Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Kepulan asap hitam dari toko aksesoris Handphone Surya Phone. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepulan asap hitam tebal yang membumbung dari sebuah ruko di kawasan bisnis Jalan Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, membuat panik warga dan pengendara yang melintas, Rabu (11/2/2026) sore.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan Toko Surya Phone (gedung lama). Si jago merah dilaporkan mulai mengamuk sekitar pukul 16.05 WITA, tepat saat aktivitas perdagangan di kawasan tersebut sedang ramai.
Berdasarkan pantauan dan data di lapangan, titik api diduga kuat berasal dari lantai dua bangunan. Lantai tersebut diketahui difungsikan sebagai gudang penyimpanan aksesoris telepon seluler (handphone).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, yang memimpin operasi pemadaman menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah masalah kelistrikan.
"Kejadian sekitar jam 16.00 WITA. Informasi dugaan sementara yakni adanya korsleting listrik. Kelihatannya satu bangunan saja, cuma ini ruko dua pintu," ujar Hendra AH saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Hendra menyebutkan, akses jalan menuju lokasi sebenarnya cukup lebar dan tidak menghambat armada. Namun, kendala utama justru berada di dalam bangunan itu sendiri.
Banyaknya material plastik dan barang-barang aksesoris yang mudah terbakar di dalam ruko membuat api cepat membesar dan menghasilkan asap pekat yang menyulitkan petugas.
"Kendala untuk jalanan tidak ada, tapi kendalanya ada di dalam karena banyak barang-barang," jelasnya.
Meski api sempat berkobar hebat selama kurang lebih satu jam, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah orang harus mendapatkan perawatan medis akibat dampak kebakaran.
Berdasarkan data dari Info Taruna Samarinda (ITS-TRC), terdapat 4 orang yang terdampak, yakni satu warga mengalami sesak napas akibat menghirup asap. Satu karyawan toko mengalami sesak napas. Dan dua relawan mengalami luka ringan di bagian tangan saat proses pemadaman.
Selain itu, petugas dan warga juga sempat mengevakuasi seorang penderita stroke yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian untuk menghindari dampak asap.
Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur. Sebanyak 12 unit Fire Truck dari Disdamkar dan PMK Swasta, serta 25 mesin portable milik relawan dikerahkan untuk mengepung api.
Kerja sama solid antara Relawan Kota Samarinda, membuat api berhasil dikuasai total pada pukul 17.05 WITA.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi oleh Satreskrim Polresta Samarinda guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Kepulan asap hitam dari toko aksesoris Handphone Surya Phone. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepulan asap hitam tebal yang membumbung dari sebuah ruko di kawasan bisnis Jalan Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, membuat panik warga dan pengendara yang melintas, Rabu (11/2/2026) sore.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan Toko Surya Phone (gedung lama). Si jago merah dilaporkan mulai mengamuk sekitar pukul 16.05 WITA, tepat saat aktivitas perdagangan di kawasan tersebut sedang ramai.
Berdasarkan pantauan dan data di lapangan, titik api diduga kuat berasal dari lantai dua bangunan. Lantai tersebut diketahui difungsikan sebagai gudang penyimpanan aksesoris telepon seluler (handphone).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, yang memimpin operasi pemadaman menyatakan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah masalah kelistrikan.
"Kejadian sekitar jam 16.00 WITA. Informasi dugaan sementara yakni adanya korsleting listrik. Kelihatannya satu bangunan saja, cuma ini ruko dua pintu," ujar Hendra AH saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Hendra menyebutkan, akses jalan menuju lokasi sebenarnya cukup lebar dan tidak menghambat armada. Namun, kendala utama justru berada di dalam bangunan itu sendiri.
Banyaknya material plastik dan barang-barang aksesoris yang mudah terbakar di dalam ruko membuat api cepat membesar dan menghasilkan asap pekat yang menyulitkan petugas.
"Kendala untuk jalanan tidak ada, tapi kendalanya ada di dalam karena banyak barang-barang," jelasnya.
Meski api sempat berkobar hebat selama kurang lebih satu jam, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah orang harus mendapatkan perawatan medis akibat dampak kebakaran.
Berdasarkan data dari Info Taruna Samarinda (ITS-TRC), terdapat 4 orang yang terdampak, yakni satu warga mengalami sesak napas akibat menghirup asap. Satu karyawan toko mengalami sesak napas. Dan dua relawan mengalami luka ringan di bagian tangan saat proses pemadaman.
Selain itu, petugas dan warga juga sempat mengevakuasi seorang penderita stroke yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian untuk menghindari dampak asap.
Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur. Sebanyak 12 unit Fire Truck dari Disdamkar dan PMK Swasta, serta 25 mesin portable milik relawan dikerahkan untuk mengepung api.
Kerja sama solid antara Relawan Kota Samarinda, membuat api berhasil dikuasai total pada pukul 17.05 WITA.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi oleh Satreskrim Polresta Samarinda guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran.
(Sf/Rs)