Cari disini...
Seputar Kaltim
Pantauan hilal di rooftop Hotel Five Premiere Samarinda, Jumat (28/2/2025) sore. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda turut berpartisipasi dalam Rukyatul Hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 H. Pantauan itu digelar di rooftop Hotel Five Premiere Samarinda, Jumat (28/2/2025) sore.
Kepala BMKG Samarinda, Riza, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai data pendukung dalam pengamatan, seperti umur bulan dan peta elongasi, yang menjadi dasar dalam menentukan posisi hilal.
Cuaca langit yang cerah cukup membantu proses pemantauan lebih mudah. Meski begitu, pemantauan tetap didasarkan pada ketentuan yang ditetapkan dan hasil dari keputusan bersama pihak terkait.
"Jika langit cerah, tetap harus hati-hati, karena ada objek astronomi lain yang berada di bawah 10 derajat yang bisa mengganggu penglihatan," ujar Riza.
Ia menambahkan bahwa jika cuaca mendukung, meski pengamatan akan menggunakan alat khusus yang tetap dipengaruhi oleh kondisi atmosfer.
Berdasarkan perhitungan, hilal diperkirakan berada pada ketinggian sekitar 3,52 derajat dengan elongasi 5 derajat.
Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Samarinda, Maslekhan, mengajak masyarakat menjadikan momentum ramadan tahun ini sebagai sarana memperkuat persatuan, terutama setelah pelaksanaan Pemilu 2024.
"Kita baru saja menyelesaikan pesta demokrasi. Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan dan menjadikan Ramadan sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah. Pada dasarnya, semua manusia itu sama," ujarnya.
Terkait penetapan awal Ramadan, Maslekhan menegaskan bahwa keputusan resmi akan diumumkan setelah sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI.
"Hasil akhir mengenai apakah besok sudah memasuki ramadan atau belum, masih menunggu keputusan sidang isbat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pantauan hilal di rooftop Hotel Five Premiere Samarinda, Jumat (28/2/2025) sore. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda turut berpartisipasi dalam Rukyatul Hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 H. Pantauan itu digelar di rooftop Hotel Five Premiere Samarinda, Jumat (28/2/2025) sore.
Kepala BMKG Samarinda, Riza, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan berbagai data pendukung dalam pengamatan, seperti umur bulan dan peta elongasi, yang menjadi dasar dalam menentukan posisi hilal.
Cuaca langit yang cerah cukup membantu proses pemantauan lebih mudah. Meski begitu, pemantauan tetap didasarkan pada ketentuan yang ditetapkan dan hasil dari keputusan bersama pihak terkait.
"Jika langit cerah, tetap harus hati-hati, karena ada objek astronomi lain yang berada di bawah 10 derajat yang bisa mengganggu penglihatan," ujar Riza.
Ia menambahkan bahwa jika cuaca mendukung, meski pengamatan akan menggunakan alat khusus yang tetap dipengaruhi oleh kondisi atmosfer.
Berdasarkan perhitungan, hilal diperkirakan berada pada ketinggian sekitar 3,52 derajat dengan elongasi 5 derajat.
Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Samarinda, Maslekhan, mengajak masyarakat menjadikan momentum ramadan tahun ini sebagai sarana memperkuat persatuan, terutama setelah pelaksanaan Pemilu 2024.
"Kita baru saja menyelesaikan pesta demokrasi. Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan dan menjadikan Ramadan sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah. Pada dasarnya, semua manusia itu sama," ujarnya.
Terkait penetapan awal Ramadan, Maslekhan menegaskan bahwa keputusan resmi akan diumumkan setelah sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI.
"Hasil akhir mengenai apakah besok sudah memasuki ramadan atau belum, masih menunggu keputusan sidang isbat," pungkasnya.
(Sf/Rs)