Seputar Kaltim

    Diduga Sebabkan Warga Gatal-gatal, BPBD Samarinda Semprot Ulat Bulu di Taman Bebaya Samarinda 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    18 Desember 2023 pukul 18:31 WITA

    Mulai penyemprotan hama ulat bulu di taman Bebaya kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfalta.com)

    Samarinda - Masalah hama ulat bulu yang menyerang Taman Bebaya Samarinda belum sepenuhnya teratasi. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama Samarinda Animal Rescue masih melakukan penyemprotan pestisida di beberapa lokasi di taman tersebut.

    Hama ulat bulu ini telah menimbulkan keluhan dari warga Samarinda yang sering melewati kawasan Taman Bebaya. Mereka mengaku mengalami gatal-gatal di kulit akibat terkena bulu-bulu halus yang berasal dari ulat tersebut.

    "Ulat bulu ini sedang dalam proses metamorfosis menjadi kupu-kupu. Bulu-bulu halusnya bisa terbawa angin dan menyentuh kulit orang yang lewat. Ini yang menyebabkan gatal-gatal," jelas Ketua Samarinda Animal Rescue, Suparlin, pada Senin (18/12/2023).

    Menurut Suparlin, pihaknya menggunakan larutan yang mengandung insektisida, pestisida, dan obat ulat untuk menyemprot pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal ulat bulu. Larutan ini bertujuan untuk membunuh ulat bulu dan mencegah perkembangbiakannya.

    "Ulat yang terpapar larutan ini akan mati. Selain itu, daun yang sudah disemprot juga akan menjadi racun bagi ulat yang memakannya. Kami memastikan larutan ini aman bagi tanaman," ujarnya.

    Suparlin juga memberikan saran kepada masyarakat yang merasa gatal-gatal setelah berada di kawasan Taman Bebaya. Ia menyarankan untuk menggunakan obat gosok atau bedak gatal yang mengandung herocyn, salicyl, atau bahan sejenis.

    "Gunakan obat atau bedak gatal di seluruh kulit, tidak hanya di bagian yang gatal. Ini untuk mencegah iritasi lebih lanjut," katanya.

    Di sisi lain, Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa Taman Bebaya masih ditutup untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko yang ditimbulkan oleh hama ulat bulu.

    "Kami akan terus mengawasi situasi di Taman Bebaya. Kami tidak ingin hama ini menyebar ke daerah lain," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Diduga Sebabkan Warga Gatal-gatal, BPBD Samarinda Semprot Ulat Bulu di Taman Bebaya Samarinda 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    18 Desember 2023 pukul 18:31 WITA

    Mulai penyemprotan hama ulat bulu di taman Bebaya kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfalta.com)

    Samarinda - Masalah hama ulat bulu yang menyerang Taman Bebaya Samarinda belum sepenuhnya teratasi. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama Samarinda Animal Rescue masih melakukan penyemprotan pestisida di beberapa lokasi di taman tersebut.

    Hama ulat bulu ini telah menimbulkan keluhan dari warga Samarinda yang sering melewati kawasan Taman Bebaya. Mereka mengaku mengalami gatal-gatal di kulit akibat terkena bulu-bulu halus yang berasal dari ulat tersebut.

    "Ulat bulu ini sedang dalam proses metamorfosis menjadi kupu-kupu. Bulu-bulu halusnya bisa terbawa angin dan menyentuh kulit orang yang lewat. Ini yang menyebabkan gatal-gatal," jelas Ketua Samarinda Animal Rescue, Suparlin, pada Senin (18/12/2023).

    Menurut Suparlin, pihaknya menggunakan larutan yang mengandung insektisida, pestisida, dan obat ulat untuk menyemprot pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal ulat bulu. Larutan ini bertujuan untuk membunuh ulat bulu dan mencegah perkembangbiakannya.

    "Ulat yang terpapar larutan ini akan mati. Selain itu, daun yang sudah disemprot juga akan menjadi racun bagi ulat yang memakannya. Kami memastikan larutan ini aman bagi tanaman," ujarnya.

    Suparlin juga memberikan saran kepada masyarakat yang merasa gatal-gatal setelah berada di kawasan Taman Bebaya. Ia menyarankan untuk menggunakan obat gosok atau bedak gatal yang mengandung herocyn, salicyl, atau bahan sejenis.

    "Gunakan obat atau bedak gatal di seluruh kulit, tidak hanya di bagian yang gatal. Ini untuk mencegah iritasi lebih lanjut," katanya.

    Di sisi lain, Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa Taman Bebaya masih ditutup untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko yang ditimbulkan oleh hama ulat bulu.

    "Kami akan terus mengawasi situasi di Taman Bebaya. Kami tidak ingin hama ini menyebar ke daerah lain," tandasnya.

    (Sf/Rs)