Cari disini...
Seputar Kaltim
Novi Sunarsadmoko, Senior Project Manager The Premiere Hills Saat Ditemui Seputarfakta. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pergeseran tanah yang terjadi di Jalan M Said pada 29 Desember lalu berdampak pada kerusakan rumah warga sekitar. Hal itu diduga terjadi karena aktivitas proyek yang tengah dijalankan oleh The Premiere Hills, pengembang properti wilayah Samarinda.
Senior Project Manager, Novi Sunarsadmoko mengklarifikasi pergeseran tanah yang terjadi itu akibat dari curah hujan yang cukup tinggi.
“Kondisi itu mendorong dinding penahan tanah kita yang berbatasan dengan warga sekitar. Secara prinsip kami telah melakukan tahapan pembangunan dan pengembangan sesuai dengan SOP dengan konsultan dan pihak terkait yang memilki keahlian di bidangnya,” ungkap Novi, saat ditemui, Jumat (5/1/2024).
Novi juga bercerita bahwa pihak developer telah melakukan monitoring dari awal proyek berjalan selama kurang lebih tujuh bulan, hasilnya pada 20 Desember lalu tidak terdapat pergerakan. Namun, setelah tanggal tersebut curah hujan cukup tinggi yang mengakibatkan adanya pergeseran tanah.
Sejak tanggal kejadian Novi mengatakan pihaknya telah mengevakuasi warga terutama yang berada di sekitar proyek untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Ia mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terdampak berupa kontrakan, serta mengakomodasi kebutuhan sehari-harinya. Terdapat Sembilan kepala keluarga yang dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
“Efek yang ada akan kita perbaiki di lokasi yang sama. Sementara itu kan mereka tidak bisa tinggal, jadi mereka kami pindahkan dulu,” terangnya.
Novi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membuat zona penyangga (buffer zone) atau daerah aman di area sekitar warga agar tidak muncul kekhawatiran dan merasa lebih aman.
Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan longsor bersama dengan pihak pengembang, masyarakat dan instansi terkait di Balaikota, Jumat (5/1/2024).
“Rapat berjalan dengan baik dan kondusif. Respon antara masyarakat dan pengembang juga baik,” jelas Suwarso, Kepala BPBD Kota Samarinda.
Suwarso mengatakan bahwa pihak pengembang akan melakukan perbaikan pada rumah-rumah terdampak akibat aktivitas kegiatan pematangan pengembang. Ia juga menerangkan bila saat ini warga terdampak telah mendapat bantuan dari pemerintah berupa pendampingan masyarakat untuk berkoordinasi dengan pihak pengembang, bahan makanan, selimut, juga kebutuhan bayi.
“Untuk jangka pendeknya mereka harus normalisasi drainase dan melakukan pemilharaan parit-parit sekitar blok F mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Novi Sunarsadmoko, Senior Project Manager The Premiere Hills Saat Ditemui Seputarfakta. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pergeseran tanah yang terjadi di Jalan M Said pada 29 Desember lalu berdampak pada kerusakan rumah warga sekitar. Hal itu diduga terjadi karena aktivitas proyek yang tengah dijalankan oleh The Premiere Hills, pengembang properti wilayah Samarinda.
Senior Project Manager, Novi Sunarsadmoko mengklarifikasi pergeseran tanah yang terjadi itu akibat dari curah hujan yang cukup tinggi.
“Kondisi itu mendorong dinding penahan tanah kita yang berbatasan dengan warga sekitar. Secara prinsip kami telah melakukan tahapan pembangunan dan pengembangan sesuai dengan SOP dengan konsultan dan pihak terkait yang memilki keahlian di bidangnya,” ungkap Novi, saat ditemui, Jumat (5/1/2024).
Novi juga bercerita bahwa pihak developer telah melakukan monitoring dari awal proyek berjalan selama kurang lebih tujuh bulan, hasilnya pada 20 Desember lalu tidak terdapat pergerakan. Namun, setelah tanggal tersebut curah hujan cukup tinggi yang mengakibatkan adanya pergeseran tanah.
Sejak tanggal kejadian Novi mengatakan pihaknya telah mengevakuasi warga terutama yang berada di sekitar proyek untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Ia mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terdampak berupa kontrakan, serta mengakomodasi kebutuhan sehari-harinya. Terdapat Sembilan kepala keluarga yang dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
“Efek yang ada akan kita perbaiki di lokasi yang sama. Sementara itu kan mereka tidak bisa tinggal, jadi mereka kami pindahkan dulu,” terangnya.
Novi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah membuat zona penyangga (buffer zone) atau daerah aman di area sekitar warga agar tidak muncul kekhawatiran dan merasa lebih aman.
Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan longsor bersama dengan pihak pengembang, masyarakat dan instansi terkait di Balaikota, Jumat (5/1/2024).
“Rapat berjalan dengan baik dan kondusif. Respon antara masyarakat dan pengembang juga baik,” jelas Suwarso, Kepala BPBD Kota Samarinda.
Suwarso mengatakan bahwa pihak pengembang akan melakukan perbaikan pada rumah-rumah terdampak akibat aktivitas kegiatan pematangan pengembang. Ia juga menerangkan bila saat ini warga terdampak telah mendapat bantuan dari pemerintah berupa pendampingan masyarakat untuk berkoordinasi dengan pihak pengembang, bahan makanan, selimut, juga kebutuhan bayi.
“Untuk jangka pendeknya mereka harus normalisasi drainase dan melakukan pemilharaan parit-parit sekitar blok F mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
(Sf/Rs)