Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Perikanan Paser, Rudiansyah. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser diproyeksikan menjadi sentra perekonomian di sektor perikanan.
Hal tersebut menguat setelah Dinas Perikanan Paser mengusulkan Lori untuk dijadikan Desa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan akan dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Kepala Dinas Perikanan Paser, Rudiansyah menjelaskan dipilihnya Desa Lori dikarenakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat terkait ketersediaan lahan.
"Salah satu faktor pentingnya ketersediaan lahan. Namun ada faktor lain yang tidak kalah penting yaitu terkait status lahan yang akan digunakan," kata Rudiansyah, Minggu (26/7/2026).
Ia menyampaikan, apabila status lahan yang akan digunakan tidak dapat kejelasan status maka pihaknya akan mempertimbangkan kembali perencanaan yang telah diusulkan sebelumnya.
Rudiansyah menyebut, progres pengajuan hal itu sudah sampai di kajian akademis dan telah diberikan kepada Bappedalitbang.
Kemudian, pihaknya saat ini masih menunggu validasi kondisi ril setelah survei pertama dari tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dijadwalkan akan turun setelah tim independen melakukan penilaian.
Sementara terkait dengan progres yang mengarah kepada pembangunan KNMP pihaknya merencanakan akan membangun sarana dan prasarana penunjang di Lori.
"Untuk progres ke arah pembangunan sampai saat ini masih belum karena kami menunggu survei dari KKP," tambahnya.
Pihaknya merencanakan Desa Lori akan dijadikan sebagai wilayah sentra perekonomian sektor perikanan di wilayah Bumi Daya Taka.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Perikanan Paser, Rudiansyah. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser diproyeksikan menjadi sentra perekonomian di sektor perikanan.
Hal tersebut menguat setelah Dinas Perikanan Paser mengusulkan Lori untuk dijadikan Desa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan akan dibangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Kepala Dinas Perikanan Paser, Rudiansyah menjelaskan dipilihnya Desa Lori dikarenakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat terkait ketersediaan lahan.
"Salah satu faktor pentingnya ketersediaan lahan. Namun ada faktor lain yang tidak kalah penting yaitu terkait status lahan yang akan digunakan," kata Rudiansyah, Minggu (26/7/2026).
Ia menyampaikan, apabila status lahan yang akan digunakan tidak dapat kejelasan status maka pihaknya akan mempertimbangkan kembali perencanaan yang telah diusulkan sebelumnya.
Rudiansyah menyebut, progres pengajuan hal itu sudah sampai di kajian akademis dan telah diberikan kepada Bappedalitbang.
Kemudian, pihaknya saat ini masih menunggu validasi kondisi ril setelah survei pertama dari tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dijadwalkan akan turun setelah tim independen melakukan penilaian.
Sementara terkait dengan progres yang mengarah kepada pembangunan KNMP pihaknya merencanakan akan membangun sarana dan prasarana penunjang di Lori.
"Untuk progres ke arah pembangunan sampai saat ini masih belum karena kami menunggu survei dari KKP," tambahnya.
Pihaknya merencanakan Desa Lori akan dijadikan sebagai wilayah sentra perekonomian sektor perikanan di wilayah Bumi Daya Taka.
(Sf/Lo)