Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi pembacokan (Dok: Freepik)
Tenggarong - Seorang pria bernama Alfien (26), warga Desa Hambau, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang, Rabu (2/9/2026)
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WITA di Jalan Poros Desa Hambau, RT 16, Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di depan Kantor SPX atau ekspedisi.
Berdasarkan laporan kejadian yang diterima kepolisian, insiden bermula ketika korban berada di sebuah bengkel mobil.
Kala itu, korban melihat adanya keramaian di sekitar lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari bengkel. Korban kemudian mendatangi lokasi tersebut dengan maksud melihat keramaian.
Namun, setibanya di lokasi, korban justru terlibat cekcok dengan seorang oknum yang diduga anggota ormas di wilayah tersebut.
“Cekcok itu diduga berkaitan dengan persoalan sebelumnya yang terjadi di Pabrik PT TPS,” ujar Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supryanto, Kamis (3/9/2026).
Dalam kejadian itu, terduga pelaku kemudian mencabut senjata tajam jenis parang dan mengayunkannya ke arah korban.
Merasa terancam, korban langsung berupaya melarikan diri. Namun saat melarikan diri, korban sempat terjatuh hingga terkena sabetan parang pada bagian punggung.
Korban kemudian bangkit dan bersembunyi di dalam bengkel untuk menghindari serangan lebih lanjut. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka gores atau sayatan sepanjang kurang lebih 31 Cm pada bagian punggung.
AKP Dedi menyatakan pihaknya langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) beserta korban agar tidak terjadi eskalasi massa maupun bentrok susulan.
Setelah insiden itu, korban langsung dibawa ke Puskesmas Kembang Janggut untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus menjalani pemeriksaan guna keperluan Visum et Repertum (VeR).
Kini Polsek Kembang Janggut tengah mendalami kasus ini dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan awal serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Polsek Kembang Janggut juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Hambau dan tokoh masyarakat setempat untuk meredam situasi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Keluarga korban juga diminta tetap tenang dan menahan diri serta mempercayakan penanganan perkara tersebut kepada pihak kepolisian.
“Ada beberapa tindakan yang kita ambil atas terjadinya insiden ini, salah satunya adalah melakukan penggalangan dan koordinasi dengan pihak korban untuk tetap tenang, menahan diri dan mempercayakan penanganan hukum sepenuhnya ke kepolisian,” terangnya.
Untuk mendukung proses penyelidikan, polisi turut meminta rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Identitas terduga pelaku kini masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi, motif serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi pembacokan (Dok: Freepik)
Tenggarong - Seorang pria bernama Alfien (26), warga Desa Hambau, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang, Rabu (2/9/2026)
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WITA di Jalan Poros Desa Hambau, RT 16, Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di depan Kantor SPX atau ekspedisi.
Berdasarkan laporan kejadian yang diterima kepolisian, insiden bermula ketika korban berada di sebuah bengkel mobil.
Kala itu, korban melihat adanya keramaian di sekitar lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari bengkel. Korban kemudian mendatangi lokasi tersebut dengan maksud melihat keramaian.
Namun, setibanya di lokasi, korban justru terlibat cekcok dengan seorang oknum yang diduga anggota ormas di wilayah tersebut.
“Cekcok itu diduga berkaitan dengan persoalan sebelumnya yang terjadi di Pabrik PT TPS,” ujar Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supryanto, Kamis (3/9/2026).
Dalam kejadian itu, terduga pelaku kemudian mencabut senjata tajam jenis parang dan mengayunkannya ke arah korban.
Merasa terancam, korban langsung berupaya melarikan diri. Namun saat melarikan diri, korban sempat terjatuh hingga terkena sabetan parang pada bagian punggung.
Korban kemudian bangkit dan bersembunyi di dalam bengkel untuk menghindari serangan lebih lanjut. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka gores atau sayatan sepanjang kurang lebih 31 Cm pada bagian punggung.
AKP Dedi menyatakan pihaknya langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) beserta korban agar tidak terjadi eskalasi massa maupun bentrok susulan.
Setelah insiden itu, korban langsung dibawa ke Puskesmas Kembang Janggut untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus menjalani pemeriksaan guna keperluan Visum et Repertum (VeR).
Kini Polsek Kembang Janggut tengah mendalami kasus ini dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan awal serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Polsek Kembang Janggut juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Hambau dan tokoh masyarakat setempat untuk meredam situasi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Keluarga korban juga diminta tetap tenang dan menahan diri serta mempercayakan penanganan perkara tersebut kepada pihak kepolisian.
“Ada beberapa tindakan yang kita ambil atas terjadinya insiden ini, salah satunya adalah melakukan penggalangan dan koordinasi dengan pihak korban untuk tetap tenang, menahan diri dan mempercayakan penanganan hukum sepenuhnya ke kepolisian,” terangnya.
Untuk mendukung proses penyelidikan, polisi turut meminta rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Identitas terduga pelaku kini masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi, motif serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
(Sf/Lo)