Seputar Kaltim

    Desak Tambahan Kuota BBM, PJ Gubernur: Kaltim tak mau disamakan dengan daerah lain 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 Desember 2023 pukul 13:50 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik menginginkan adanya penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengatasi kelangkaan yang ada di Kaltim. 

    Bukan hanya itu, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga menjadi alasan kuat bagi Akmal Malik untuk penambahan kuota BBM. Bahkan ia tak mau disamakan dengan daerah lain terkait kuota BBM.

    "Kita tak mau Kaltim disamakan dengan daerah lain, karena kita ada bonus yakni proyek IKN. Sehingga kita berharap ada tambahan BBM karena kita ada tambahan proyek IKN," tegas Akmal Malik setelah acara penyerahan DIPA, di Odah Etam, Samarinda, Selasa (13/12/2023).

    Sejauh ini, Dinas ESDM Kaltim mencatat, kuota BBM jenis pertalite tahun ini Kaltim menerim kuota sebanyak 688 ribu kiloliter. Sedangkan Solar pada 2023 sekitar 239 ribu kiloliter. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, ESDM telah mengajukan kuota tambahan Solar sebesar 327 ribu kiloliter dan pertalite mencapai 767 ribu kiloliter.

    Akmal mengakui setelah beberapa waktu lalu melakukan kunjungan dan audiensi dengan pihak Migas bahwa ini terjadi se-Indonesia.

    "Kemaren beliau (Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Erika Retnowati) mengatakan memang se-Indonesia mengalami karena apa kita punya kuota sudah di atur berapa berapa Pertamax bulan pertama, kedua dan ketiga," beber Akmal.

    Penegasan terkait kebutuhan kuota tersebut, kuota yang diberikan pusat tidak mungkin melebihi batas. Sehingga daripada ini, Akmal kembali mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan ini dengan dilakukannya disiplin distribusi. 

    "Memang kita harus berpikir kuat pengawasannya Karena kuotanya sudah segitu. Tapi kami bersyukur pak dirjen dan BPH migas memaklumi," ujarnya.

    Ia menegaskan kembali untuk pertimbangan penambahan kuota, desakan kepada pusat telah dilakukan dan sudah mendapatkan  atensi. "Kita ada proyek IKN sehingga harus ada tambahan energi baru karena mobil bertambah," tutupnya.

    (SF/RS)

    Seputar Kaltim

    Desak Tambahan Kuota BBM, PJ Gubernur: Kaltim tak mau disamakan dengan daerah lain 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 Desember 2023 pukul 13:50 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik menginginkan adanya penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengatasi kelangkaan yang ada di Kaltim. 

    Bukan hanya itu, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara juga menjadi alasan kuat bagi Akmal Malik untuk penambahan kuota BBM. Bahkan ia tak mau disamakan dengan daerah lain terkait kuota BBM.

    "Kita tak mau Kaltim disamakan dengan daerah lain, karena kita ada bonus yakni proyek IKN. Sehingga kita berharap ada tambahan BBM karena kita ada tambahan proyek IKN," tegas Akmal Malik setelah acara penyerahan DIPA, di Odah Etam, Samarinda, Selasa (13/12/2023).

    Sejauh ini, Dinas ESDM Kaltim mencatat, kuota BBM jenis pertalite tahun ini Kaltim menerim kuota sebanyak 688 ribu kiloliter. Sedangkan Solar pada 2023 sekitar 239 ribu kiloliter. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, ESDM telah mengajukan kuota tambahan Solar sebesar 327 ribu kiloliter dan pertalite mencapai 767 ribu kiloliter.

    Akmal mengakui setelah beberapa waktu lalu melakukan kunjungan dan audiensi dengan pihak Migas bahwa ini terjadi se-Indonesia.

    "Kemaren beliau (Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Erika Retnowati) mengatakan memang se-Indonesia mengalami karena apa kita punya kuota sudah di atur berapa berapa Pertamax bulan pertama, kedua dan ketiga," beber Akmal.

    Penegasan terkait kebutuhan kuota tersebut, kuota yang diberikan pusat tidak mungkin melebihi batas. Sehingga daripada ini, Akmal kembali mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan ini dengan dilakukannya disiplin distribusi. 

    "Memang kita harus berpikir kuat pengawasannya Karena kuotanya sudah segitu. Tapi kami bersyukur pak dirjen dan BPH migas memaklumi," ujarnya.

    Ia menegaskan kembali untuk pertimbangan penambahan kuota, desakan kepada pusat telah dilakukan dan sudah mendapatkan  atensi. "Kita ada proyek IKN sehingga harus ada tambahan energi baru karena mobil bertambah," tutupnya.

    (SF/RS)