Seputar Kaltim

    Diaz Hendropiyono Sebut 84 Ribu Ha Lahan Terbakar Berada dalam Konsesi 335 Perusahaan

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    15 September 2026 pukul 16:23 WITA

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengungkapkan data terbaru kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Dari total sekitar 200 ribu hektare lahan terbakar secara nasional, sekitar 84 ribu hektare di antaranya berada dalam konsesi 335 perusahaan.

    Hal itu disampaikan Diaz usai rapat penanganan karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (14/9/2026).

    "Ada sekitar 84 ribuan hektare lahan yang terbakar yang berada dalam konsesi 335 perusahaan, sementara total luas lahan yang terbakar di Indonesia, kalau totalnya ya 200 ribuan," ujarnya.

    Diaz menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup telah menyegel 50 perusahaan yang lahannya terbakar. Penyegelan dilakukan untuk menghentikan sementara operasional di lokasi terdampak sekaligus untuk proses penyelidikan.

    "Tadi polisi juga dari Polda sudah bicara terkait pidana. Nah kalau dari kami pastinya dari data PSLH, seperti yang disampaikan Pak Menteri Lingkungan Hidup ada 50 perusahaan yang disegel. Disegel itu artinya jangan dioperasikan dulu di situ karena di situ juga terbakar, kita ambil sampel-sampel di situ, nanti sampelnya kita kirim ke laboratorium," jelasnya.

    Dari hasil uji laboratorium tersebut, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih lanjut. Jika ditemukan bukti pelanggaran, perusahaan akan dikenakan ganti rugi yang nilainya bisa mencapai puluhan miliar hingga triliunan rupiah.

    "Nanti kita akan lakukan penyidikan, kalau misalnya memang ada bukti-bukti nanti kita lihat dihitung lagi ganti ruginya itu berapa, bisa puluhan atau ratusan miliar atau triliun, saya kurang tahu, nanti tergantung dari ahlinya," kata Diaz.

    Dari 50 perusahaan yang disegel tersebut, 4 di antaranya berada di Kalimantan Timur. Namun Diaz mengaku belum hafal detail lokasi konsesinya.

    "Dan dari 50 perusahaan itu ada 4 perusahaan yang ada di Kaltim, untuk kawasannya yang ada di Kaltim saya kurang ingat di mana ya," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Diaz Hendropiyono Sebut 84 Ribu Ha Lahan Terbakar Berada dalam Konsesi 335 Perusahaan

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    15 September 2026 pukul 16:23 WITA

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengungkapkan data terbaru kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Dari total sekitar 200 ribu hektare lahan terbakar secara nasional, sekitar 84 ribu hektare di antaranya berada dalam konsesi 335 perusahaan.

    Hal itu disampaikan Diaz usai rapat penanganan karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (14/9/2026).

    "Ada sekitar 84 ribuan hektare lahan yang terbakar yang berada dalam konsesi 335 perusahaan, sementara total luas lahan yang terbakar di Indonesia, kalau totalnya ya 200 ribuan," ujarnya.

    Diaz menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup telah menyegel 50 perusahaan yang lahannya terbakar. Penyegelan dilakukan untuk menghentikan sementara operasional di lokasi terdampak sekaligus untuk proses penyelidikan.

    "Tadi polisi juga dari Polda sudah bicara terkait pidana. Nah kalau dari kami pastinya dari data PSLH, seperti yang disampaikan Pak Menteri Lingkungan Hidup ada 50 perusahaan yang disegel. Disegel itu artinya jangan dioperasikan dulu di situ karena di situ juga terbakar, kita ambil sampel-sampel di situ, nanti sampelnya kita kirim ke laboratorium," jelasnya.

    Dari hasil uji laboratorium tersebut, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih lanjut. Jika ditemukan bukti pelanggaran, perusahaan akan dikenakan ganti rugi yang nilainya bisa mencapai puluhan miliar hingga triliunan rupiah.

    "Nanti kita akan lakukan penyidikan, kalau misalnya memang ada bukti-bukti nanti kita lihat dihitung lagi ganti ruginya itu berapa, bisa puluhan atau ratusan miliar atau triliun, saya kurang tahu, nanti tergantung dari ahlinya," kata Diaz.

    Dari 50 perusahaan yang disegel tersebut, 4 di antaranya berada di Kalimantan Timur. Namun Diaz mengaku belum hafal detail lokasi konsesinya.

    "Dan dari 50 perusahaan itu ada 4 perusahaan yang ada di Kaltim, untuk kawasannya yang ada di Kaltim saya kurang ingat di mana ya," tutupnya.

    (Sf/Lo)