Cari disini...
Seputar Kaltim
Camat Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dewi Dohi. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Camat Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dewi Dohi menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan dengan fokus utama pada pembenahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Pada tahap awal ia mengikuti program-program yang telah berjalan sambil mempelajari berbagai inovasi yang bisa diterapkan di Sangatta Selatan. Menurutnya Sangatta Utara dapat menjadi contoh tanpa harus melakukan studi banding ke daerah yang jauh.
“Sangatta Utara sudah bisa jadi contoh. Kita studi tirunya enggak usah jauh-jauh, karena masih satu kota,” ujar Dewi usai pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan 164 ASN di lingkungan Pemkab Kutim, Senin (26/1/2026).
Salah satu program di Sangatta Utara yang sebelumnya juga dikawalnya saat masih bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinilai cukup baik dan berpotensi dikembangkan di Sangatta Selatan.
Untuk efisiensi anggaran, ia berencana mengarahkan RT-RT di Sangatta Selatan melakukan studi tiru langsung ke Sangatta Utara. “RT-RT kita minta studi tiru ke Sangatta Utara saja. Hemat budget,” tambahnya.
Dewi menegaskan sejak awal ia konsisten memberi perhatian pada persoalan sampah dan lingkungan. Ke depan, Sangatta Selatan akan tetap difokuskan pada pembenahan lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Harapannya ke depan Sangatta Selatan tetap fokus pada pembenahan lingkungan,” tegasnya.
Dewi menyebut jabatan yang diembannya sebagai amanah, terlebih karena Sangatta Selatan merupakan kampung halamannya.
“Saya lahir dan besar di Sangatta Selatan. Nenek moyang saya sejak agresi militer Belanda kedua sudah di selatan. Jadi ini seperti pulang kampung,” ungkap Dewi.
Dengan latar belakang tersebut, Dewi berharap dapat mengemban amanah dengan baik. Meski demikian, ia menegaskan akan tetap memulai dengan mempelajari kondisi yang ada sebelum menentukan arah kebijakan ke depan.
“Saya baru belajar dulu. Nanti akan saya evaluasi apa saja target atau program-program yang belum tuntas dari camat sebelumnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Camat Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dewi Dohi. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Camat Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dewi Dohi menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan dengan fokus utama pada pembenahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Pada tahap awal ia mengikuti program-program yang telah berjalan sambil mempelajari berbagai inovasi yang bisa diterapkan di Sangatta Selatan. Menurutnya Sangatta Utara dapat menjadi contoh tanpa harus melakukan studi banding ke daerah yang jauh.
“Sangatta Utara sudah bisa jadi contoh. Kita studi tirunya enggak usah jauh-jauh, karena masih satu kota,” ujar Dewi usai pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan 164 ASN di lingkungan Pemkab Kutim, Senin (26/1/2026).
Salah satu program di Sangatta Utara yang sebelumnya juga dikawalnya saat masih bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinilai cukup baik dan berpotensi dikembangkan di Sangatta Selatan.
Untuk efisiensi anggaran, ia berencana mengarahkan RT-RT di Sangatta Selatan melakukan studi tiru langsung ke Sangatta Utara. “RT-RT kita minta studi tiru ke Sangatta Utara saja. Hemat budget,” tambahnya.
Dewi menegaskan sejak awal ia konsisten memberi perhatian pada persoalan sampah dan lingkungan. Ke depan, Sangatta Selatan akan tetap difokuskan pada pembenahan lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Harapannya ke depan Sangatta Selatan tetap fokus pada pembenahan lingkungan,” tegasnya.
Dewi menyebut jabatan yang diembannya sebagai amanah, terlebih karena Sangatta Selatan merupakan kampung halamannya.
“Saya lahir dan besar di Sangatta Selatan. Nenek moyang saya sejak agresi militer Belanda kedua sudah di selatan. Jadi ini seperti pulang kampung,” ungkap Dewi.
Dengan latar belakang tersebut, Dewi berharap dapat mengemban amanah dengan baik. Meski demikian, ia menegaskan akan tetap memulai dengan mempelajari kondisi yang ada sebelum menentukan arah kebijakan ke depan.
“Saya baru belajar dulu. Nanti akan saya evaluasi apa saja target atau program-program yang belum tuntas dari camat sebelumnya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)