibandingkan dengan uang asli.
Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar mengatakan aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan dan penelusuran guna mengungkap asal-usul dugaan uang palsu tersebut.
“Kita sedang melakukan penyelidikan dan kembangkan kasus ini untuk mengungkap asal-usulnya,” ujar AKBP Khairul, Senin (9/3/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat menerima uang dalam setiap transaksi dengan memperhatikan ciri-ciri keaslian uang.
Langkah yang perlu dilakukan untuk memastikan keaslian uang, yakni dengan meraba-raba tekstur kertas, memperhatikan tanda air serta benang pengaman.
“Bisa juga diterawang ke cahaya untuk melihat tanda airnya apabila hendak membedakan antara uang asli dan palsu,” terangnya.
AKBP Khairul mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila menerima uang palsu saat bertransaksi agar kasus itu dapat langsung ditindaklanjuti.
“Jadi jika menemukan adanya kecurigaan pada uang yang diterima, langsung laporkan ke polisi agar bisa ditindak,” tandasnya.
(Sf/Rs)