Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, Dr. Yusniar Juliana SST, MIDEC. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas minyak dan gas (migas) masih dominan memengaruhi postur neraca perdagangan Kaltim. Hal ini terlihat pada laporan periode November 2023, yang menunjukkan adanya kenaikan ekspor dan penurunan impor di Kaltim, yang masih dipengaruhi oleh komoditas migas.
Data BPS, mencatat impor Kaltim pada November 2023 tercatat mengalami penurunan sebesar 26,63 persen dibandingkan dengan Oktober lalu.
Penurunan ini disebabkan karena terdapat penurunan yang cukup signifikan pada impor migas, di mana penurunan yang terjadi sebesar 34,45 persen.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar mengatakan, komoditas migas merupakan komoditas yang dominan di dalam impor Kaltim sehingga penurunan yang terjadi pada komoditas ini berdampak secara umum terhadap penurunan nilai impor secara total.
"Jika dibandingkan dengan November tahun 2022, maka impor yang dilakukan oleh Kaltim mengalami penurunan sebesar 0,06 persen," jelas Yusniar, dalam rilis resmi BPS Kaltim, Selasa (2/1/2023).
Dari sisi ekspor, pada November 2023, Bumi Etam mencatatkan total ekspor senilai 2,19 miliar USD, yang mengalami peningkatan sebesar 5,27 persen dibanding dengan Oktober 2023.
"Peningkatan terjadi pada aktivitas ekspor migas maupun non migas. Dimana migas alami peningkatakan 8,96 persen sementara untuk non migas alami peningkatan nilai ekspor sebesar 4,82 persen," ungkap Yusniar.
Pangsa ekspor nonmigas Kaltim dalam urutan 3 tertinggi yaitu Tiongkok dengan angka 31,05 persen , India 20,72 persen, dan Filipina 10,19 persen. Jika dikelompokan menurut kawasan, maka ekspor yang dilakukan Kaltim ke Asean ialah sebesar 22,07 persen dan Uni Eropa sebesar 1,26 persen.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, Dr. Yusniar Juliana SST, MIDEC. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas minyak dan gas (migas) masih dominan memengaruhi postur neraca perdagangan Kaltim. Hal ini terlihat pada laporan periode November 2023, yang menunjukkan adanya kenaikan ekspor dan penurunan impor di Kaltim, yang masih dipengaruhi oleh komoditas migas.
Data BPS, mencatat impor Kaltim pada November 2023 tercatat mengalami penurunan sebesar 26,63 persen dibandingkan dengan Oktober lalu.
Penurunan ini disebabkan karena terdapat penurunan yang cukup signifikan pada impor migas, di mana penurunan yang terjadi sebesar 34,45 persen.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar mengatakan, komoditas migas merupakan komoditas yang dominan di dalam impor Kaltim sehingga penurunan yang terjadi pada komoditas ini berdampak secara umum terhadap penurunan nilai impor secara total.
"Jika dibandingkan dengan November tahun 2022, maka impor yang dilakukan oleh Kaltim mengalami penurunan sebesar 0,06 persen," jelas Yusniar, dalam rilis resmi BPS Kaltim, Selasa (2/1/2023).
Dari sisi ekspor, pada November 2023, Bumi Etam mencatatkan total ekspor senilai 2,19 miliar USD, yang mengalami peningkatan sebesar 5,27 persen dibanding dengan Oktober 2023.
"Peningkatan terjadi pada aktivitas ekspor migas maupun non migas. Dimana migas alami peningkatakan 8,96 persen sementara untuk non migas alami peningkatan nilai ekspor sebesar 4,82 persen," ungkap Yusniar.
Pangsa ekspor nonmigas Kaltim dalam urutan 3 tertinggi yaitu Tiongkok dengan angka 31,05 persen , India 20,72 persen, dan Filipina 10,19 persen. Jika dikelompokan menurut kawasan, maka ekspor yang dilakukan Kaltim ke Asean ialah sebesar 22,07 persen dan Uni Eropa sebesar 1,26 persen.
(Sf/Rs)