Cari disini...
Seputar Kaltim
Tradisi Baungsu ikut ramaikan Festival Desa Jembayan Tengah, Kutai Kartanegar (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Desa Jembayan Tengah, menggelar Festival Kampong Seraong. Kegiatan ini, diadakan juga dalam rangka memeriahkan rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Desa Jembayan Tengah yang sudah dimulai sejak 5 Juni, dan akan berakhir pada 10 Juni 2024.
Selain untuk memperkenalkan budaya, festival ini juga menjadi ajang untuk menggali potensi yang ada di desa. Caranya, dengan menampilkan berbagai unsur seni seperti penampilan seni tradisi baungsu dan seni topeng pantul, bazar, karnaval kreasi dan budaya, pentas seni budaya, tempong tawar, dan beseprah.
Kemudian, penampilan live musik lagu daerah, tabligh akbar, lomba bemamai, lomba pidato bahasa kutai, lomba ketapel dan gasing, lomba mewarnai, lomba bekiak dan enggrang, lomba vlog video dan lainnya.
"Festival seraong ini selain bagian dari melestarikan budaya di Kutai agar bisa dikenal luas, kita juga ingin menggali potensi kesenian di desa Jembayan ini," kata Kepala Desa Jembayan Tengah Masnur Jumat (7/6/2024).
Pelaku seni dan budaya di Jembayan Tengah sangat banyak, maka dari itu pihaknya akan terus berupaya untuk menggali potensi tersebut melalui perlombaan-perlombaan dan kegiatan lainnya.
Selain untuk melestarikan seni dan budaya, Masnur mengungkapkan, pihaknya juga akan memperluas pasar produk lokal ke luar daerah. Sebab, pemasaran produk lokal hanya berputar di wilayah tersebut.
Adapun produk lokal di Jembayan Tengah yaitu, kripik gedebok pisang, madu kelulut, dan olahan kuliner lainnya. Ia menilai olahan kuliner di Jembayan Tengah ini sangat layak untuk dijajakan secara luas.
"Banyak jenis pelaku UMKM olahan kuliner di sini. Kami juga mendorong mereka untuk mendapatkan ijin usaha baik itu sertifikasi PIRT atau halalnya," ungkap Masnur.
Kata dia, pihaknya akan meminta kepada 30 orang pelaku UMKM untuk meningkatkan kreativitas seperti membuat kemasan produk dengan baik sehingga bisa menarik konsumen.
"Nanti mereka kita arahkan harus bisa mengelola atau mengemas produk olahannya dengan menarik agar penjualannya juga bisa meningkat," ucapnya.
Pada acara festival kampong seraong, ada puluhan UMKM yang dilibatkan. Bagi mereka Festival ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan perekonomiannya.
"Mereka pasti kita libatkan di setiap kegiatan, kita ingin desa ini berkembang dan bisa di kenal wisatawan daerah maupun luar daerah" pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tradisi Baungsu ikut ramaikan Festival Desa Jembayan Tengah, Kutai Kartanegar (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Desa Jembayan Tengah, menggelar Festival Kampong Seraong. Kegiatan ini, diadakan juga dalam rangka memeriahkan rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Desa Jembayan Tengah yang sudah dimulai sejak 5 Juni, dan akan berakhir pada 10 Juni 2024.
Selain untuk memperkenalkan budaya, festival ini juga menjadi ajang untuk menggali potensi yang ada di desa. Caranya, dengan menampilkan berbagai unsur seni seperti penampilan seni tradisi baungsu dan seni topeng pantul, bazar, karnaval kreasi dan budaya, pentas seni budaya, tempong tawar, dan beseprah.
Kemudian, penampilan live musik lagu daerah, tabligh akbar, lomba bemamai, lomba pidato bahasa kutai, lomba ketapel dan gasing, lomba mewarnai, lomba bekiak dan enggrang, lomba vlog video dan lainnya.
"Festival seraong ini selain bagian dari melestarikan budaya di Kutai agar bisa dikenal luas, kita juga ingin menggali potensi kesenian di desa Jembayan ini," kata Kepala Desa Jembayan Tengah Masnur Jumat (7/6/2024).
Pelaku seni dan budaya di Jembayan Tengah sangat banyak, maka dari itu pihaknya akan terus berupaya untuk menggali potensi tersebut melalui perlombaan-perlombaan dan kegiatan lainnya.
Selain untuk melestarikan seni dan budaya, Masnur mengungkapkan, pihaknya juga akan memperluas pasar produk lokal ke luar daerah. Sebab, pemasaran produk lokal hanya berputar di wilayah tersebut.
Adapun produk lokal di Jembayan Tengah yaitu, kripik gedebok pisang, madu kelulut, dan olahan kuliner lainnya. Ia menilai olahan kuliner di Jembayan Tengah ini sangat layak untuk dijajakan secara luas.
"Banyak jenis pelaku UMKM olahan kuliner di sini. Kami juga mendorong mereka untuk mendapatkan ijin usaha baik itu sertifikasi PIRT atau halalnya," ungkap Masnur.
Kata dia, pihaknya akan meminta kepada 30 orang pelaku UMKM untuk meningkatkan kreativitas seperti membuat kemasan produk dengan baik sehingga bisa menarik konsumen.
"Nanti mereka kita arahkan harus bisa mengelola atau mengemas produk olahannya dengan menarik agar penjualannya juga bisa meningkat," ucapnya.
Pada acara festival kampong seraong, ada puluhan UMKM yang dilibatkan. Bagi mereka Festival ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan perekonomiannya.
"Mereka pasti kita libatkan di setiap kegiatan, kita ingin desa ini berkembang dan bisa di kenal wisatawan daerah maupun luar daerah" pungkasnya.
(Sf/Rs)