Seputar Kaltim

    Desak Anies Samarinda Digelar di Depan Lalu-lalang Ponton Batu Bara, Anies Beri Nilai Sungai Mahakam 11 dari 10

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Januari 2024 pukul 06:50 WITA

    Calon presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan saat berdialog dengan warga Kaltim di acara Desak Anies. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anies Rasyid Baswedan mengunjungi Kota Samarinda, Kamis (11/1/2024). Ia menghadiri acara Desak Anies, yang merupakan program kampanye unggulan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar. 

    Kunjungan ini, rupanya adalah lawatan kedua Anies, ke Samarinda, setelah 29 tahun lalu juga pernah singgah di kota berjuluk Tepian, tepatnya pada tahun 1994. Dalam kunjungan keduanya ini dirinya datang ke kota tepian untuk menuntaskan amanat sebagai calon presiden. Menyimpan banyak memori kala itu, ia mengatakan bahwa suasana sungai Mahakam masih sama seperti dulu, bahkan ia memberikan nilai dengan skor 11 dari 10.

    "Kalau sungai Mahakam itu 11 dari 10," kata Anies saat Desak Anies baru dimulai, di Da'Coffe, Samarinda, Kamis (11/1/2023). 

    Sebelumnya, moderator yang memandu acara itu bertanya, alasan untuk menjadikan Kota Samarinda sebagai destinasi kampanyenya. Padahal sebelumnya, Anies dengan narasi perubahan dan kesetaraannya itu menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan skala prioritas. Anies disinggung pula, kunjungan ini semata-mata untuk mendulang suara dari Jawa. Namun, Anies menjawab dengan santai pada sesi satu itu.

    "Bahwa ini menjadi alasan utama, kita mendapatkan amanat, ikut dalam kontestasi, karena kita ingin ada kesetaraan. Dan juga ke Samarinda mengingatkan saya ketika Mahasiswa pada 1994, melakukan pelatihan bersama pemuda se-Kaltim, di tengah pelatihan itu, persis di tepi sungai saat ini," ungkapnya.

    Ia menyaksikan terdapat anak-anak yang bermain di pinggir sungai dengan kondisi kulit yang tidak begitu sehat. Selaras dengan itu terdapat pula tongkang batu-bara yang sedang mondar-mandir. "Saya menyaksikan itu, inilah yang dimaksud dengan ketimpangan. Kita tidak ingin melihat ketimpangan itu terus-menerus berlanjut. Saya kembali kesini untuk mengajak warga Kaltim, mari kita bersama-sama melakukan perubahan," bebernya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Desak Anies Samarinda Digelar di Depan Lalu-lalang Ponton Batu Bara, Anies Beri Nilai Sungai Mahakam 11 dari 10

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Januari 2024 pukul 06:50 WITA

    Calon presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan saat berdialog dengan warga Kaltim di acara Desak Anies. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anies Rasyid Baswedan mengunjungi Kota Samarinda, Kamis (11/1/2024). Ia menghadiri acara Desak Anies, yang merupakan program kampanye unggulan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar. 

    Kunjungan ini, rupanya adalah lawatan kedua Anies, ke Samarinda, setelah 29 tahun lalu juga pernah singgah di kota berjuluk Tepian, tepatnya pada tahun 1994. Dalam kunjungan keduanya ini dirinya datang ke kota tepian untuk menuntaskan amanat sebagai calon presiden. Menyimpan banyak memori kala itu, ia mengatakan bahwa suasana sungai Mahakam masih sama seperti dulu, bahkan ia memberikan nilai dengan skor 11 dari 10.

    "Kalau sungai Mahakam itu 11 dari 10," kata Anies saat Desak Anies baru dimulai, di Da'Coffe, Samarinda, Kamis (11/1/2023). 

    Sebelumnya, moderator yang memandu acara itu bertanya, alasan untuk menjadikan Kota Samarinda sebagai destinasi kampanyenya. Padahal sebelumnya, Anies dengan narasi perubahan dan kesetaraannya itu menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan skala prioritas. Anies disinggung pula, kunjungan ini semata-mata untuk mendulang suara dari Jawa. Namun, Anies menjawab dengan santai pada sesi satu itu.

    "Bahwa ini menjadi alasan utama, kita mendapatkan amanat, ikut dalam kontestasi, karena kita ingin ada kesetaraan. Dan juga ke Samarinda mengingatkan saya ketika Mahasiswa pada 1994, melakukan pelatihan bersama pemuda se-Kaltim, di tengah pelatihan itu, persis di tepi sungai saat ini," ungkapnya.

    Ia menyaksikan terdapat anak-anak yang bermain di pinggir sungai dengan kondisi kulit yang tidak begitu sehat. Selaras dengan itu terdapat pula tongkang batu-bara yang sedang mondar-mandir. "Saya menyaksikan itu, inilah yang dimaksud dengan ketimpangan. Kita tidak ingin melihat ketimpangan itu terus-menerus berlanjut. Saya kembali kesini untuk mengajak warga Kaltim, mari kita bersama-sama melakukan perubahan," bebernya.

    (Sf/Rs)