Cari disini...
Seputar Kaltim
KM Dahliya F3 yang tenggelam di perairan Ulak Besar Kukar (Dok: istimewa)
Tenggarong - Penyebab tenggelamnya kapal penumpang KM Dahliya F3 di Perairan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 12 Februari 2026 akhirnya terungkap.
Menurut keterangan dari nahkoda kapal, Mansah mengatakan kapal yang berangkat dari Pelabuhan Samarinda menuju Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu pada pukul 07.00 WITA itu membawa barang muatan hingga 40 ton dan 42 penumpang, termasuk para Anak Buah Kapal (ABK).
Namun di tengah perjalanan, tepatnya sekitar pukul 16.30 WITA, KM Dahliya F3 mengalami karam yang diduga akibat over muatan.
“Kapal terkena arus deras dengan kondisi muatan berat atau over capacity, sehingga menyebabkan kapal oleng dan tenggelam,” ujar Mansah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, sebagian barang muatan seperti sembako hingga kendaraan bermotor tidak sempat diselamatkan.
Sat Polairud Polres Kukar mencatat total kerugian materiil yang ditimbulkan akibat insiden ini mencapai Rp1,5 miliar yang terdiri dari badan kapal, mesin, enam unit motor hingga sembako.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

KM Dahliya F3 yang tenggelam di perairan Ulak Besar Kukar (Dok: istimewa)
Tenggarong - Penyebab tenggelamnya kapal penumpang KM Dahliya F3 di Perairan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 12 Februari 2026 akhirnya terungkap.
Menurut keterangan dari nahkoda kapal, Mansah mengatakan kapal yang berangkat dari Pelabuhan Samarinda menuju Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu pada pukul 07.00 WITA itu membawa barang muatan hingga 40 ton dan 42 penumpang, termasuk para Anak Buah Kapal (ABK).
Namun di tengah perjalanan, tepatnya sekitar pukul 16.30 WITA, KM Dahliya F3 mengalami karam yang diduga akibat over muatan.
“Kapal terkena arus deras dengan kondisi muatan berat atau over capacity, sehingga menyebabkan kapal oleng dan tenggelam,” ujar Mansah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, sebagian barang muatan seperti sembako hingga kendaraan bermotor tidak sempat diselamatkan.
Sat Polairud Polres Kukar mencatat total kerugian materiil yang ditimbulkan akibat insiden ini mencapai Rp1,5 miliar yang terdiri dari badan kapal, mesin, enam unit motor hingga sembako.
(Sf/Lo)