Cari disini...
Seputar Kaltim
Bandar Udara Kalimarau. (Foto:istimewa)
Tanjung Redeb - Sejak awal Desember, jumlah penumpang kedatangan di Bandara Kalimarau, Berau, mengalami peningkatan signifikan hingga 44,08 persen atau 5.168 penumpang dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi seiring dengan penurunan harga tiket pesawat, sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin, melalui Kepala Seksi Teknik Operasional Bandara Kalimarau, Budi Sarwanto, menyatakan bahwa jumlah penumpang kedatangan dan keberangkatan meningkat hingga 1.500 orang per hari.
Ia mengatakan, sejak 19 Desember 2024 lalu, rata-rata pergerakan pesawat di Bandara Kalimarau mencapai 18 kali per hari, dengan puncak mencapai 20 kali pada hari tertentu.
"Peningkatan ini bukan hanya karena Nataru saja, tetapi juga dipengaruhi oleh harga tiket yang lebih terjangkau. Sehingga, lonjakan penumpang begitu terlihat dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Kepala Seksi Teknik Operasional Bandara Kalimarau, Budi Sarwanto.
Selain itu, libur sekolah yang bersamaan dengan Nataru tersebut mendorong masyarakat untuk bepergian, banyak penumpang terlihat datang dan pergi dari Berau. Ia mengatakan, rute penerbangan yang paling diminati adalah ke Surabaya, kemudian diikuti oleh tujuan lainnya seperti Samarinda, Balikpapan, Makassar, dan Jakarta.
"Kalau musim liburan sudah mulai, itu baru bisa kita nilai, apakah lonjakan penumpang signifikan atau tidak," tuturnya.
Berdasarkan data Angkutan Transportasi Nataru Tahun 2025 pada Badan Layanan Umum (BLU) Kantor UPBU Kalimarau, sejak awal Desember hingga 25 Desember 2024, jumlah kedatangan pesawat pada tahun 2024 sebanyak 68 sedangkan tahun 2023 sebanyak 59 atau tumbuh 17,24 persen.
Kemudian, jumlah penumpang kedatangan pada tahun 2024 sebanyak 5.168 orang sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 3.569 orang atau tumbuh 44,08 persen. Dan jumlah kedatangan kargo pada tahun 2024 sebanyak 35.025 sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 12,071 atau tumbuh 19,16 persen.
Lalu, jumlah pesawat keberangkatan pada tahun 2024 sebanyak 68 sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 59 atau tumbuh 15,25 persen. Kemudian, jumlah penumpang keberangkatan pada tahun 2024 sebanyak 6,375 sedangkan tahun 2023 sebanyak 4,877 atau tumbuh 30,72 persen.
Namun, untuk jumlah kargo keberangkatan mengalami penurunan, pada tahun 2024 jumlah kargo keberangkatan sebanyak 5,523 sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 7,393 atau turun 25,29 persen.
"Lonjakan penumpang pada momen Nataru tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Budi juga mengatakan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang, Bandara Kalimarau telah membuka posko khusus sejak 19 Desember untuk memantau arus penumpang, seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami ingin memastikan semua berjalan lancar selama Nataru," kuncinya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bandar Udara Kalimarau. (Foto:istimewa)
Tanjung Redeb - Sejak awal Desember, jumlah penumpang kedatangan di Bandara Kalimarau, Berau, mengalami peningkatan signifikan hingga 44,08 persen atau 5.168 penumpang dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi seiring dengan penurunan harga tiket pesawat, sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin, melalui Kepala Seksi Teknik Operasional Bandara Kalimarau, Budi Sarwanto, menyatakan bahwa jumlah penumpang kedatangan dan keberangkatan meningkat hingga 1.500 orang per hari.
Ia mengatakan, sejak 19 Desember 2024 lalu, rata-rata pergerakan pesawat di Bandara Kalimarau mencapai 18 kali per hari, dengan puncak mencapai 20 kali pada hari tertentu.
"Peningkatan ini bukan hanya karena Nataru saja, tetapi juga dipengaruhi oleh harga tiket yang lebih terjangkau. Sehingga, lonjakan penumpang begitu terlihat dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Kepala Seksi Teknik Operasional Bandara Kalimarau, Budi Sarwanto.
Selain itu, libur sekolah yang bersamaan dengan Nataru tersebut mendorong masyarakat untuk bepergian, banyak penumpang terlihat datang dan pergi dari Berau. Ia mengatakan, rute penerbangan yang paling diminati adalah ke Surabaya, kemudian diikuti oleh tujuan lainnya seperti Samarinda, Balikpapan, Makassar, dan Jakarta.
"Kalau musim liburan sudah mulai, itu baru bisa kita nilai, apakah lonjakan penumpang signifikan atau tidak," tuturnya.
Berdasarkan data Angkutan Transportasi Nataru Tahun 2025 pada Badan Layanan Umum (BLU) Kantor UPBU Kalimarau, sejak awal Desember hingga 25 Desember 2024, jumlah kedatangan pesawat pada tahun 2024 sebanyak 68 sedangkan tahun 2023 sebanyak 59 atau tumbuh 17,24 persen.
Kemudian, jumlah penumpang kedatangan pada tahun 2024 sebanyak 5.168 orang sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 3.569 orang atau tumbuh 44,08 persen. Dan jumlah kedatangan kargo pada tahun 2024 sebanyak 35.025 sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 12,071 atau tumbuh 19,16 persen.
Lalu, jumlah pesawat keberangkatan pada tahun 2024 sebanyak 68 sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 59 atau tumbuh 15,25 persen. Kemudian, jumlah penumpang keberangkatan pada tahun 2024 sebanyak 6,375 sedangkan tahun 2023 sebanyak 4,877 atau tumbuh 30,72 persen.
Namun, untuk jumlah kargo keberangkatan mengalami penurunan, pada tahun 2024 jumlah kargo keberangkatan sebanyak 5,523 sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 7,393 atau turun 25,29 persen.
"Lonjakan penumpang pada momen Nataru tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Budi juga mengatakan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang, Bandara Kalimarau telah membuka posko khusus sejak 19 Desember untuk memantau arus penumpang, seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami ingin memastikan semua berjalan lancar selama Nataru," kuncinya.
(Sf/Rs)