Cari disini...
Seputar Kaltim
Pascakebakaran di Jalan Kulintang RT 36, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, Jumat (23/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Api melahap tiga rumah di Jalan Kulintang, RT 36, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu pada Jumat (23/8/2024) pagi. Kebakaran yang terjadi sekira pukul 08.00 WITA ini diduga disebabkan oleh obat nyamuk yang dibiarkan menyala di salah satu rumah tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan bahwa api cepat membesar karena sebagian besar material bangunan yang terbakar masih terbuat dari kayu.
"Dugaan sementara masih simpang siur, ada yang bilang karena obat nyamuk di rumah kosong, ada juga yang bilang karena kompor,," kata Hendra AH saat diwawancarai di lokasi kejadian, Jumat pagi.
Saksi mata di lokasi kejadian, Jerry, mengatakan bahwa ia melihat kepulan asap tebal dari arah rumah-rumah yang terbakar saat sedang berada di warung terdekat.
"Saya langsung menuju ke lokasi begitu melihat asap tebal. Tidak ada suara ledakan yang terdengar, hanya asap dan api yang sudah besar," ujar Jerry.
Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat tiga rumah hangus dilalap api. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, meski dugaan awal mengarah pada obat nyamuk yang memicu kebakaran.
Hendra juga membeberkan bahwa kendala dalam pemadaman ini selain dari akses jalan yang sempit juga banyaknya warga yang menonton cukup merepotkan petugas.
Apalagi saat mobil pemadam menuju lokasi kejadian sempat terjadi insiden, satu kendaraan roda dua tersenggol oleh mobil pemadam. Kondisi kendaraan itu pecah di beberapa bagian.
Pantauan lapangan Seputar Fakta, banyak sekali warga yang menonton dan memarkirkan kendaraan mereka jembatan Jalan Perniagaan, sehingga akses yang bisa dilewati sempit.
"Mereka parkir hingga badan jalan. Kalau ada kebakaran janganlah menonton, biarkan petugas yang bekerja memadamkan api," bebernya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pascakebakaran di Jalan Kulintang RT 36, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu, Jumat (23/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Api melahap tiga rumah di Jalan Kulintang, RT 36, Kelurahan Sidodadi, Samarinda Ulu pada Jumat (23/8/2024) pagi. Kebakaran yang terjadi sekira pukul 08.00 WITA ini diduga disebabkan oleh obat nyamuk yang dibiarkan menyala di salah satu rumah tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan bahwa api cepat membesar karena sebagian besar material bangunan yang terbakar masih terbuat dari kayu.
"Dugaan sementara masih simpang siur, ada yang bilang karena obat nyamuk di rumah kosong, ada juga yang bilang karena kompor,," kata Hendra AH saat diwawancarai di lokasi kejadian, Jumat pagi.
Saksi mata di lokasi kejadian, Jerry, mengatakan bahwa ia melihat kepulan asap tebal dari arah rumah-rumah yang terbakar saat sedang berada di warung terdekat.
"Saya langsung menuju ke lokasi begitu melihat asap tebal. Tidak ada suara ledakan yang terdengar, hanya asap dan api yang sudah besar," ujar Jerry.
Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat tiga rumah hangus dilalap api. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang, meski dugaan awal mengarah pada obat nyamuk yang memicu kebakaran.
Hendra juga membeberkan bahwa kendala dalam pemadaman ini selain dari akses jalan yang sempit juga banyaknya warga yang menonton cukup merepotkan petugas.
Apalagi saat mobil pemadam menuju lokasi kejadian sempat terjadi insiden, satu kendaraan roda dua tersenggol oleh mobil pemadam. Kondisi kendaraan itu pecah di beberapa bagian.
Pantauan lapangan Seputar Fakta, banyak sekali warga yang menonton dan memarkirkan kendaraan mereka jembatan Jalan Perniagaan, sehingga akses yang bisa dilewati sempit.
"Mereka parkir hingga badan jalan. Kalau ada kebakaran janganlah menonton, biarkan petugas yang bekerja memadamkan api," bebernya.
(Sf/Rs)