Seputar Kaltim

    Dewan Pendidikan Kaltim Mulai Gencarkan Pencegahan Penyimpangan Perilaku di Sekolah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    30 April 2024 pukul 22:18 WITA

    Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Kaltim, Dayang Djunaidi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dewan Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim), yang resmi berdiri sejak September 2023, telah memulai langkah aktif dalam mencegah dan menindak penyimpangan perilaku di lingkungan pendidikan. Pada Selasa (30/4/2024), Dewan melakukan audiensi dengan Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, di Rumah Jabatan Gubernur Samarinda, untuk menyampaikan kekhawatiran terkait isu pendidikan di wilayah tersebut.

    Anggota Dewan Pendidikan Kaltim, Dayang Djunaidi, mengungkapkan bahwa fokus utama Dewan Pendidikan adalah peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan karakter. "Kami mendapat persetujuan dari Pak PJ Gubernur untuk menangani penyimpangan perilaku yang kini marak di kalangan peserta didik," kata Dayang.

    Penyimpangan perilaku, menurut Dayang, telah menjadi isu serius di Kaltim, dengan kasus-kasus tertentu yang telah menyebar ke media sosial dan sekolah-sekolah, seringkali melibatkan pihak ketiga. "Kami akan mengadakan sosialisasi di semua tingkatan pendidikan, terutama mengenai isu LGBT yang saat ini menjadi perhatian," tambah Djunaidi.

    Meminjam data dari databoks, kasus HIV/Aids di Tahun 2023 yang terjadi karena faktor LGBT dengan presentase yang cukup tinggi, yakni sebesar 27,54 persen atau 14.589 kasus. Angka yang cukup tinggi ini sudah dinormalisasikan sebagian pihak, bahkan menyebar dengan cepat ke kalangan pelajar. Beberapa kejadian yang menjadi perhatian publik, terdapat group WhatsApp LGBT di kalangan siswa di Klaten.

    Hal itulah yang membuat Dayang untuk menekankan upaya ini fokus kepada peserta didik untuk memperoleh pendidikan karakter yang kuat, jadi tidak serta merta tentang peningkatan prestasi akademik saja. "Kami akan terus berupaya mencegah penyimpangan perilaku, termasuk isu LGBT," tegasnya.

    Penjabat Gubernur Kaltim mendukung inisiatif Dewan Pendidikan dan berencana untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di semua tingkatan untuk membangun pemahaman yang lebih baik di kalangan guru. 

    "Langkah ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga akan diikuti dengan program-program yang dirancang untuk mengurangi insiden-insiden terkait," tutupnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Dewan Pendidikan Kaltim Mulai Gencarkan Pencegahan Penyimpangan Perilaku di Sekolah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    30 April 2024 pukul 22:18 WITA

    Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Kaltim, Dayang Djunaidi. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dewan Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim), yang resmi berdiri sejak September 2023, telah memulai langkah aktif dalam mencegah dan menindak penyimpangan perilaku di lingkungan pendidikan. Pada Selasa (30/4/2024), Dewan melakukan audiensi dengan Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, di Rumah Jabatan Gubernur Samarinda, untuk menyampaikan kekhawatiran terkait isu pendidikan di wilayah tersebut.

    Anggota Dewan Pendidikan Kaltim, Dayang Djunaidi, mengungkapkan bahwa fokus utama Dewan Pendidikan adalah peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan karakter. "Kami mendapat persetujuan dari Pak PJ Gubernur untuk menangani penyimpangan perilaku yang kini marak di kalangan peserta didik," kata Dayang.

    Penyimpangan perilaku, menurut Dayang, telah menjadi isu serius di Kaltim, dengan kasus-kasus tertentu yang telah menyebar ke media sosial dan sekolah-sekolah, seringkali melibatkan pihak ketiga. "Kami akan mengadakan sosialisasi di semua tingkatan pendidikan, terutama mengenai isu LGBT yang saat ini menjadi perhatian," tambah Djunaidi.

    Meminjam data dari databoks, kasus HIV/Aids di Tahun 2023 yang terjadi karena faktor LGBT dengan presentase yang cukup tinggi, yakni sebesar 27,54 persen atau 14.589 kasus. Angka yang cukup tinggi ini sudah dinormalisasikan sebagian pihak, bahkan menyebar dengan cepat ke kalangan pelajar. Beberapa kejadian yang menjadi perhatian publik, terdapat group WhatsApp LGBT di kalangan siswa di Klaten.

    Hal itulah yang membuat Dayang untuk menekankan upaya ini fokus kepada peserta didik untuk memperoleh pendidikan karakter yang kuat, jadi tidak serta merta tentang peningkatan prestasi akademik saja. "Kami akan terus berupaya mencegah penyimpangan perilaku, termasuk isu LGBT," tegasnya.

    Penjabat Gubernur Kaltim mendukung inisiatif Dewan Pendidikan dan berencana untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di semua tingkatan untuk membangun pemahaman yang lebih baik di kalangan guru. 

    "Langkah ini diharapkan tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga akan diikuti dengan program-program yang dirancang untuk mengurangi insiden-insiden terkait," tutupnya.

    (Sf/RS)